Realitas Pemanasan Global

Realitas Pemanasan Global

Apakah Efek Rumah Kaca itu?

Realitas Pemanasan Global – Tidak ada keraguan mengenai kenyataan tentang efek rumah kaca. Efek inilah yang membuat bumi dapat dihuni kehidupan, sedangkan Venus sama sekali tidak berpenghuni. Efek rumah kaca disebut demikian karena kemiripannya dengan apa yang terjadi dalam rumah kaca ketika matahari bersinar. Sinar matahari yang masuk melalui atap dan dinding kaca menghangatkan ruangan didalam sehingga suhu menjadi lebih tinggi daripada di luar. Hal ini disebabkan kaca menghambat sebagian panas untuk keluar. Dengan kata lain, rumah kaca berfungsi sebagai perangkap panas.

Di bumi, efek rumah kaca dihasilkan oleh gas-gas tertentu dalam jumlah kecil di atmosfer. Gas-gas tersebut disebut gas rumah kaca. Titik-titik air dalam awan serta partikel-partikel kecil lain di atmosfer juga menangkap panas, yang akan lepas jika mereka tidak ada. Jadi gas-gas dalam atmosfer bumi berlaku sama dengan kaca dari sebuah rumah kaca.

Untuk pelatihan Green Building Implementation, klik Link ini

Gas-Gas Rumah Kaca

Atmosfer bumi terutama terdiri dari nitrogen yang mencakup 78 persen dari keseluruhan. Oksigen adalah gas yang terbanyak berikutnya dan mencakup sekitar 20 persen. Efek rumah kaca dari masing-masing gas ini amat kecil.

Realitas Pemanasan Global – Gas-gas rumah kaca yang paling penting yang menangkap panas didalam atmosfer adalah uap air dan karbon dioksida. Gas lain yang terdapat secara alami adalah metana, nitrat oksida dan ozon. Selain itu ada beberapa gas buatan, dimana yang terpenting adalaah klorofluorokarbon (CFC) yang mempunyai efek rumah kaca amat kuat

Karbon dioksida

Karbon dioksida (CO2) adalah gas rumah kaca yang terpenting yang sedang ditimbun dalam atmosfer oleh manusia. Konsentrasi alaminya kecil, hanya sekitar 0,03 persen. Namun selain efek rumah kacanya, karbon dioksida juga memainkan peranan alami yang vital dalam biosfer. Karbon dioksida diserap oleh tanaman dan dengan bantuan sinar matahari, diuraikan membentuk jaringan tanaman dalam proses yang dikenal sebagai fotosintesis.

Proses yang mirip terjadi di lautan dimana karbon dioksida diserap oleh ganggang. Dalam kedua hal ini oksigen dilepaskan sebagai produk sampingan.

Pada malam hari, ketika tidak ada sinar matahari, terjadi proses sebaliknya, dimana tumbuhan dan ganggang menyerap oksigen serta melepaskan karbondioksida. Proses ini dikenal sebagai respirasi atau bernapas; manusia dan hewan juga menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida ketika bernapas.

Bila tumbuhan atau hewan mati dan membusuk, kandungan karbon mereka terlepas dalam bentuk karbon dioksida. Demikian pula membakar kayu atau bahan bakar fosil juga melepaskan karbon dioksida. Tanah alami juga mengandung karbon; sampai 50 persen dari berat keringnya bisa berupa bahan organik yang membusuk sebagian. Jika tanah ini dibalik oleh pacul, sejumlah tertentu karbon terlepaskan ke dalam atmosfer dalam bentuk karbon dioksida.

Metana

Metana (CH4) adalah gas rumah kaca lain yang terdapat secara alami. Metana dihasilkan ketika jenis-jenis bakteri tertentu menguraikan bahan organik pada kondisi tanpa udara. Gas ini mudah terbakar, dan menghasilkan karbon dioksida sebagai hasil sampingan.

Metana dihasilkan secara alami pada saat pembusukan bahan organik di rawa-rawa dan kadang-kadang disebut gas rawa. Gas ini juga merupakan hasil sampingan dari kegiatan rayap; metana juga dihasilkan dalam perut sapi serta hewan-hewan lain, dimana gas ini dikeluarkan ketika mereka bersendawa dan kentut.

