Gelombang semangat kompetisi sains di tanah air benar-benar nggak ada obatnya! Tahun ini, ajang bergengsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 mencatatkan sejarah baru. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), jumlah siswa yang mendaftar buat ikut ajang ini sukses nembus angka 942.000 peserta.
Angka ini bukan sekadar statistik biasa, tapi menunjukkan kenaikan tajam sekitar 17% dibanding tahun lalu yang “cuma” di angka 806 ribu pendaftar. Fenomena ini membuktikan kalau minat anak muda Indonesia terhadap bidang sains, teknologi, dan riset lagi tinggi-tingginya.
Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, dalam acara Dialog Kebijakan di Tangerang Selatan, Minggu (1/3), bilang kalau lonjakan ini salah satunya dipicu oleh perubahan aturan kuota. Kalau sebelumnya terbatas, tahun 2026 ini tiap sekolah dibolehkan kirim sampai lima orang siswa per cabang lomba.
“Peningkatannya luar biasa. Ini tanda kalau sekolah-sekolah sekarang makin gercep buat dorong murid-muridnya buat unjuk gigi di level nasional,” ujar Irene.
Nggak cuma soal kuota, gengsi OSN yang tetap jadi “kasta tertinggi” kompetisi akademik buat pelajar SD, SMP, hingga SMA juga jadi magnet kuat. Ditambah lagi, ada sembilan cabang lomba yang dibuka, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, sampai Informatika dan Ekonomi, yang bikin pilihan buat para talenta muda makin luas.
Seleksi Bakal Super Ketat, No AI Allowed!
Dengan jumlah pendaftar yang hampir menyentuh satu juta orang, otomatis tingkat persaingan bakal jadi berkali-kali lipat lebih berat. Bayangin aja, buat bisa lolos ke tahap nasional, seorang peserta harus bisa menyisihkan ribuan pesaing lainnya dari seluruh pelosok negeri.
Irene juga mengingatkan kalau proses seleksi tahun ini bakal dipantau super ketat. Bahkan, pihak Puspresnas sudah wanti-wanti soal penggunaan teknologi yang nggak jujur. Inisiator KawalOSN, Ainun Najib, turut angkat bicara soal ini. Alumnus OSN yang sekarang tinggal di Singapura ini kasih pesan menohok buat para peserta.
“Jangan pernah tergoda pakai bantuan AI atau kecurangan apa pun. Nama kalian bakal tercatat selamanya, jangan sampai reputasi rusak sejak dini cuma demi menang kompetisi,” tegas Ainun dalam sesi diskusi virtual baru-baru ini.
Langkah pengetatan ini diambil karena pada tahun-tahun sebelumnya sempat ada isu kecurangan di tingkat kabupaten/kota (OSN-K). Makanya, tahun 2026 ini sistem pengawasan digital dan peran proktor di lapangan bakal ditingkatkan habis-habisan.
Jadwal Penting yang Wajib Dicatat
Buat kalian yang sudah berhasil daftar sebelum penutupan 28 Februari kemarin, mendingan langsung fokus ke persiapan. Berikut adalah jadwal timeline yang perlu kalian pantau terus:
| Tahapan Seleksi | Tanggal Pelaksanaan |
| Pemetaan Pengawas | 10 – 24 Maret 2026 |
| Uji Coba OSN-K (Kabupaten/Kota) | 6 – 7 Mei 2026 |
| Seleksi OSN-K | 18 – 19 Juni 2026 |
| Pengumuman Hasil OSN-K | 3 Juli 2026 |
| Seleksi Tingkat Provinsi (OSN-P) | 27 – 29 Juli 2026 |
| Final Nasional OSN 2026 | 14 – 20 September 2026 |
Nggak cuma pejabat, para guru pembimbing juga ngerasain hype yang beda tahun ini. Banyak sekolah yang sudah curi start bikin klub sains atau intensif belajar bareng alumni. Strateginya nggak cuma soal nguasai materi, tapi juga mental baja buat ngadapi soal-soal tingkat dewa yang bakal muncul.
“Anak-anak sekarang lebih kritis. Mereka nggak cuma cari menang, tapi cari networking dan sertifikat buat beasiswa ke luar negeri atau jalur prestasi masuk PTN,” kata salah satu guru pendamping dari SMA favorit di Jawa Barat.
Intinya, OSN 2026 bukan cuma soal siapa yang paling pinter ngitung atau hafal rumus, tapi soal siapa yang paling konsisten dan jujur dalam berjuang. Dengan hampir sejuta pendaftar, gelar juara tahun ini bakal terasa sangat spesial dan berharga banget.
Buat kalian yang lagi berjuang, tetap semangat dan jangan kasih kendor! Masa depan sains Indonesia ada di tangan kalian.
Sumber:
