Efisiensi Pemasaran Kayu Jabon Part 1

Pendahuluan

Kayu jabon merupakan jenis pohon tropis yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jenis ini juga telah dibudidayakan di Jawa (terutama di Jawa Barat dan Jawa Timur), Kalimantan (terutama di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur), Sumatera (hampir tersebar di seluruh provinsi), Sulawesi (hampir tersebar di seluruh provinsi), Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) dan Papua (Irian Jaya)Martawijaya et al. (2005) mengatakan bahwa kayu jabon (Anthocephalus cadamba Miq) mudah dikerjakan, lunak dan ringan, berwarna putih krim sampai sawo kemerah-merahan, bersinar dan sedikit berpori dengan berat jenis rata-rata 0,42 atau berkisar antara 0,29 sampai 0,56. Memiliki kelas kuat III (sedang) dan kelas awet IV sampai V.

Metode Penelitian

ulu Kecamatan Kapontori, Sulawesi Tenggara pada bulanSeptembersampai Oktober 2012.Penelitian inimenggunakandata primer dan data sekunder,dimana pada awal penelitian dilakukanidentifikasi potensi kayu jabon yang telah dipanen di Desa Wambulugunamengetahui jumlah produk pemasaran. Selanjutnya dilakukan identifikasi aspek pemasaran yang meliputi saluran pemasaran,yang dimulai dari tingkat petani hingga konsumen akhir. Berdasarkan data primer yang dimaksud, selanjutnya dilakukan penentuansampel petani dan pedagangsecara sensus dengan mewawancarai semua petani maupun pedagang yang melakukan penjualan kayu jabon(Idrus, 2009).

Penentuan sampel petani berjumlah18 orang, pedagang perantara berjumlah 5 orang, dan pedagang pengumpul berjumlah 3 yang berupa tempat usaha dagang di kota Baubau.

Sumber:

EFISIENSI PEMASARAN KAYU JABON (Anthocephalus cadamba)

(STUDI KASUSHASIL HUTAN RAKYAT DESA WAMBULU KECAMATAN KAPONTORI)

Marketingeficient’s of Jabon Wood(Anthocephalus cadamba)

(Case studies about Private Forest at Wambulu Village inDistrict Kapontori)

Satya Agustina Laksananny, Arniawati,Ristamala Sari

Leave a Comment