Auditor internal tidak dibekali kompetensi, keberadaannya dianggap tidak penting

101 Kesalahan Konsepsi – Pengembangan dan Implementasi Sistem Manajemen Mutu Standar Internasional ISO 9001


Poin 5 : “Auditor internal tidak dibekali kompetensi, keberadaannya dianggap tidak penting”


Seseorang tidak akan pernah mampu membuat perubahan besar bila ia sendiri tidak mampu merubah dirinya.


Auditor adalah katalisator yaitu agen perubahan dan pemacu perubahan.

Melalui hasil pemeriksaan dan penilaian auditor sebagai mitra kerja-bukan polisi-yang disampaikan kepada auditee diharapkan bisa memicu terjadinya perbaikan. Auditor tidak mencari-cari kesalahan. Idealnya begitu. Tetapi kenyataannya di banyak perusahaan, fungsi audit internal merupakan titik lemah. Auditor tidak memahami perannya atau tidak mampu memainkan perannya. Fungsi audit diadakan sekedar untuk memenuhi persyaratan normatif. Auditor hanya menjadi pelengkap penderita. Karena ditunjuk, maka terpaksa melakukan audit sekedar memenuhi tanggung jawab. Yang penting audit sudah dilaksanakan. Apa kah hasilnya efektif? Emang gue pikirin. Apa jadinya bila auditor punya sikap EGP. Hasil kerjanya tidak optimal. Auditor hanya mampu mengangkat temuan-temuan sepele yang tidak memiliki bobot sama sekali. Bahkan yang lebih parah adalah auditor tidak membantu menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah baru karena kehadirannya dianggap mengganggu.


Ada satu cerita tentang pengakuan seorang karyawan yang terpaksa mengundurkan diri dari perusahaan karena merasa stress berat dengan kehadiran auditor internal.


Sumber : Buku 101 Kesalahan Konsepsi – Pengembangan dan Implementasi Sistem Manajemen Mutu Standar Internasional ISO 9001 (Willy Susilo)

 

info training : Training ISO 9001

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
chat with me