Peralatan Laboratorium

Peralatan Laboratorium

Latar Belakang Laboratorium

Peralatan Laboratorium – Moto yang menyatakan bahwa “tanpa pengukuran tidak ada data, tanpa data tidak ada infomasi, tanpa informasi tidak ada pengelolaan, tanpa pengelolaan tidak ada kebijakan”. Menunjukkan bahwa kebijakan sangat tergantung pada data pengukuran yang akurat dan valid dari laboratorium pengujian atau laboratorium kalibrasi. Untuk mencapai hal tersebut, laboratorium harus dilengkapi dengan semua peralatan untuk pengambilan sampel, peralatan pengukuran dan pengujian yang diperlukan untuk melaksanakan pengujian dan/atau kalibrasi dengan benar, termasuk peralatan pengambilan sampel, preparasi sampel yang diuji atau penyiapan peralatan yang dikalibrasi.

1. Pengelolaan Peralatan

Peralatan dan piranti lunak yang digunakan untuk pengujian, kalibrasi, termasuk untuk pengambilan sampel harus mampu menghasilkan akurasi yang diperlukan dan harus sesuai dengan spesifikasi yang relevan dengan pengujuan dan/atau kalibrasi yang dimaksud. Program kalibrasi harus ditetapkan untuk besaran atau nilai utama dari peralatan yang sifat-sifatnya mempunyai pengaruh yang signifikan pada hasil.

Sebelum digunakan, semua peralatan yang mempengaruhi mutu data hasil pengujian atau kalibrasi harus dikalibrasi atau dicek untuk menetapkan peralatan tersebut memenuhi persyaratan spesifikasi laboratorium dan sesuai dengan spesifikasi standar yang relevan. Bila pengecekan antara (intermediete checks) diperlukan untuk memelihara keyakinan pada status kalibrasi peralatan, pengecekan tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur tertentu. Pengecekan antara adalah konfirmasi melalui pengujian dan penyajian bukti bahwa persyaratan yang telah ditetapkan telah di penuhi. Di bawah ini adalah contoh formulir pengecekan antara peralatan laboratorium.

Formulir Pengecekan Antara Peralatan Laboratorium

Nama peralatan

Frekuensi Pengecekan

Paramater yang dicek

Standar acuan yang digunakan

Prosedur umum pengecekan

Laboratorium harus mempunyai prosedur pengelolaan peralatan untuk memastikan kelayakan fungsinya dan untuk mencegah kontaminasi atau deteriorisasi. Disamping itu, prosedur tambahan mungkin diperlukan bila peralatan ukur digunakan diluar laboratorium yang permanen untuk pengujian, kalibrasi atau pengambilan sampel. Instruksi yang mutakhir untuk menggunakan dan merawat peralatan termasuk setiap panduan yang relevan yang disediakan oleh manufaktur peralatan harus siap tersedia untuk digunakan oleh personel laboratorium yang sesuai. Pengelolaan peralatan meliputi, antara lain:

  1. Penanganan
    Penanganan peralatan pengujian dan/atau kalibrasi merupakan salah satu jaminan mutu laboratorium pengujian atau laboratorium kalibrasi. Laboratorium harus dapat meyakinkan bahwa peralatan dalam keadaan memenuhi persyaratan dan layak pakai ketika digunakan. Selain itu, kebersihan peralatan dan kondisi sekitarnya harus dipelihara. Peralatan yang bersih secara psikologi akan menyenangkan dan impresif bagi siapa saja yang melihatnya. Peralatan pengujian dan kalibrasi termasuk perangkat keras dan perangkat lunak harus dilindungi dari penyetelan atau pengoperasian yang dapat menyebabkan tidak validnya hasil pengujian dan/atau kalibarsi. Apabila laboratorium menggunakan peralatan diluar pengawasannya yang tetap, laboratorium harus memastikan bahwa persyaratan dalam ISO/IEC 17025:2005 dipenuhi.
  2. Penyimpanan
    Semua peralatan pengukuran dan pengujian termasuk pengambilan sampel, preparasi, serta pengolahan data yang mempunyai pengaruh terhadap mutu data hasil pengujian atau kalibrasi disimpan dan dipelihara sedemikian rupa pada fasilitas yang dapat memfasilitasi kebenaran untuk kerja peralatan. Karena itu, peralatan harus dipasang dan ditempatkan di lokasi dengan kondisi akomodasi dan lingkungan yang memadai untuk meminimalkan pengaruh potensial terhadap kinera peralatan. Hal-hal yang berpengaruh tersebut termasuk korosi, temperatur, kelembaban, vibrasi, kestabilan daya listrik, debu, dan pengaruh elektromagnetik. Kondisi akomodasi dan lingkunagn pengujian dan/atau kalibrasi tersebut harus dipantau dan direkam serta dilakukan tindakan perbaikan bila terjadi ketidaksesuaian.
  3. Penggunaan dan perawatan
    Semua peralatan pengujian dan kalibrasi, termasuk piranti keras dan piranti lunaknya harus dijaga keamanannya dari penyetelan yang akan mengakibatkan ketidakabsahan hasil pengujian dan/atau kalibrasi. Karena itu, peralatan yang digunakan untuk pengujian dan/atau kalibrasi yang mempengaruhi mutu data harus diperasikan oleh personel yang kompeten dan berwenang sesuai uraian kerja yang ditetapkan. Persoleh yang mengoperasikan peralatan harus sesuai dengan petunjuk instruksi kerja peralatan yang bersangkutan dan mengisi log book penggunaan peralatan, sebagaimana formulir berikut ini.

