Agribisnis Kelapa Sawit

Kebutuhan minyak nabati dan lemak dunia terus meningkat sebagai akibat pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan domestik bruto. Jumlah penduduk di negara-negara kawasan Timur-Jauh sekitar 3,2 Milyar atau 50% dari penduduk dunia. DI daerah inilah, tingkat pertumbuhan ekonomi pada saat ini hingga tahun 2010 merupakan yang paling tinggi. Selain itu, konsumsi minyak perakpita penduduk di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara juga masih jauh di bawah rata-rata penggunaan minyak nabati dan lemak per kapita per tahun penduduk dunia.

Minyak kelapa sawit (MKS) merupakan komoditas yang mempunyai nilai strategis karena merupakan bahan baku utama pembuatan minyak makan. Sementara, minyak makan merupakan salah satu dari 9 kebutuhan pokok bangsa Indonesia. Permintaan akan minyak makan di dalam dan luar negeri yang kuat merupakan indikasi pentingnya peranan komoditas kelapa sawit dalam perekenomian bangsa.

Menurut teori pemasaran, terdapat istilah competitive nation, yaitu negara dianggap mempunyai suatu ocmpetition advantage (suatu kelebihan) yang dapat dimanfaatkan untuk berkompetisi di pasar dunia. Di samping dengan sesama anggota ASEAN dalam blok ekonomi regional seperti AFTA, Indonesia juga harus bertempur di pentas dunia (Internasional) dalam WTO. Kondisi dunia yang semakin global-tanpa adanya batas negara lagi, menawarkan suatu konsep alternative nation, yaitu suatu negara alternatif yang memberikan paling banyak kemudahan dan keuntungan dalam melaksanakan suatu usaha tertentu. Arus modal investasi akan mengalir deras ke negara alternatif yang memberikan kemudahan dan keuntungan yang terbaik.

Keunggulan kompetitif Indonesia dibandingkan dengan negara lain yaitu sumber daya alamnya.Kawasan Asia bagian timur (Timur Jauh) terdiri dari negara-negara yang berpotensi dalam bidang agribisnis, seperti RRC, Jepang, Taiwan, Tahiland, India, Malaysia, Indonesia dan sebagainya. Dari segi geografis, negara yang berpotensi dalam agribisnis adalah Cina. Namun, Cina mempunyai masalah yang sama dengan Indonesia, yaitu lahan yang subur di bagian selatan dipakai untuk industri, Filipina juga masih dihantui ketidakstabilan politik karena adanya gerakan separatis. Demikian juga dengan India bagian tengah-selatan yang merupakan daerah berpenduduk padat.

Keunggulan komparatif Indonesia dalam agribisnis yaitu sebagai negara tropis yang mendapat sinar matahari melimpah sepanjang tahun dengan curah hujan yang cukupdan hampir merata. Kondisi mikroklimat inilah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit.

Sumber : Buku “Panduan Lengkap Kelapa Sawit, Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir”

Karya : Iyung Pahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
chat with me