Ciri-Ciri Struktur Kayu (Part 3)

Ciri-Ciri Struktur Kayu Part 3

3. Tekstur Kayu

Ciri-Ciri Struktur Kayu Part 3 – Adalah informasi tingkat kehalusan atau kelicinan suatu kayu berdasarkan petunjuk:

  • ukuran dan jumlah sel/porinya
  • kualitas unsur kayunya, yaitu: sifat kekerasannya, kemudahannya dikerjakan, kekompakan dan kerataan permukaan kayu tersebut setelah dikerjakan

Tekstur kayu sering dipakai dalam kaitannya untuk penetapan kemungkinan penggunaan kayu. Tekstur kayu dibedakan atas: sangat halus, halus, agak kasar, kasar, tidak rata, licin, agak licin dan sebagainya.

Sering kali tekstur kayu dikaitkan dengan pilhan peluangnya untuk bahan baku suatu produk yang diinginkan. Untuk tujuan aneka moulding dan panel-panel, mebel dan kerajinan dipilih jenis-jenis kayu dengan tekstur agak halus sampai sangat halus dan sebagainya.

Dengan demikian maka, gambaran kayu jarum dan kayu dan secara makroskopis dapat ditunjukkan melalui gambar dan skema perbedaan secara sederhana sebagai berikut:

Kenampakan Secara Makroskopis
Kayu Daun Kayu Jarum
Pembuluh (ada,tampak) Trakeid (ada, tampak)
Serabut (ada, tampak) Jari-jari (biasanya kecil dan satu ukuran, tampak)
Parenkim (ada,tampak) Saluran damar (sebagian besar ada)
Jari-jari (dapat satu/dua ukuran, tampak)
Saluran damar (tidak selalu ada)
8. Sifat Fisik Kayu

Ciri-Ciri Struktur Kayu Part 3 – Sifat fisik kayu berbeda dengan sifat fisika kayu. Sifat fisik berhubungan dengan kesan yang diperoleh dari panca indera kita apabila kita melihat, meraba, membau dan lain sebagainya terhadap kayu tersebut. Sifat fisika lebih khusus, tidak termasuk bagian dari Identifikasi Kayu dan akan diuraikan secara tersendiri.

Sifat fisik yang penting untuk pengenalan kayu secara makroskopis (Kasmudjo 2001: Martawijaya dkk; Soenardi, 1976), antara lain:

  • warna kayu
  • kesan raba
  • kilap kayu
  • kekerasan
  • berat kayu
  • bau dan rasa kayu

a. Warna Kayu

Warna kayu adalah warna dari ciri-ciri struktur kayu asli (kayu teras), dan dapat dilihat pada goresan/bidang baru yang belum kena pengaruh air, matahari dan lain-lain pengaruh dalam waktu yang lama. Warna kayu ditentukan rata-rata pada semua bidang kayu kondisi kering udara. Disamping kekuatan kayu, keawetannya, gambaran seratnya, warna kayu juga merupakan syarat dalam memilih kayu.

Kayu gubal umumnya berwarna muda, seperti: putih, kuning, coklat muda, sedang kayu teras berwarna tua seperti: coklat, coklat kemerahan, hitam ,kuning tua dan sebagainya. Warna kayu gubal bukan warna kayu sebenarnya untuk Identifikasi kayu. Karena pengaruh sinar matahari, atau cuaca pada umumnya warna kayu dapat berubah, yaitu menjadi keabu-abuan dan dengan pewarnaan, pengasapan dan lain sebagainya, warna kayu dapat diubah dari aslinya oleh manusia. Pengubahan warna kayu pada umumnya untuk meningkatkan sifat baik/dekorasi kayu.

b. Kesan raba

Ciri-Ciri Struktur Kayu Part 3 – Kesan raba adalah kesan perasaan keadaan permukaan kayu apabila dilakukan perabaan dengan telapak tangan. Kesan raba kayu dipengaruhi: struktur sel, kadar ekstraktif dan kadar air kayunya. Kesan raba suatu kayu bisa halus, sedang ata kasar/kasar sekali. Kadang-kadang juga diperoleh kesan raba yang licin, berminyak dan lain sebagainya. Kesan raba ditentukan pada kayu kondisi kering udara

c. Kilap kayu

Kilap kayu adalah ciri – ciri sifat kayu apabila terkena pantulan sinar cahaya dan kemudian mata kita menerima kesan tertentu, misalnya: mengkilap, agak mengkilap, suram. Adanya ekstraktif dalam kayu dapat memberikan kesan bahwa kayu tersebut lebih mengkilap. Kilap kayu pada (r) umumnya lebih mengkilap dibandingkan pada (t) maupun (x). Kilap kayu ditentukan pada kayu kondisi kering udara dan telah diratakan (diketam)

d. Kekerasan kayu

Kekerasan kayu adalah kesan terhadap kayu apabila dilakukan penekanan, pengerjaan, pemotongan pengirisan dan sebagainya. Kekerasan suatu kayu tergantung kadar airnya. Di Indonesia, penentuan kekerasan kayu sebaiknya pada kondisi kayu dimana kadar airnya = 10 – 18% (kering udara).

