Konsep Dasar Manajemen Risiko

Pengertian

Konsep Dasar Manajemen Risiko – Setiap aktivitas mengandung risiko untuk berhasil atau gagal. Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan dan keparahan dari suatu kejadian. Misalnya dalam ujian masukperguran tinggi. Seorang siswa yang belajar dengan baik memiliki peluang untuk lulus lebih besar dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar dengan baik. Akan tetapi, dampak jika tidak lulus bagi masing-masing siswa berbeda. Ada siswa yang dengan enteng menerima ketidak lulusannya. Namun ada siswa yang sangat menderita bahkan ada yang nekad bunuh diri.

Semakin besar potensi terjadinya suatu kejadian dan semakin besar dampak yang ditimbulkannya, maka kejadian tersebut dinilai mengandung risiko tinggi.

Risiko dapat bersifat positif atau menguntungkan dan bersifat negatif atau merugikan. Dalam kegiatan bisnis ada risiko memperoleh keuntungan atau bersifat positif dan ada kemungkinan menderita rugi atau bersifat negatif.

Dalam aspek K3, risiko biasanya bersifat negatif seperti cedera, kerusakan atau gangguan operasi. Risiko yang bersifat negatif harus dihindarkan atau ditekan seminimal mungkin.

Menurut OHSAS 18001, risiko K3 adalah kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya atau paparan dengan keparahan dari cedera atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut. Sedangkan manajemen risiko adalah suatu proses untuk mengelola risiko yang ada dalam setiap kegiatan.

Menurut AS/NZS 4360 Risk Management Standard, Manajemen Risiko adalah “the culture, process and structures that are directed towards the efective management of potential opportunities and adverse effects”. Manajemen risiko menyangkut budaya, proses, dan struktur dalam mengelola suatu risiko secara efektif dan terencana dalam suatu sistem manajemen yang baik. Manajemen risiko adalah bagian integral dari proses manajemen yang berjalan dalam perusahaan atau lembaga.

Perhitungan Konsep Dasar Manajemen Risiko

TIDAK semua orang berani melakukan olah raga terjun payung. Bagi orang awam, terjun payung mungkin suatu olah raga yang mengerikan dan akrab dengan maut. Seorang penerjun payung adalah orang yang berani mengambil risiko. Namun demikian, penerjun payung mengambil risiko dengan perhitungan yang matang berdasarkan keahlian, ilmu dan teknik yang dikuasainya. Mereka melakukan latihan berat berulang-ulang sampai diyakini telah mampu terjun dengan aman.

Oleh karena itu kecelakaan yang disebabkan karena payung tidak weinbuka sangat kecil dibanding jumlah penerjunan yang dilakukan setiap tahun. Hal serupa juga dilakukan oleb para stuntman dalam film aksi yang menggantikan peran berbahaya dari sang aktor. Mereka melakukan kegiatan berbahaya tersebut dengan aman karena mengikuti dan menjalankan teknik yang baik serta memperhitungkan risiko yang dapat terjadi yang disebut calculated risk.

     Calculated Risk atau risiko yang diperhitungkan rnerupakan prinsip utama dalam mengelola suatu risiko. Dalam melakukan sesuatu aktivitas, manusia berada di antara titik aman (seratus persen aman) dan titik bahaya (seratus persen risiko). Jika bekerja atau melakukan kegiatan pada titik aman, kegiatan tersebut akan berjalan dengan selamat, Sebaliknya jika berada di titik risiko (seratus persen risiko), dengan seketika terjadi kecelakan atau kejadian lain yang tidak diinginkan.

Ada orang yang cenderung mendekat ke titik aman, atau disebut sebagai safe player. Dia sangat hati-hati, takut mengambil risiko sehingga dalam keadaan tertentu dapat menghambat kegiatan atau keputusan bisnis. Sebaliknya ada seseorang yang cenderung mendekati titik risiko atau disebut risk taker. Mereka berani mengambil risiko, namun kadang-kadang berakhir dengan kegagalan. Mereka sering dicap sebagai nekad, pemberani, atau istilah lainnya.

Kedua pilihan tersebut dari sisi manajemen risiko sama­sama tidak baik. Mereka dapat menghambat kegiatan dan dapat menim.bulkan kerugian bagi perusahaan.

Prinsip terbaik adalah calculated risk artinya seseorang melakukan sesuatu berdasarkan perhitungan untung rugi, perhitungan dan analisa risiko dan bahaya, perhitungan dampak dan setelah itu baru melakukan tindakan atau mengambil keputusan.

Menghitung risiko adalah kata kunci dalam manajemen risiko. Setiap pembalap, stuntman, penerjun payung, pemain di pasar modal, semuanya melakukan perhitungan yang matang dan profesional dengan menerapkan kaidah manajemen risiko.

 

Ingin menambah kompetensi di bidang K3 Klik Link ini

 

Sumber

Buku : Pedoman Praktis Manajemen Risiko Dalam Perspektif K3

Penulis : Soehatman Ramli, BE, SKM, MBA

Penerbit : Dian Rakyat

 

Picture : https://www.freepik.com/free-vector/man-look-graphic-chart-business-analytics-concept-big-data-processing-icon_3629600.htm#term=risk%20management&page=1&position=8

Leave a Comment