Membangun Indonesia Hijau

Membangun Indonesia Hijau

Membangun Indonesia Hijau – Konferensi PBB untuk perubahan iklim ke-19 yang diselenggarakan pada tanggal 11-22 November 2013, di Warsawa, Polandia, telah berakhir.

Meski konferensi dihadiri 9000 peserta dari 195 negara, konferensi diakhiri dengan menyisakan pertanyaan besar akan keseriusan negara-negara di dunia dalam menyikapi pemanasan global dan perubahan iklim.

Di tengah isu pemanasan global yang belum kunjung membaik dan berbagai krisis ekonomi yang melanda di seluruh dunia.

termasuk Indonesia yang nilai mata uangnya terus tertekan dan rentan ketahanan perekonomiannya.

kita seharusnya memanfaatkan momentum ini untuk bertekad membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan (ekonomi hijau).

Membangun Indonesia Hijau – Paket kebijakan ekonomi yang ditawarkan pemerintah seharusnya berorientasi jauh ke depan untuk mampu bertahan di setiap krisis dunia, menjamin keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, serta mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Ekonomi Hijau

Praktik ekonomi hijau bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia dan pertumbuhan ekonomi dengan mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan.

Membangun Indonesia Hijau – Untuk itu, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (M3PEI) harus dibuat dalam kerangka berwawasan lingkungan untuk menjamin terselanggaranya pembangunan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan yang berkelanjutan.

Pemerintah harus cepat memutuskan kebijakan secara pasti dan jelas tentang ekonomi hijau, seperti kepastian pengembangan energi terbarukan dan ekowisata berbasis kearifan lokal.

Pemerintah harus memberikan kepastian terhadap peraturan hukum, birokrasi, dan koordinasi antarlembaga pemerintah pusat, provinsi, hingga kota/kabupaten.

Membangun Indonesia Hijau – Ekonomi hijau harus didukung oleh penerapan perbankan hijau uang menguntungkan. Namun, sampai saat ini Bank Indonesia belum memliki aturan perihal perbankan hijau. Beberapa bank nasional atas dasar inisiatif sendiri sudah menyatakan diri sebagai bank hijau (green banking).

Ikut pelatihan ISO 14001 tentang sistem manajemen lingkungan dengan mengklik Link ini.

Konsumen Hijau

Membangun Indonesia Hijau – Gaya hidup konsumtif yang boros akibat perliaku keliru sudah saatnya diubah. Warga perlu disadarkan bahwa saat ini sumber daya bumi terus diperas untuk proses produksi.

Efisiensi diperlukan untuk menghemat sumber daya yang terbatas sembari melestarikan, mengembangkan, dan mengembalika keseimbangan sumber daya bumi. Demi keberlanjutan usia bumi, konsumsi sumber daya bumi juga harus diredam.

Pemerintah sudah harus menyusun strategi nasional untuk meningkatkan konsumsi hijau dengan sasaran yang jelas, Salah satunya adalah kelompok urban kelas menengah usia muda.

Mereka adalah kelompok muda yang cerdas, sadar tren, melek info, berpikiran jauh ke depan, dan standar hidup mapan. Mereka merupakan penggerak utama perubahan perilaku konsumsi hijau.

Pengembangan konsumsi hijau bertujuan mengurangi emisi karbon penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Konsumsi hijau melibatkan aktivitas belanja, cara menggunakan barang dan perlakuan terhadap sampah atau sisa barang konsumsi.

Untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan baru dibutukan kampanye yang efektif dan terus-menerus.

Mengubah kebiasaan menjadi konsumsi hijau mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama. Untuk itu, kita membutuhkan motivasi dan energi pemicu.

Membangun Indonesia Hijau – Indonesia memiliki keuntungan, yakni kearifan lokal bagaimana berperilaku hijau sudah banya, adanya pertumbuhan komunitas hijau yang telah mulai mempraktikan konsumsi hijau dan sudah banyak proyek percontohan yang berhasil.

Pelaksanaan konsumsi hijau selaras dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berkautan dengan keadilan tentang antargenerasi, pembangunan berkelanjutan dan kesiapan antisipasi dan mitigasi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.

Sumber:

Judul Buku: GREENESIA

Penulis: Nirwono Joga

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (Kompas Gramedia)

Leave a Comment