Cara sederhana untuk menentukan kekerasan kayu adalah dengan cara menekan kayu tersebut dengan kuku. Dengan demikian maka kayu dapat mempunyaik kekerasan keras, sedang, ataupun lunak

Contoh:

1. Kayu yang keras :
– merbau
– lara
– kayu arang
– wali kukun

2. Kayu yang lunak:
– balsa
– sengon
– jelutung
– terentang

e. Berat kayu

Berat kayu adalah sifat kayu yang berkaitan dengan bobot suatu kayu. Berat suatu kayu merupakan petunjuk terhadap berat jenis kayu, artinya kayu yang ringat berat biasanya berat jenisnya tinggi, sedang kayu ringat berat jenisnya rendah. Berat dan berat jenis kayu dapat ditentukan pada sembarang kondisi, tetapi untuk keperluan praktis ditentukan pada kondisi kering udara

Cara pengukuran (penentuannya) dengan jalan mencelup atau merendam kayu tersebut ke dalam air, apabila:

  1. sekitar seperempat bagian terendam = ringan
  2. sekitar setengah bagian terendam = sedang
  3. sekitar tiga per empat bagian terendam = berat
  4. seluruhnya terendam = berat sekali

f. Bau dan rasa

Bau dan rasa kayu merupakan satu kesatuan, artinya dengan melakukan salah satu pengamatan bisa mewakili keduanya. Rasa kayu jarang dipakai, karena ada kemungkinan negatif akibat apabila dilakukan. Oleh karena itu bau kayu dianggap dapat sebagai wakil bau dan rasa.

Ciri-Ciri Struktur Kayu Part 3 – Bau kayu yang dimaksudkan adalah bau khas. Pengamatannya harus dilakukan pada bidang yang baru dan masih segar. Bau kayu dapat berasal dari zat ekstraktif yang dikandung dan mudah menguap karena serangan jasat renik pada kayu ataupun karena pembusukan. Dua penyebab terakhir bukan bau asli kayu tersebut sehingga tidak mewakili bau dan rasa kayu.

Contoh:

  1. Cupresaceae, Santalaceae : bau harum
  2. Sengon : seperti bau pete
  3. Kamfer/kapur : seperti aroma khas kamfer
  4. Garulaka : seperti kemenyan
  5. Pinus :  berbau terpentin dan lain sebagainya

Berikut ini sebagai contoh diberikan Identifikasi sifat fisik, adanya saluran getah, tekstur dan serat jenis-jenis kayu dari kempok Dipterocarpaceae.

  1. Kelompok kapur/kamfer (Dryobalanops spp.)
    – Kayunya berwarna coklat kemerahan muda
    – Teksturnya relatif halus/agak halus
    – Seratnya relatif lurus, walaupun ada yang berpadu tangensia/Konsentrik dan aksial (terlihat sebagai garis pendek dan titik besar pada penampan melintang)
    – Bau damar/getahnya relatif harus sampai seperti bau kamfer (kapur barus)
    – Kayunya baik untuk: kayu bangunan/pertukangan (kosen, mebelair dan sebagainya), kayu kerajinan , kayu lapis dan sebagainya
  2. Kelompok keruing (Dipterocarpus spp.)
    – Kayunya berwarna coklat kemerahan
    – Tekstur kayunya relatif kasar, serat nampak besar
    – Saluran damar/getahnya dominan arah longitudinal/aksial (terlihat sebagai titik besar pada penampang melintangnya, bahkan damar/getahnya dapat melelh keluar dengan mudah)
    – Bau damar/getahnya harum ringan
    – Kayunya baik untuk: kayu bangunan (tahan terhadap pengaruh kelembaban udara)
  3. Kelompok meranti (Hopea dan Shorea spp.)
    – Kayunya berwarna coklat kemerahan (meranti merah), putih pucat (meranti putih) dan putih agak kekuningan (meranti kuning)
    – Jenis kelompok kayu ini sangat banyak
    – Tekstur kayunya agak halus
    – Serat relatif lurus, walaupun ada yang berpadu
    – Saluran getah/damarnya dominan dengan penyebaran tangensial/konsentrik sehingga nampak sebagai garis panjang dan pendek pada penumpang
    – Bau damar/getahnya tidak tajam, kalu kayunya basah atau terendam bau aslinya hilang dan kayu agak berbau busuk/tidak enak
    – Jenis kayu meranti merah kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan jenis meranti putih/kuning
    – Kayunya baik untuk : kayu bangunan/pertukangan, kayu lapis (penggunaan ini dominan terutama dari kelompok meranti merah)
    – Beberapa jenis meranti ada yang cukup banyak menghasilkan getah setelah disadap (Soenardi, 1976)

Ciri-Ciri Struktur Kayu – Ingin mengetahui pemahaman Industri Kehutanan? Ikuti training Multikompetensi dengan mengklik Link ini

Sumber

Judul Buku : Teknologi Hasil Hutan

Penulis : Kasmudjo

Editor : Yudo EB Istoto

Design Cover & Isi : Janoerkoening Adv

Penerbit : Cakrawala Media

Tinggalkan komentar