Fungsi dan Manfaat Laboratorium sebagai Sumber Belajar

Pasal 43 Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1988 ditetapkan pula fungsi Laboratorium untuk :

  1. Mempersiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan.
  2. Mempersiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan.
  3. Sedangkan menurut Sukarso (2005), secara garis besar fungsi laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut :
  • Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
  • Mengembangkan keterampilan motorik peserta didik. Peserta didik akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.
  • Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungan alam dan sosial
  • Memupuk rasa ingin tahu peserta didik sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
  • Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya.

Selain fungsi yang telah disebutkan di atas, sebagai sumber belajar laboratorium juga memiliki peran penting yang bermanfaat dalam pencapaian tiga tujuan pembelajaran yaitu :

  • Keterampilan kognitif, misalnya melatih agar teori dapat dimengerti dan agar teori dapat diterapkan pada keadaan problem nyata.
  • Keterampilan afektif, misalnya belajar bekerja sama, belajar menghargai bidangnya dan belajar merencanakan kegiatan secara mandiri.
  • Keterampilan psikomotorik, misalnya belajar memasang peralatan sehingga betul-betul berjalan, dan berjalan memakai peralatan dan instrumen tertentu.

Sumber :

Buku : Manajemen Laboratorium Sekolah

Penulis : Drs. Daryanto

Penerbit : Penerbit Gava Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
chat with me