Kegiatan manusia telah meningkatkan jumlah metana yang dilepaskan ke atmosfer. Sawah merupakan kondisi ideal bagi pembentukannya, dimana tangkai padi nampaknya bertindak sebagai saluran metana ke atmosfer. Meningkatnya jumlah ternak sapi, kerbau dan sejenisnya merupakan sumber lain yang berarti.

Metana juga dihasilkan dalam jumlah cukup banyak ditempat pembuangan sampah; kadang-kadang hasilnya begitu banyak sehingga menguntungkan untuk mengumpulkan metana sebagai bahan bakar bagi ketel uap atau untuk menghasilkan tenaga listrik.

Metana merupakan komponen utama dari gas alam. Gas ini terdapat dalam jumlah besar pada sumur minyak atau gas alam. Metana uga terdapat terkait dengan batu bara dan merupakan bahaya mematikan dalam tambang; kebanyakan ledakan yang terjadi dalam tambang batu bara merupakan akibat tersulutnya campuran udara dan metana secara tidak sengaja. Metana dihasilkan dalam jumlah kecil pada saat pembakaran kayu dan bahan bakar lain, terutama jika pembakaran tidak efisien, gas ini juga dilepaskan pada proses pembuatan arang.

Nitrat Oksida

Nitrat Oksida (N2O) adalah gas rumah kaca yang terdapat secara alami. Dulunya gas ini digunakan sebagai anastesi ringan yang kadang-kadang membuat orang tertawa, sehingga dikenal sebagai gas tertawa.

Tidak banyak diketahui yang secara rinci tentang asal nitrat oksida dalam atmosfer. Diduga bahaw sumber utamanya yang mungkin mencakup sampai 90 persen, merupakan kerja jasad renik/mikroba dalam tanah. Pemakaian pupuk nitrogen meningkatkan laju pertambahan gas ini, nitrat oksida juga dihasilkan dalam jumlah kecil oleh pembakaran bahan bakar fosil. Konsentrasinya pada tahun 1986 adalah sekitar 310 ppb dan meningkat sekitar 0,25 persen pertahun.

CFC

Kloroflourokarbon (CFC) adalah sekelompok gas buatan yang diperkenalkan oleh General Motors, perusahaan mobil Amerika Serikat pada tahun 1930 an. Ironisnya bahwa CFC mempunyai begitu banyak sifat-sifat mengagumkan seperti tidak beracun, tidak mudah terbakar dan amat stabil sehingga dapat digunakan dalam berbagai peralatan dan mulai digunakan dengan luas setelah Perang Dunia II.

CFC paling banyak digunakan dibuat oleh pabrik Kimia Dupont dengan nama dagang Freon. CFC termasuk dalam kelompok gas yang lebih luas yang dikenal sebagai halokarbon.

Kenyataan bahwa CFC amat stabil mengartikan bahwa gas ini tahan lama; CFC-11 dapat tetap berada dalam atmosfer rata-rata selama 65 tahun dan CFC-12 sekitar 130 tahun. Konsentrasi CFC-11 dalam atmosfer anya 0.3 ppm (sekitar seper satu juta dari konsenstrasi karbondioksida) dan CFC-12 hanya sedikit di bawah 0,5 ppm. Tetapi keduanya merupakan gas rumah kaca yang amat kuat. Laju pertambahannya saat ini adalah sekitar 4 persen per tahun.

Ozon

Ozon adalah bentuk oksigen yang terdapat secara alami. Rumus kimianya adalah O3 yang artinya tiap molekul dari 3 atom oksigen dan bukan 2 atom seperti pada okisgen biasa yang mempunyai rumus kimia O2.

Ozon terdapat secara alami di atmosfer, lapisan dalam atmosfer yang memanjang sekitar 10 km sampai 50 km diatas permukaan bumi. Ozon pada stratosfer dibentuk oleh interaksi antara radiasi ultraviolet dari matahari dengan oksigen yang terdapat dalam stratosfer. Terdapat keseimbangan alami antara laju pembentukan ozon lahu penguraiannya sehingga jumlahnya dalam stratosfer kurang lebih tetap.

Ozon merupakan gas rumah kaca yang efektif. Namun, gas ini bersifat tidak stabil, hanya tahan beberapa minggu dalam atmosfer. Kontribusinya terhadap efek rumah kaca bervariasi dari tempat ke tempat dan dampak keseluruhannya sulit diperkirakan dengan tepat, walaupun demikian, ozon tampaknya mempunyai efek penting yang makin meningkat.

Uap air, gas rumah kaca lain dan awan

Sejumlah gas lain juga menimbulkan efek rumah kaca di bumi yang meliputi uap dan sejumlah gas buatan, termasuk pengganti CFC.

Uap bersifat tidak terlihat dan harus dibedakan dari awan dan kabut yang terbentuk ketika uap menjadi padat dan membentuk butir-butir air. Sebenarnya, uap merupakan penyumbang terbesar bagi efek rumah kaca. Jumlah uap dalam atmosfer berada diluar kendali langsung manusia dan dipengaruhi terutama oleh suhu global.

Gas-gas lain yang mempunyai efek rumah kaca adalah karbon tetraklorida, yang digunakan sebagai cairan pembersih kering, dan gas-gas halokarbon, dimana beberapa digunakan sebagai pengganti CFC. Walaupun efek dari keduanya masih kecil, namun penting untuk mempetimbangkan dengan ketat jumlah yang ditambahkan ke atmosfer.

Efek gabungan

Menghitung efek gabungan dari berbagai gas rumah kaca merupakan proses yang cukup rumit. Dampak dari masing-masing gas tergantung tidak hanya pada sifat-sifat rumah kacanya, tetapi juga pada masa hidupnya dalam atmosfer.

Konsentras gas-gas utama rumah kaca dalam atmosfer saat ini menunjukkan masah hidup dalam atmosfer dan potensi pemanasana global dari tiap gas dibandingkan dengan karbon dioksida. Perbandingan ini didasarkan pada efek 1 kg tiap gas pada masa 20 tahun. Efek gabungan dari gas-gas rumah kaca yang sejauh ini ditambahkan pada atmosfer akibat kegiatan manusia setara dengan 50 persen peningkatan dalam konsentrasi karbon dioksida.

Dari jumlah ini, sekitar setengah ditimbulkan oleh karbon dioksida sendiri. Sisanya oleh gas-gas rumah kaca lain.

CFC dan Lubang Ozon

Selain peranannya sebagai gas rumah kaca, CFC juga penting karena merusak lapisan ozon pada lapisan atas atmosfer. Akibatnya, CFC menyingkapkan pada manusia dan mahluk hidup lain terhadap bahaya radiasi ultraviolet yang kiat meningkat.

Pada akhir tahun 1960 an dan awah tahun 1970 an para ilmuwan mulai khawatir tentang kerusakan yang kemungkinan ditimbulkan oleh lapisan ozon oleh emisi buangan dari pesawat udara supersonik (seperti konkorde) yang terbang dalam stratosfer. Pada kenyataannya, Realitas Pemanasan Global dapat membuat kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Namun para ilmuwan menjadi tahu bahwa bahan-bahan lain yang dilepaskan ke dalam atmosfer dapat menjadi sumber bahaya serius.

CFC merupakan Realitas Pemanasan Global dan salah satu zat yang dicurigai, dan penyelidikan ilmiah menunjukkan bahwa memang bahan ini merupakan ancaman. Tetapi tidak ada bukti langsung bahwa CFC memang menyebabkan kerusakan. Walaupun demikian, setelah perdebatan sengit, penggunaan CFC dalam kaleng semprotan, yang memungkinkan merupakan kegunaan paling tidak penting, dibatasi dengan ketat oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1978 dan negara-negara lain kemudian mengikutinya.

Sumber

Judul Buku : Pemanasan Global – Siapa yang Merasakan Panas?

Penulis : Gerald Foley

Penerjemah : Hira Jhamtani

Tinggalkan komentar