Seberapa Penting Membangun Properti Hijau

Seberapa Penting Membangun Properti Hijau

Seberapa Penting Membangun Properti HijauPemanasan Global telah memperlihatkan efeknya secara jelas dalam kehidupan keseharian kita kini.

Perubahan iklim yang ekstrem telah membuat pergeseran musim kemarau dan musim hujan, serta ketidakteraturan cuaca.

Dalam sehari dalam hitungan jam, cuaca dapat berubah drastis dari panas terang menjadi hujan lebat. Ketidaksiapan pengembangan kota dalam mengantisipasi, memitigasi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim itu membuat kota-kota kita sangat rapuh terhadap ketidakseimbangan alam.

Seberapa Penting Membangun Properti Hijau – Bencana alam seolah terus membayangi dan mengancam keberlanjutan kehidupan kota dan kita.

Urgensi Properti Hijau

Perubahan peruntukan lahan dari ruang terbuka hijau menjadi hunian, bangunan komersial dan infrastruktur jalan membuat daya serap air berkurang.

Akitbat sistem jaringan dan kondisi saluran air yang buruk, hujan sebentar (1-3 jam) membuat kota tergenang air di titik-titik strategis dan jalan utama yang melumpuhkan kota.

Di kota-kota pesisir, penyedotan air tanah secara tidak terkendali memicu efek berantai terjadinya penurunan muka tanah dan intrusi air laut yang membuat korosi pada struktur jalan dan bangunan bertingkat.

Seberapa Penting Membangun Properti Hijau – Penggusuran hutan mangrove membuat kawasan tepi pantai mengalami abrasi dan limpasan air laut (rob) setiap saat.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dalam peringatan Hari Tata Ruang 8 November 2010 lalu mengangkat tema Perencanaan Kota Hijau yang Cerdas (Smart Green City Planning) untuk mendorong penataan ulang kota-kota di Indonesia mewujudkan kota hijau.

Kota yang mampu mengantisipasi, memitigasi dan mengadaptasi perubahan iklim. Fakta pemanasan global, perubahan iklim dan degradasi kualitas lingkungan kota, membuat upaya mewujudkan properti hijau bukan merupakan pilihan tetapi keharusan.

Meski belum semua, beberapa pengembang terus berkomitmen dan konsisten membangun properti hijau

Mewujudkan Properti Hijau

Dalam penilaian Green Property Awards 2010 yang dibagi dalam 3 kategori:

A. (Perumahan yang sudah jadi dan dihuni)

B. (Perumahan dalam tahap pengembangan)

C. (Perumahan yang baru dalam tataran konsep)

Ikut pelatihan ISO 14001 tentang sistem manajemen lingkungan dengan mengklik Link ini.

Target utama yang diharapkan dicapai adalah bagaimana pengembangan Real Estate dapat mengurangi penggunaan energi tidak terbarukan sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan (Surya, Kayu, Air, Biogas) dan meminimalkan dampak buruk pembangunan terhadap kelestarian lingkungan.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan, pengembang wajib mengolah sampah dengan prinsip zero waste dan mengelola air dengan konsep ekodrainase dan prinsip zero run off. 

Pengembang mengalokasikan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30 persen dari total luas lahan yang dikembangkan sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota.

Seberapa Penting Membangun Properti Hijau – Pengembangan properti hijau secara berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa membangun partisipasi aktif warga.

Seperti memelihara dan mengadopsi pohon di halaman dan lingkungan, membuat sumur resapan, membangun taman atap, mengolah sampah rumah tangga, mendorong berjalan kaki dan bersepeda, naik angkutan umum dan menjadi agen hijau.

Ke depan, kegiatan Green Property Awards ini akan menjadi semacam rapor tahunan bergengsi yang menggambarkan kinerja sebuah perumahan dalam mewujudkan properti hijau.

Sekaligus pedoman masyarakat mendapatkan hunian yang di idam-idamkan.

Sumber:

Judul Buku: GREENESIA

Penulis: Nirwono Joga

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (Kompas Gramedia)

Leave a Comment