    Formulir Log Book Penggunaan Peralatan

    Tanggal

    Nama Pengguna

    Waktu Penggunaan

    Tujuan Penggunaan

    Paraf

    Mulai

    Selesai

    Peralatan yang mengalami kelebihan beban, kesalahan penanganan atau pengoperasian, memberikan hasil yang mencurigakan, mengalami cacat atau berada di luar bata-batas yang ditentukan, harus ditarik penggunaannya. Peralatan yang mengalami salah satu atau lebih hal-hal tersebut harus diisolasi untuk mencegah penggunannya dan diberi label atau tanda yang jelas yang menyatakan untuk tidak digunakan sampai peralatan yang bersangkutan telah diperbaiki dan kalibrasi atau pengujiannya memperlihatkan kebenaran unjuk kerjanya.
    Laboratorium harus memeriksa pengaruh cacat atau penyimpangan dari batas-batas yang telah ditentukan pada pengujian dan/atau kalibrasi sebelumnya dan harus mengadakan prosedur pengendalian pekerjaan yang tidak sesuai. Bila perbaikan peralatan diperlukan, hal itu sedapat mungkin dilakukan oleh pihak internal, kecuali tidak memungkinkan. Pihak eksternal dipilih berdasarkan kompetensinya untuk melakukan perbaikan dan/atau kalibrasi ulang peralatan. Untuk menjaga terpeliharanya peralatan dengan baik, laboratorium harus membuat rencana perawatan peralatan sesuai dengan manual yang dibuat oleh manufaktur peralatan.

  4. Transportasi
    Bila karena alasan apapun, peralatan berada diluar pengendalian langsung laboratorium, misalnya dipinjam oleh pihak luar, digunakan untuk keperluan pameran, atau pengambilan sampel sehingga memerlukan transportasi dari laboratorium ke tujuan, laboratorium harus memastikan fungsi dan status kalibrasi peralatan dicek dan terlihat memuaskan sebelum peralatan yang bersangkutan digunakan kembali.
2. Pemeliharaan Peralatan

Semua peralatan harus dipelihara dengan baik dan benar untuk mempertahankan kelancaran pengujian dan/atau kalibrasi, untuk memberikan tingkat akurasi dan presisi yang tepat dan peralatan berfungsi dengan baik sesuai standar. Pemeliharaan peralatan secara rutin tidak hanya mencegah terjadinya kerusakan, tetapi juga mengurangi risiko menurunnya untuk kerja atau keluar batas toleransi. Biaya pemeliharaan rutin umumnya lebih rendah daripada biaya perbaikan. Perbaikan diluar laboratorium, selain lebih mahal juga memerlukan waktu yang relatif lama . Karena itu, sedapat mungkin pemeliharaan dan perbaikan dilakukan oleh laboratorium itu sendiri sebelum oleh pihak luar.
Laboratorium harus memiliki program pemeliharaan untuk mencegah kegagalan peralatan dan menjamin bahwa  peralatan bekerja sesuai dengan realibilitas yang diperlukan untuk mutu hasil pengujian atau kalibrasi yang dikehendaki. Frekuensi pemeliharaan peralatan biasanya didasarkan pada rekomendasi pabrik pembuat peralatan, jumlah atau waktu penggunaan peralatan, dan ketika menghasilkan data yang mencurigakan. Program pemeliharaan peralatan meliputi:

  • Jadwal pemeliharaan yang terencana;
  • Hal-hal yang berkaitan dengan bagian yang harus dipelihara;
  • Jika dilakukan oleh pihak laboratorium sendiri, maka harus dilaksanakan oleh personel yang kompeten dengan menggunakan prosedur atau instruksi yang telah ditetapkan; dan
  • Rekaman yang diperlukan, misalnya pencegahan pemeliharaan, kerusakan, gangguan, perbaikan, modifikasi, dan lain-lain.

Pada dasarnya pemeliharaan peralatan dapat digolongkan menjadi:

  1. Pencegahan
    Pencegahan bertujuan untuk menghindari kerusakan peralatan, karena itu harus dilakukan secara sistematis dan terencana. Pelaksanaannya dapat meliputi pemeriksaan spesifikasi, kalibrasi, verifikasi, kebersihan dan lain sebagainya. Untuk itu, laboratorium menyusun kegiatan yang harus dilakukan terhadap masing-masing peralatan dan harus ada prosedur serta instruksi kerja yang terkait. Frekuensi waktu kegiatan pemeliharaan berbeda untuk masing-masih peralatan, tergantung pada jumlah pemakaian dan waktu pemakaian atau kombinasi keduanya. Namun demikian, frekuensi pemeliharaan dapat berubah tergantung hasil verifikasi, kondisi, perubahan jumlah pemakaian dan sebagainya.
  2. Perbaikan
    Perbaikan peralatan akan dilakukan apabila ada kerusakan. Perbaikan peralatan harus dilakukan oleh personel yang kompeten dibidangnya. Apabila dilakukan oleh personel laboratorium sendiri, maka harus ada prosedur dan instruksi kerja yang telah ditetapkan dan didokumentasikan oleh laboratorium tersebut. Namun, jika dilakukan oleh personel dari pihak luar, harus dipastikan bahwa personel tersebut mempunyai sistem dan prosedur perbaikan yang berkaitan serta dapat memberi garansi atau jaminan. Biasanya perbaikan ini memerlukan biaya yang cukup besar sesuai dengan tingkat kerusakannya. Semua catatan perbaikan, baik yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal harus dipelihara dengan baik.
    Bagaimana juga pencegahan lebih baik daripada perbaikan. Keuntungan pemeliharaan pencegahan antara lain mengurangi biaya karena kerusakan, menjaga kelancaarn kegiatan pengujian dan/atau kalibrasi, efisiensi peralatan meningkat, jumlah suku cadan yang diperlukan berkurang, umur pakai peralatan bertambah, kesalahan data hasil pengujian dan/atau kalibrasi yang disebabkan oleh kerusakan peralatan bisa dihindari dan peralatan selalu dalam keadaan layak pakai.
  3. Rekaman Peralatan
    Setiap peralatan dan perangkat lunak yang digunakan untuk pengujian dan kalbirasi yang mempengaruhi hasil pengujian dan/atau kalibrasi harus diidentifikasi. Bila memungkinkan, semua peralatan yang berada dibawah pengendalian laboratorium dan memerlukan kalibrasi harus diberi label, kode, atau cara identifikasi lainnya untuk mengindikasikan status kalibrasi, termasuk tanggal terakhir dikalibrasi dan tanggal atau kriteria kadaluarsa saat kalibrasi ulang harus dilakukan. Dengan mengetahui status peralatan, hal-hal yang tidak diinginkan khususnya terhadap penggunaan peralatan sera mutu data yang dihasilan bisa dihindari.
    Setiap peratan dan peranti lunak yang digunakan untuk pengujian dan kalibrasi serta signifikan pada hasil harus, jika dapat dilakukan, diidentifikasi secara unuk. Rekaman harus dipelihara untuk setiap peralatan dan piranti lunak yang signifikan pada pengujian dan/atau kalibrasi yang dilakukan. Rekaman tersebut harus mencakup sekurang-kurangnya hal-hal berikut:a. Identitas peralatan dan piranti lunaknya;
    b. Nama manufaktur, identifikasi tipe, dan nomor seri atau identifikasi unik lainnya;
    c. Cek kesesuaian peralatan dengan spesifikasi;
    d. Lokasi terkini, bila sesuai;
    e. Instruksi manufaktur, jika ada, atau acuan keberadaannya;
    f. Tanggal, hasil dan salinan laporan dan sertifikat dari semua kalibrasi, penyetelan, persyaratan penerimaan, dan tanggal kalibrasi berikutnya harus dilakukan;
    g. Rencana perawatan, bila sesuai dan perawatan yang telah dilakukan;
    h. Kerusakan, kegagalan pemakaian, modifikasi atau perbaikan pada peralatan.Bentuk inventarisasi peralatan laboratorium dapat meliputi catatan dalam bentuk kartu, daftar peralatan, database dalam komputer dan catatan tersendiri untuk tiap peralatan.

Ingin memahami penerapan GLP (Good Laboratory Practice)? Ikuti training Multikompetensi dengan mengklik Link ini.

Sumber

Judul Buku : Pemahaman dan Penerapan ISO/IEC 17025:2017 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi

Penulis : Anwar Hadi

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Leave a Comment