Tiket Kereta Lebaran 2026 Laris Manis, Terjual 400 Ribu, H-2 Jadi Hari Paling Padat

Jakarta – Antusiasme masyarakat buat mudik Lebaran 2026 pakai kereta api benar-benar meledak. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket tembus 400 ribu lembar hanya dalam beberapa hari pertama pembukaan, dengan H-2 Lebaran diprediksi jadi hari paling padat sepanjang periode angkutan Lebaran tahun ini.

Lonjakan ini terlihat sejak sistem penjualan dibuka lewat aplikasi Access by KAI dan situs resmi kai.id. Sejumlah rute favorit seperti Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Solo, Jakarta–Surabaya, Bandung–Yogyakarta, hingga Jakarta–Semarang langsung diserbu calon pemudik.

Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api makin kuat, terutama menjelang momen besar seperti Lebaran.

“Penjualan tiket Lebaran 2026 berjalan sangat cepat. Sampai pekan ini, tiket yang sudah terjual tembus 400 ribu. Puncak arus mudik diprediksi terjadi di H-2, di mana tingkat keterisian tempat duduk hampir maksimal,” ujar Joni dalam keterangan resminya.

Menurut data internal KAI, okupansi di sejumlah jadwal keberangkatan favorit bahkan sudah menyentuh angka 95 persen. Ini terjadi terutama pada jam-jam malam dan dini hari, yang jadi pilihan utama pemudik agar bisa sampai kampung halaman lebih awal.

H-2 Lebaran Jadi Tanggal Paling Diburu

Dari seluruh periode angkutan Lebaran 2026, H-2 menjadi tanggal paling banyak diburu. Pola ini mirip dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana masyarakat cenderung memilih mudik dua hari sebelum Lebaran demi menghindari kepadatan ekstrem di H-1.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menyebut tren ini sangat wajar. Menurutnya, masyarakat semakin pintar memilih waktu perjalanan agar lebih nyaman dan minim risiko keterlambatan.

“Orang sekarang lebih sadar soal manajemen waktu mudik. Mereka pilih H-2 karena masih dapat suasana lengang, tapi tetap punya cukup waktu di kampung halaman. Itu sebabnya H-2 hampir selalu jadi tanggal favorit,” kata Djoko saat dihubungi.

Ia menambahkan, lonjakan ini juga dipicu oleh harga tiket kereta yang relatif stabil dibanding moda transportasi lain, serta faktor keamanan dan kenyamanan yang makin baik.

Rute Favorit Masih Didominasi Pulau Jawa

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rute-rute di Pulau Jawa tetap jadi primadona. Jalur Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur mendominasi daftar tiket terlaris.

Beberapa rute dengan tingkat okupansi tertinggi antara lain:

  • Jakarta – Yogyakarta

  • Jakarta – Solo

  • Jakarta – Surabaya

  • Bandung – Yogyakarta

  • Jakarta – Semarang

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan jalur ke Jawa Tengah selalu mengalami lonjakan paling tinggi saat Lebaran.

“Setiap musim mudik, arus ke Jawa Tengah memang luar biasa. Banyak perantau yang bekerja di Jabodetabek pulang kampung ke Solo, Yogya, Semarang, dan sekitarnya. Tahun ini trennya masih sama, bahkan cenderung naik,” jelas Franoto.

Strategi KAI Hadapi Lonjakan Penumpang

Mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menambah jumlah perjalanan kereta jarak jauh dan menyiapkan rangkaian tambahan di sejumlah lintas favorit. Total perjalanan selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai lebih dari 1.000 perjalanan, naik dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, pengecekan sarana dan prasarana dilakukan lebih intensif. Mulai dari ramp check lokomotif, pemeriksaan kereta, hingga kesiapan stasiun dan petugas lapangan.

“Kami fokus pada aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan penumpang. Semua sarana sudah melalui pemeriksaan ketat sebelum dioperasikan,” ujar Joni Martinus.

Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak penumpang mengaku memilih kereta karena jadwal yang jelas dan minim drama.

“Naik kereta lebih tenang. Duduk nyaman, nggak capek nyetir, dan nggak khawatir macet parah,” kata Rina, pemudik asal Bekasi yang mudik ke Solo.

Komentar Pengamat: Kereta Jadi Tulang Punggung Mudik

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio, menilai kereta api kini sudah jadi tulang punggung transportasi mudik nasional, terutama di Pulau Jawa.

“Kereta itu kapasitasnya besar, jadwalnya pasti, dan relatif aman. Pemerintah tinggal terus menjaga kualitas layanan supaya kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Agus juga menyarankan agar integrasi antarmoda diperkuat, khususnya di stasiun-stasiun besar. Konektivitas dengan bus, LRT, MRT, dan transportasi daring dinilai penting untuk mempermudah mobilitas pemudik.

Tips Biar Nggak Kehabisan Tiket

Buat masyarakat yang belum dapat tiket, KAI mengimbau agar rutin memantau ketersediaan kursi melalui aplikasi resmi. Selain itu, fitur connecting train bisa jadi solusi alternatif jika tiket langsung sudah habis.

“Kami sarankan calon penumpang rutin cek aplikasi. Kadang ada pembatalan yang membuat kursi kembali tersedia,” kata Joni.

Selain itu, memilih jam keberangkatan di luar jam favorit, seperti siang hari atau larut malam, juga bisa meningkatkan peluang mendapatkan tiket.

Penutup

Lonjakan penjualan tiket kereta Lebaran 2026 menegaskan bahwa kereta api masih jadi moda favorit masyarakat Indonesia untuk mudik. Dengan angka penjualan tembus 400 ribu dan puncak kepadatan di H-2, KAI dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga kelancaran perjalanan jutaan penumpang.

Jika semua persiapan berjalan sesuai rencana, mudik Lebaran 2026 diprediksi bakal berlangsung lebih tertib, nyaman, dan minim hambatan.

Sumber:

Jelang Ramadan dan Lebaran, Tren Belanja Ritel Diproyeksikan Merata ke Kota Tier 2 dan 3

Jangan Anggap Sepele! Microsleep Saat Berkendara Bisa Berakibat Fatal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *