Beberapa Persyaratan yang Harus Dimiliki oleh Seorang Planter Bagian 1

Beberapa Persyaratan yang Harus Dimiliki oleh Seorang Planter Bagian 1

Seiring dengan perkembangan dunia usaha industri kelapa sawit yang semakin pesat dan permasalahan yang timbul semakin kompleks, tugas dan tanggungjawab seorang planter semakin berat, oleh karenanya seorang planter dituntut untuk memiliki berbagai kemampuan yang dapat mendukung bidang kerjanya. Beberapa kemampuan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang planter antara lain mencintai pekerjaannya, mempunyai latar belakang agronomi, memiliki pengetahuan tentang bangunan, menyukai matematika, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mengetahui astrologi, mempunyai hobi dengan mesin-mesin, me­nyukai pekerjaan administrasi, Lancar mempergunakan komputer, menyu­kai riset (penelitian), mempunyai jiwa penjelajah, dan mampu bertindak seperti seorang dokter.

  1. Mencintai Pekerjaannya,  Untuk menjadi seorang planter yang sejati (tangguh dan andal), pertama kali yang hams dilakukan seorang planter adalah mencintai pekerjaannya.Untuk mendapatkan sukses dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit, mula-mula seorang planter harus berminat dalam bidang industri kelapa sawit. Alasannya sederhana saja. Kalau seorang planter tidak menikmati bidang usaha kelapa sawit, seorang planter tidak mungkin mengelola kebun kelapa sawit dengan baik. Ini merupakan prinsip mutlak.Dan rasa cinta yang besar atas pekerjaan di bidang kelapa sawit membuat seorang planter tidak keberatan untuk selalu bangun pagi. Dengan senang hati mereka bekerja keras sepanjang hari selama bertahun-tahun (sebenarnya mereka tidak pernah merasa “bekerja keras”, sebab yang dilakukan adalah apa yang memang “disukai”). Dengan gembira pula mereka menuai buah-buah kerja kerasnya dalam bentuk pundi-pundi kekayaan yang semakin besar (karena hasil yang optimal), mengalami kenaikan pangkat dan gaji karena prestasi kerja yang menakjubkan.Pekerjaan di bidang kelapa sawit itu memberikan gairah hidup bagi dirinya. Karena, pekerjaan itu telah menjadi habitus, menjadi bagian dan napas hidupnya. Karena, pekerjaan itu mereka anggap mulia. Karena, mereka tidak lagi bekerja untuk memperoleh uang, tetapi untuk memperoleh hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang (cinta, kemuliaan, kehormatan, dsb).

    Seorang planter yang bekerja dengan penuh rasa cinta akan jauh berbeda dengan mereka yang bekerja karena uang semata. Jika kita mencintai apa yang kita kerjakan sehari-hari, kita dapat meraih hasil yang terbaik.

    Kita banyak melihat planter bekerja lebih keras dan lebih lama seakan tidak kenal lelah. Kuncinya adalah bahwa dia benar-benar menyukai pekerjaannya dan sangat menikmatinya. Bisa jadi menurutnya, dia tidak sedang bekerja tapi dia sedang melakukan kesenangannya, dia sedang melakukan hobinya.

    Jika seorang planter mencintai pekerjaannya, pastilah ia tak akan merasa pernah bekerja, bahkan sehari sekali pun karena semuanya di­dasari dengan cinta jadikan segala sesuatu itu hobi. Jika seorang planter bekerja sesuai dengan bidang ia sukai, berarti ia sudah menapak di jalan kesuksesan.

    Planter yang mencintai pekerjaannya, bekerja dengan ikhlas dan se­penuh hati sehingga membuat ia selalu bersemangat seakan-akan disuntik oleh energi yang tidak pernah habis. Pekerjaan yang me­rupakan ekspresi diri kita yang selalu memunculkan ide-ide baru untuk berinovasi, pekerjaan yang begitu mempesona dan menarik perhatian kita sehingga membuat kita lupa waktu. Jika seorang planter memulai atau menjalankan usaha di bidang industri kelapa sawit, ia akan mencurahkan sepenuhnya waktu dan energi untuk memulai sebuah usaha dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil. Jadi sangatlah penting jika seorang planter sangat mencintai dan menyukai secara mendalarn apa yang ia kerjakan.

