Pecinta sepak bola tanah air sempat dibuat bertanya-tanya soal pergerakan PSSI belakangan ini. Meski pelatih baru, John Herdman, sudah “blusukan” sampai ke Eropa, ternyata Timnas Indonesia dipastikan nggak bakal menambah amunisi pemain naturalisasi baru buat ajang FIFA Series 2026 bulan Maret nanti.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat ekspektasi fans yang berharap ada wajah-wajah baru dari liga top Eropa untuk memperkuat skuad Garuda. Namun, PSSI punya alasan kuat di balik kebijakan ini. Yuk, simak ulasan lengkapnya biar nggak gagal paham!
1. Waktu yang Terlalu Mepet
Alasan paling logis yang disampaikan PSSI adalah soal durasi. Proses naturalisasi itu nggak cuma soal pindah kewarganegaraan di atas kertas, tapi ada prosedur administrasi FIFA yang cukup panjang. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, ngejelasin kalau jarak antara bulan Februari ke Maret itu pendek banget buat ngebut proses hukum dan perpindahan federasi.
“Belum ada kabar soal penambahan. Apalagi ini sudah terlalu dekat ya, sekarang sudah Februari sementara mainnya Maret. Terlalu mepet buat melakukan naturalisasi,” ujar Arya saat ditemui wartawan di Jakarta baru-baru ini.
2. John Herdman Mau Tes “Mesin” Lama
John Herdman, yang baru aja menjabat sebagai nakhoda Timnas, ternyata lebih milih buat kenalan dulu sama pemain yang sudah tersedia. Pelatih asal Inggris ini merasa aneh kalau langsung minta pemain baru padahal dia sendiri belum pernah ngetes kemampuan skuad yang ada dalam pertandingan resmi.
PSSI pengen Herdman ngelihat dulu siapa yang cocok dengan skema permainannya. Dari situ, baru deh ketahuan posisi mana yang emang benar-benar butuh tambahan pemain “impor” di masa depan. Fokusnya sekarang adalah membangun chemistry dan struktur tim yang solid tanpa harus bongkar pasang secara instan.
3. Fokus ke Mentalitas dan Pemulihan
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, juga nambahin kalau sekarang saatnya Timnas buat berbenah dari dalam. Setelah perjuangan berat di kualifikasi sebelumnya, skuad Garuda perlu dijaga mentalnya. “Kita fokus yang ada ini harus kita rawat dan kita kuatkan mentalnya karena kita harus mengawali dari nol lagi,” katanya tegas.
Nggak cuma dari internal PSSI, beberapa pengamat sepak bola juga kasih respon soal kebijakan ini. Di media sosial dan portal berita seperti BolaSkor, banyak yang menilai langkah ini cukup bijak.
“Langkah Herdman buat mengevaluasi skuad lama dulu itu profesional banget. Dia nggak mau beli kucing dalam karung. Kalau dia belum tahu kualitas lokal atau pemain yang sudah dinaturalisasi sebelumnya, buat apa nambah pemain baru? Malah bisa bikin ruang ganti nggak harmonis,” tulis salah satu kolom komentar di kanal YouTube OneNews Bola.
Selain itu, laporan dari Suara.com menyebutkan kalau momen FIFA Series 2026 ini justru jadi panggung buat para “calon debutan” lokal atau pemain yang selama ini jarang dapat menit bermain, seperti Teja Paku Alam atau Eksel Runtukahu, untuk membuktikan kualitas mereka di mata pelatih baru.
Jadwal Timnas di FIFA Series 2026
Walaupun tanpa pemain baru, perjuangan Indonesia di FIFA Series 2026 tetap layak buat ditunggu. Indonesia bakal bertindak sebagai tuan rumah dan dijadwalkan bakal ketemu tim-tim menarik:
-
Laga Perdana: Indonesia vs Saint Kitts and Nevis (23-31 Maret 2026).
-
Laga Selanjutnya: Menghadapi pemenang antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon.
Turnamen ini bakal jadi ajang pembuktian apakah taktik John Herdman bisa langsung nyetel dengan materi pemain yang sekarang. Jadi, meskipun nggak ada nama baru kayak Pascal Struijk atau Jenson Seelt di daftar skuad kali ini, dukungan kita buat Garuda nggak boleh kendor!
Sumber:
