Arti dan Peranan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Konsep Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Konsep Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebenarnya bukan hal yang baru. Sering orang memprakirakan apakah konsekuensi tindakan yang akan dilakukannya dan memikirkan tindak lanjut apa yang diperlukan untuk memperbesar atau memperkecil konsekuensi tindakannya itu. Pada dasarnya ini adalah AMDAL, walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit dan tidak dilakukan secara komprehensif yang meliputi banyak bidang.

Secara formal konsel Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berasal dari undang-undang NEPA 1969 di Amerika Serikat. Dalam undang-undang ini AMDAL dimaksudnkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan. Di Indonesia, analisis mengenai dampak lingkungan tertera ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.29 Tahun 1986 yang mulai berlaku pada 5 Juni 1987. PP No.29 Tahun 1986 kemudian dicabut dan diganti dengan PP No.51 Tahun 1993.

Di dalam undang-undang, baik dalam Undang-undang No.4, 1982, maupun dalam NEPA 1969, dampak diartikan sebagai pengaruh aktivitas manusia dalam pembangunan terhadap lingkunga. Hal ini dapat dimengerti karean tujuan undang – undang tersebut adalah untuk melindungi lingkungan terhadap pembangunan yang tidak bijaksana.

Namun pada lain pihak harus pula kita lihat bahwa di negara kita sebagian besar kondisi lungkungan yang mengganggu kesejahteraan kita, baik yang alamiah maupun yang terbentuk oleh kegiatan manusia, justru disebabkan oleh kekurangan atau bahkan tidak adanya pembangunan. Penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit dan keadaan sanitasi lingkungan yang rendah adalah contoh diantara banyak contoh.

Untuk mengatasi itu diadakan pembangunan. Oleh karena itu di samping usaha untuk melindungi lingkungan terhadap pembangunan yang tidak bijaksana, perlu pula dilakukan usaha untuk melindungi pembangunan dari dampak aktvitas lingkungan. Aktivitas lingkungan tersebut dapat bersifat alamiah ataupun sebagai akibat aktivitas manusia.

Misalnya, banyak proyek transmigrasi mengalami kegagalan, yaitu para transmigran meninggalkan lokasi transmigrasi, karena adanya penyakit malaria. Demikian pula beberapa proyek bendungan terancam kegagalan karena terjadinya laju erosi yang tinggi dan meningkat dengan waktu di DAS hulunya. Waduk Wonogiri di Jawa Tengah adalah salah satu contohnya.

Konsep AMDAL yang mempelajari dampak pembangunan terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap pembangunan juga didasarkan pada konsep ekologi yang secara umum didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya. AMDAL merupakan bagian ilmu ekologi pembangunan
yang mempelajari hubungan timbal balik atau interaksi antara pembangunan dan lingkungan.

Ingin mempelajari lingkungan hidup lebih dalam? Ikuti training UKL UPL di Link ini.

Sumber :

Penulis : Otto Soemarwoto

Penerbit : Gadjah Mada University Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!