  2. Mempunyai latar belakang Agronomi,   Agronomi adalah cabang ilmu pertanian yang berkenaan dengan teori dan praktik produksi tanaman dan pengelolaan tanah secara ilmiah. Seorang planter mutlak menguasai agronomi. Penguasaan agronomi ini dapat diperoleh melalui pengalarnan kerja dan melalui pendidikan tinggi di bidang pertanian.Dengan menguasai agronomi, seorang planter dapat menerapkan sis­tem manajemen tanaman yang baik, yaitu pengelolaan tanaman di lapangan yang berdampak paling banyak terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Tindakan manajemen tanaman meliputi pembukaan lahan untuk pembibitan dan pemeliharaan pem­bibitan kelapa sawit, penanaman tanaman penutup tanah kacangan, penanaman kelapa sawit, pemeliharaan tanaman yang terdiri dari pemeliharaan tanaman sebelum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TBM), pengendalian hama, penyakit, dan gulma, pernupukan, panen dan pengangkutan produksi.Pemahaman tentang agronomi memudahkan seorang planter dalam melaksanakan perkerjaannya (membuat rencana kerja, anggaran, me­ngawasi pelaksanaan pekerjaan, mengajukan permintaan bahan pertanian termasuk pupuk, dan sebagainya).
  3. Memiliki pengetahuan tentang bangunan, Kebun memerlukan berbagai macam bangunan seperti perumahan karyawan, kantor afdeling, kantor kebun, pos satpam, balai karyawan, rumah hujan, masjid, gereja, dan sebagainya dan sudah tentu ba­ngunan yang telah lama digunakan membutuhkan perbaikan, demi­kian juga dengan infrasktruktur seperti jalan. Seorang planter dituntut untuk memiliki kemampuan menghitung kebutuhan bangunan di wilayah kerjanya berdasarkan jumlah tenaga kerja yang tersedia dan kondisi wilayah kerjanya, biaya setiap unit bangunan dan meng­hitung biaya perbaikannya.Dengan adanya sarana yang baik, akan mendorong karyawan untuk bekerja lebih giat dan akhirnya berdampak positif kepada produksi.
  4. Menyukai Matematika, Matematika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari seorang planter misalnya untuk menghitung kebutuhan pupuk atau bahan-bahan kimia dalam satu periode tertentu, pemakaian pupuk dan bahan kimia untuk sek.ali aplikasi, menghitung kebutuhan truk pengangkutan TBS, menghitung kebutuhan tenaga kerja, menghitung daftar upah, analisis biaya, sampai dengan pembuatan anggaran tahun.Dengan penguasaan matematika yang baik, angka-angka yang “aneh” dapat dengan cepat diketahui dan kesalahan perhitungan dapat di­perbaiki sebelum dilaksanakan atau dilakukan pembayaran.
  5. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, Mengingat seorang planter sering berhubungan dengan berbagai pi­hak dan golongan seperti karyawan, instansi pemerintahan (dinas tenaga kerja, dinas perkebunan, Badan Pertanahan Nasional), dan masyarakat sekitar kebun serta tidak terlepas dari permasalahan yang ada, maka kemampuan berkomunikasi yang baik dengan semua pihak sangat membantu seorang planter dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.Untuk meningkatkan disiplin kerja sekaligus produktivitas, seorang planter harus mampu memberikan bimbingan dan motivasi kepada bawahannya. ini dapat terwujud jika seorang planter memiliki ke­mampuan komunikasi yang baik.Demikian juga dengan masyarakat sekitar kebun, masyarakat sekitar kebun perlu mendapat pembinaan, penjelasan tentang manfaat ke­beradaan kebun, program-program kebun seperti sosialisasi ganti rugi lahan, kemitraan, dan lain-lain. Hal ini penting, jika mereka telah mengerti tentang manfaat keberadaan kebun maka masyarakat sekitar kebun dengan sepenuh hati dan dengan sendirinya akan mendukung program manajemen kebun.

    Hubungan dengan instansi dan pemerintah daerah juga tidak kalah pentingnya terutama kaitannya dengan perizinan seperti izin lokasi, izin usaha perkebunan, izin pendaratan alat berat, pelaporan kegiatan kebun, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya. Oleh karena itu, komunikasi dengan instansi terkait harus tetap dibina.

  6. Mengetahui Astrologi, Astrologi adalah ilmu perbintangan yang dipakai untuk meramal dan mengetahui tentang keadaan cuaca.Keadaan cuaca berkaitan dengan pola curah hujan. Pemanfaatan data pola curah hujan berkaitan dengan bermacam-macam aspek, seperti pembukaan areal, penanaman, pemupukan, tindakan-tindakan pemeliharaan, dan tindakan-tindakan pengawetan tanah.Pembukaan areal harus dilaksanakan pada musim kering, sedangkan penanaman sebaiknya dilakukan pada periode curah hujan sedang. Jika hujan relatif merata distribusinya, penanaman dapat dilakukan sepanjang tahun.

    Pemupukan yang tepat juga harus dikaitkan dengan pola curah hujan. Pemupukan dilaksanakan pada bulan-bulan yang curah hujannya tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Bila terlalu tinggi, pupuk tercuci dan hilang sebagian, sedangkan bila terlalu rendah (kering) pupuk tidak larut sehingga yang terserap oleh akar hanya sedikit.

    Pada pengendalian gulma dan hama secara kimiawi, penyemprotan pestisida jangan dilakukan bila hari hampir hujan, apalagi di waktu hujan, karena pestisida yang disemprotkan akan terbawa air atau ter­cuci sehingga efektivitas penyemprotan menurun dan hasilnya me­ngecewakan.

    Pengolahan tanah hendaknya dilakukan pada waktu curah hujan sedang. Bila terlalu kering, agregat (partikel yang terhimpun dalam suatu kelompok) tanah akan menjadi padat (kompak).

Berlanjut ke Bagian 2

Jika Anda ingin mengikuti training RSPO dan ISPO silahkan klik Link ini

 

Sumber :

Buku : Cara Cerdas Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit

Penulis : Maruli Pardamean, Qid, CRMP

Penerbit : Lily Publisher dari Penerbit ANDI

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!