Ciri-Ciri Struktur Kayu (Part 2)

3. Parenkim Kayu (Longitudinal)

Adalah sel kayu yang berfungsi untuk menyimpan makanan. Secara makroskopis, parenkim kayu terutama terdapat pada kelompok jenis kayu daun (lebar) dan relatif sedikit/hampir tidak terdapat pada jenis kayu jarum. Parenkim kayu bersifat masih hidup saat dalam kayu gubal.

Parenkim apotrakheal adalah parenkim yang tidak berhubungan dengan pembuluh, sedang parenkim paratrakheal adalah parenkim yang berhubungan dengan pembuluh.

4. Pembuluh Kayu (Pembuluh = Pori Pori Kayu Daun)

Pembuluh kayu hanya terdapat pada kayu daun dan merupakan satu satunya sel (pori) yang paling besar, sehingga secara makroskopis dapat dilihat dengan mudah. Sel ini terutama berfungsi untuk pengangkutan (saluran pengangkutan makanan). Bentuk selnya bersambung-sambung seperti susunan ruas-ruas bambu (bumbung) dari atas ke bawa dan dilengkapi sekat-sekat (dinding perforasi).

Secara makroskopis pembuluh kayu merupakan salah satu tanda pengenal yang baik. Ukuran (besarnya), jumlahnya dan letak penyebarannya dapat membantu penentuan kualitas kayu. Pembuluh yang lembut dan rapat, akan dipunyai pada kayu yang halus dan berkualitas baik.

Menurut penyebaran (letak) sel-sel satu dengan yang lain, pembuluh dapat dibedakan atas :

  • Pembuluh dengan penyebaran fungsi tunggal
  • Pembuluh dengan penyebaran baris radial
  • Pembuluh dengan penyebaran berkelompok
  • Pembuluh dengan penyebaran baris miring
  • Pembuluh dengan penyebaran ganda radial
  • Pembuluh dengan penyebaran baris tangensial

Perbedaan ukuran pembuluh pada kayu daun dapat menentukan susunan pori antara kayu awal dan kayu akhir yang dihasilkan yaitu:

  1. Apabila perbedaan ukuran dan pembuluh antara kayu awal dan kayu akhir sangat jelas (menyolok), maka kayu tersebut mempunyai susunan pori tata lingkar
  2. Apabila perbedaannya kurang jelas atau perlahan-lahan maka kayu tersebut mempunyai susunan pori tata lingkar semu
  3. Apabila tidak tampak perbedaan ukurannya (hampir sama), maka kayu tersebut merupakan susunan pori tata baur

Susunan pori tata lungkar umumnya disebabkan karena pertumbuhan pohon pada musim kemarau dan musim hujan yang berbeda jelas (Soenardi, 1976).

5. Jari-Jari Kayu

Jari-jari kayu merupakan bagian dari sel kayu yang selalu dilihat secara makroskopis, disamping pembuluh.

Arah jari-jari pada (x) adalah saling sejajar (searah) dari atas ke bawah atau dari dalam ke luar (lihat juring). Pada gambar yang sebenarnya, arah jari-jari adalah memusat (menuju empulur).

Menurut besarnya ukuran, jari-jari dibedakan atas :

  • Jari-jari sangat halus/lembut
  • Jari-jari halus
  • Jari-jari sedang
  • Jari-jari besar

Adanya jari-jari di dalam kayu bisa satu ukuran saja (misal ukuran kecil semua, atau besar semua), tetapi ada juga yang dua ukuran (misal, ukuran kecil dan besar). Adapula jari-jari yang tersusun teratur seperti susunan jendela hotel. Tipe jari-jari yang demikian disebut jari-jari bertingkat.

Jari-jari pada kayu daun (lebar) umumnya jumlah dan ukurannya sangat beraneka ragam, tetapi pada kayu jarum lazimnya hanya satu ukuran, halus dan kecil-kecil (seri 1).

