Menerapkan Bangunan Hijau

Menerapkan Bangunan Hijau

Menerapkan Bangunan Hijau – Kini hampir 60% penduduk tinggal di perkotaan. semakin banyak masyarakat tinggal di perkotaan, semakin banyak pula sumber daya dan energi yang dibutuhkan, sehingga menambah beban lingkungan hidup.

Pembangunan infrastruktur kota terbukti mengonsumsi sumber daya tinggi dan menghasilkan emisi gas karbon dioksida.

Untuk itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendorong pelaksanaan bangunan yang ramah lingkungan.

Baca juga: Pentingnya Membangun Properti Hijau

Audit Bangunan

Menerapkan Bangunan Hijau – Bangunan hijau adalah bangunan baru ataupun lama, yang direncanakan dibangun dan dioperasikan dengan memperhatikan faktor-faktor keberlanjutan lingkungan.

Dengan memenuhi kinerja bijak guna lahan, hemat air, energi, bahan dan kurangi limbah, serta terjaga ualitas udara dalam dan luar ruangan (Green Building Council Indonesia, 2009).

Penerapan bangunan hijau didasari fakta bahwa bangunan merupakan penghasil emisi karbon terbesar (lebih dari 70%) di bumi ini.

Sehingga setiap pengurangan jejak karbon bangunan akan berdaya ungkit besar terhadap penyebab pemanasan global.

Pemprov DKI Jakarta perlu segera melakukan audit bangunan dan lingkungan. Audit bangunan gedung meliputi bagaimana aksesibilitas dari/ke bangunan ke halte/stasiun/terminal transportasi publik terdekat, pedestrian, fasilitas pesepeda.

Menerapkan Bangunan Hijau – Komposisi ruang terbangun dan ruang terbuka hijau sesuai persyaratan koefisien dasar bangunan dan koefisien dasar hijau,

Tempat pengelolaan sampah, tempat pengelolaan air bersih, limbah dan ketersediaan sumur resapan air.

Upaya penghematan listrik (AC, penerangan alami, lampu LED, panel surya), penggunaan bahan ramah lingkungan, serta kampanye hijau bagi penghuni gedung.

Baca juga: Mendorong Properti Hijau.

Manfaat Ekologis

Menerapkan Bangunan Hijau – Apa efek jangka panjang jika bangunan tidak hijau?

Kota mengalami penurunan daya dukung lingkungan kota, seperti penyerapan air tanah tidak terkendali (krisis air tanah, penurunan muka tanah), ruang terbuka hijau menyusut (Daerah resapan berkurang, banjir), boros energi (krisis energi).

Penerapan Bangunan Gedung Hijau (BGH) akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang berkelanjutan, masyarakatnya lebih sehat dan produktif.

Sumber daya energi, tanah, air, dan udara bersih tersedia lestari, dan terhormat dalam percaturan antarbangsa yang semakin peduli terhadap keberlanjutan alam.

Menerapkan Bangunan Hijau – Investasi bangunan hijau memang lebih mahal 10-15% dibandingkan bangunan konvensional konsep standar.

Namun, dalam jangka panjang, penerapan BGH akan melestarikan bumi. Pemerintah diharapkan mendorong perbankan untuk membantu pendanaan atau pinjaman lunak kepada proyek gedung ramah lingkungan dan kepada pengembang properti hijau.

Ikuti Pelatihan ISO 14001 dan Green Building Implementation.

Sumber:

Judul Buku: GREENESIA

Penulis: Nirwono Joga

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (Kompas Gramedia)

Tinggalkan komentar