Beberapa Alasan Dibutuhkannya SOP

Pentingnya SOP

Adalah sudah menjadi rahasia umum bahwa hingga saat ini kesan buruklah yang melekat pada instansi pemerintahan. Hal ini seakan sudah menjadi anggapan umum dikalangan masyarakat. Terlebih dengan adanya istilah “kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah,” yang semakin memperburuk citra Instansi pemerintahan. Pandangan miring yang sudah terlanjur membudaya ini seakan menjadi beban tersendiri bagi aparatur pemerintahan, terlebih bagi anda pemangku jabatan pada instansi-instansi Pemerintahan. Kondidi demikian tentu membuat tidak nyaman anda sebagai aparatur sehingga menimbulkan : “Kenapa kondidi ini dapat terjadi?”

Tak dapat dipungkiri bahwa adanya anggapan miring tersebut adalah berawal dari buruknya pelayanan yang ditunjukan para paratur kita di berbagai bidang layanan public. Birokrasi yang berbelit dan pelayanan yang diskriminatif merupakan pandangan umum masyarakat kita terhadap Instansi Pemerintahan, yang banyak dikeluhkan masyarakat sampai saat ini. Siapa yang punya uang, dialah yang didahulukan.

Kenapa demikian?

Hal tersebut dapat dipastikan karena tidak adanya sistem kerja yang berlaku sebagai koridor pelayanan, sehingga menimbulkan tidak efektifnya kinerja aparatur yang bertugas melaksanakan pelayanan public. Hal ini hendaknya menjadi renungan setiap aparatur, khusnya para pemangku jabatan di berbagai instansi pemerintahan, demi mengangkat kembali citra instansi yang dipimpinnya.

Selama beberapa tahun terakhir, pengambil kebijakan di pusat berusaha mengubah anggapan itu. Berbagai keluhan senantiasa dijadikan pijkan untuk melangkah maju. Satu hal yang pasti adalah keluahn dan kesan buruk lambat laun akan menghilang, apabila instansi pemerintahan dimana anda bekerja menggunakan sebuah standar. Dengan kata lain harus ada acuan sebagai standar pelaksanaan kerja, agar semua pekerjaan menjadi tertata.

Selain lebih tertata, penyelengaraan administrasi menjadi lebih rapid an kesalah yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisir. Bahkan seandainya ada kesalahan, anda dan kolega dikantor bias menemukan apa bentuk kesalahan dan proses kerja yang bagaimana kesalah tersebut terjadi. Sebuah langkah yang menakjubkan, bukan?

Inilah gunanya standar itu. Standar dilakukan agar sistem berjalan dengan baik. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat akan lebih nyata, sehingga keluhan-keluhan seperti yang dinyatakan di atas, atak akan terdengar lagi. Jika keluhan minim, maka anda kan lebih menjadi nyaman dalam bekerja. Maka, jika dirunut lagi, kenyamanan Anda bekerja di kantor sangat bergantung kepada standar seperti apa yang digunakan.

Keberadaan SOP dapat dikatakan sebagai intrumen penting bagi membangun kinerja instansi pemerintahan dimana saja anda bekerja. Banyaknya kegiatan terkait tugas dan fungsi yang diembannya membuat organisasi perlu mengadopsi sistem ini. Karenanya SOP tidak hanya digunakan dalam sistem pemerintahan tetapi juga dalm lingkup perusahaan, baik BUMN maupun Swasta.

Perusahaan yang menggunakan SOP akan lebih mudah menilai bobot pekerjaan unit-unit yang ada didalmnya sehingga dapat lebih obyektif dalam menjalankan usahanya. Terlepas dari itu semua, dalm buku ini akan di batasi pengertian SOP khusus bagi pegawai, yang kemudian dikenal sebagai SOP Administrasi Pemerintahan.

Perusahaan swasta terutama mereka yang langsung berhubungan dengan kliennya, akan lebih mudah menjalani pekerjaan, mereka yang membuat produk tertentu dan berhadapan langsung dengan dengan konsumennya akan langsung membuat SOP yang sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas  perusahaannya. Ini saah satu yang bias dijadiakan contoh. Keprofesionalan mereka dalam menjalankan tugas layak untuk diacungi jempol. Mungkin kita akan ambil contoh mudah. Mengapa Indomaret dan Alfamart mempunyai standar kerja yang jelas?

Indomart dan Alfamart yang ada di sudut kota Jakarta misalnya, akan sama dengan yang ada di Yogyakarta. Baik dari segi barang yang didistribusikan, alur pekerjaan pegawainya, serta bagaimana cara pegawai menyapa pengunjung saat memasuki tempat belanja. Semuanya sama dan sebangun. Semuanya ramah. Hal ini tentunya ada standarisasi tersendiri, bukan? Tak mungkin para pegawai itu melakukannya atas inisiatif sendiri, tentu ada sebuah prosedur yang mereka taati.

 

Sumber : Total Media

Penulis : Adrinal Tanjung dan Bambang Subagjo

Judul buku : Panduan Praktis Menyusun Standard Operating Procedures (SOP) Instansi Pemerintahan

ingin tahu lebih lanjut tentang SOP? Klik link ini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
WhatsApp chat