6. Serabut (Kayu Daun) dan Trakeid (Kayu Jarum)

Sel serabut kayu merupakan sel paling kecil didalm kayu daun. Di dalam kayu jarum fungsi dan kedudukan digantikan oleh trakeid. Serabut kayu daun terdapat sekitar 50% dari volume kayu, sedang trakeid (kayu jarum) terdapatnya sekitar 90% dari volume kayu. Serabut kayu suka dilihat secara makroskopis, sehingga kurang membantu dalam pengenalan kayu secara makroskopis.

Namun demikian ada 2 fungsi penting yang berkaitan dengan serabut/trakeid ini, yaitu :

  • Penentu arah serat kayu
  • Penentu dimensi serat kayu (ini penting dalam kaitannya dengan kegunaan kayu untuk bahan pulp dan kertas)

Dimensi serabut (serat) terdiri atas: panjang serat, diameter serat dan lumen serta tebal dinding selnya

7. Pengenalan Ciri Lain yang Penting
  1. Serat Kayu
    Yaitu arah serabut-serabut kayu (atau unsur kayu lainnya) terhadap sumbu pohon.
    Arah serat kayu dapat dibedakan :
    – Serat lurus : Apabila arah unsur-unsur kayu tersebut sejajar terhadap sumbu-sumbu pohon
    – Serat miring : Apabila arah unsur-unsur kayu tersebut miring terhadap sumbu pohonSerat miring dibedakan atas :
    a. Serat diagonal: bukan serat asli, tetapi terjadi karena adanya kesalahan atau kesengajaan dalam menggergaji, arah seratnya tidak sejajar serat kayu.
    b. Serat terpuntir: Apabila arah unsur-unsur kayu tersebut memuntir ke kanan/ke kiri pada setiap lingkaran pertumbuhannya. Apabila arah unsur-unsur kayunya setiap lingkaran pertumbuhan memuntir bergantian arah ke kanan, kemudian ke kiri, ke kanan lagi dan seterusnya. maka disebut serat berpadu. Arah serat terpuntir misalnya kayu damar, sedang arah serat berpadu misalnya pada kayu sengon, mahoni dan hampir sebagian jenis kayu kalimantan
    c. Serat berombah: Apabila arah unsur-unsur kayu/serabut tersebut berombak terhadap sumbu pohon, misalnya pada jenis kayu jati moirie.
  2. Saluran Damar
    Saluran damar terutama terdapat pada kelompok jenis kayu jarum, walaupun pada jenis kayu daun sering juga ada, misalnya : meranti, keruing, pulai dan sebagainya.
    a. Menurut terjadinya saluran damar ada 3, yaitu:
    – Saluran damar yang terjadi secara shizogen, yaitu karena adanya sel kayu yang saling menjauhkan diri
    – Saluran damar yang terjadi secara lisigen, yaitu karena adanya sel kayu yang rusak, misalnya pada perlakuan penyadapan
    – Saluran damar yang terjadi secara schizolisigen hingga saluran damarnya lebar
    b. Menurut letak/arahnya didalam kayu ada 3, yaitu:
    – Saluran damar aksial/longitudinal. misalnya pada: kapur, keruing, pinus dan Diptercarp lain
    – Saluran damar tangensial/konsentrik, misalnya pada: meranti dan dipterocarp lain
    – Saluran damar radial, misalnya pada pulai

Pada beberapa jenis saluran damar (getah) ada yang dilengkapi dengan dinding penguat yang bersifat epitel (berfungsi parenkim epitel). Umumnya saluran damar yang terjadi secara schizogen mempunyai sel epitel.

Ingin mengetahui pemahaman Industri Kehutanan? Ikuti training Multikompetensi dengan mengklik Link ini

Sumber

Judul Buku : Teknologi Hasil Hutan

Penulis : Kasmudjo

Editor : Yudo EB Istoto

Design Cover & Isi : Janoerkoening Adv

Penerbit : Cakrawala Media

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!