Identifikasi Kayu

Identifikasi kayu pada bagian ini lebih menitikberatkan pada pengenalan struktur dan identifikasi kayu secara makroskopis atau dikenal dengan pengenalan kayu atau pengenalan ciri dan sifat-sifat kayu (skala perdagangan) saja.

Untuk menuju materi tersebut diberikan hal ikhwal mengenai tumbuhan yang menghasilkan kayu itu sendiri, identifikasinya secara makroskopis (struktur) kayu yang penting, untuk diketahui dan hal-hal terkait dengan contoh nomenklatur kayu perdagangan beserta ciri-ciri kayu makroskopisnya.

Tumbuhan Penghasil Kayu (Tumbuhan Berkayu)

Tumbuhan penghasil kayu, mempunyai ciri-ciri :

  1. Tumbuhan tersebut vasklair, artinya mempunyai jaringan pengangkutan (mempunyai xylem dan phloem).
  2. Tumbuhan tersebut parennial, artinya dapat berumur beberapa tahun.
  3. Tumbuhan tersebut dapat hidup dari tahun ke tahun dan mempunyai batang.
  4. Tumbuhan tersebut mengalami penebalan sekunder, artinya mempunyai batang yang bertambah besar (menambah diameter).

Ditinjau dari macamnya, tumbuhan berkayu dapat dikelompokkan ke dalam tiga macam yaitu:

  1. Pohon : Ialah tumbuhan berkayu yang dapat mencapai tinggi paling sedikit 7 meter (20′) dan biasanya hanya mempunyai batang pokok tunggal
  2. Semak/perdu : ialah tumbuhan berkayu yang tingginya jarang kurang mencapai 7 meter dan biasanya mempunyai batang pokok lebih dari satu / beberapa batang.
  3. Liana berkayu : ialah tumbuhan memanjat yang menggunakan alat tertentu (akar kait) untuk tegak/berdiri (misal : rotan). (Soenardi, 1976).

Dari tiga macam tumbuhan berkayu tersebut, mayoritas dan yang terpenting adalah pohon, kemudian baru dua macam kelompok lainnya.

Pohon yang penting berasal dari 2 kelompok besar tumbuhan yaitu subplyllum Gymnospermae dan Angiospermae, dari Gymnospermae, yang berkayi misalnya Cycadales, Gingoales, Coniferales dan Gnetales, sedang dari Angiospermae (yang berkayu) antara lain adalah Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.

Dari Gymnospermae, yang potensial dan penting adalah Ordo Coniferales (Konifer) sedang dari Angiospermae yang penting adalah Dycotyledoneae (Dikotil).

Dari segi pentingnya dapat dikemukakan dari dua kelompok jenis tersebut dan nyata-nyata memberikan manfaat untuk kehidupan manusia, misalnya untuk: Coniferales yaitu :

  • Jenis Konifer cukup baik sebagai bahan baku macam-macam industri pengolahan
  • Dapat digunakan untuk berbagai keperluan
  • Tumbuhnya monopodial (lurus, sedikit bercabang dan silindris)

Dari dua kelompok besar jenis tumbuhan berkayu tersebut, (Coniferales dan Dicotyledoneae) ternyata menurut pengelompokan jenis kayu di dunia dijadikan standar (pedoman) di dalam identifikasi kayu. Dari Coniferales menghasilkan softwood sedangkan dari Dicotyledoneae menghasilkan hardwood.

  • Softwood adalah kelompok jenis kayu daun jarum. Merupakan bagian dari tumbuhan berkayu yang terbanyak didaerah subtropis (beriklim sedang) atau di daerah pegunungan. Di Indonesia contoh dari kelompok ini adalah: kayu pinus, agathis, jamuju dan lain-lain.
  • Hardwood adalah kelompok jenis kayu dan lebar (kayu keras). Merupakan bagian dari tumbuhan berkayu yang banyak didaerah tropika, khususnya di Indonesia. Contoh dari kelompok ini adalah: kayu jati, mahoni, meranti, matoa, sonokembang, gerunggang, kayu besi, eboni dan lain-lain

Selanjutnya menurut pertumbuhannya, pohon mengalami dua keadaan ketika menjadi dewasa atau besar :

  • Pertumbuhan meninggi, yaitu penumbuhan pada titik tumbuh apikal atau menambah panjang batang dan disebut pertumbuhan primer (apikal).
  • Pertumbuhan menebal, yaitu pertumbuhan oleh kambium lateral atau untuk menambah diameter pohon/batang pokok dan disebut pertumbuhan sekunder (lateral) (Haygreen dan Bowyer 1989; Kasmudjo 2001;Soenardi, 1976).
Identifikasi Kayu Secara Makrosopis

Identifikasi kayu ada dua macam yaitu : Identifikasi secara makroskopis dan mikorskopis

Identifikasi kayu bertujuan untuk :

  1. Mengenal jenis-jenis kayu
  2. Membedakan antara jenis-jenis kayu satu dengan lainnya.

Ada dua kepentingan yang ingin dicapai dari identifikasi kayu yaitu :

  1. Secara ilmiah, untuk membedakan jenis-jenis kayu satu dengan lainnya secara teliti (sampai pada pengamatan sel-sel secara mikroskopis)
  2. Dalam perdagangan, agar pembeli atau konsumen tidak keliru dalam memilih suatu jenis kayu yang diinginkan

Seperti telah dijelaskan di bagian depan bab ini, Identifikasi Kayu secara mikroskopis tidak akan diberikan disini, sedang Identifikasi Kayu secara mikroskopis akan diberikan secukupnya.

Identifikasi Kayu secara makroskopis atau pengenalan kayu adalah Identifikasi Kayu melalui ciri-ciri kayu yang kasat mata, artinya ciri-ciri tersebut dapat (mampu) dilihat dengan mata biasa atau maksimal dengan bantuan loupe atau kaca pembesar. Pengenalan kayu secara makroskopis masih ada kelemahannya, tetapi merupakan cara terbaik bagi praktisi lapangan dan para pengguna karena mudah caranya dan cepat. Dengan pengalaman yang memadai kelemahan-kelemahan tersebut dapat ditiadakan (Soenardi, 1976).

Dalam perdagangan, Identifikasi Kayu secara makroskopis sangat diperlukan, Namun demikian, didalam identifikasi ini kayu yang mampu dikenal agak terbatas dan mungkin masih sering timbul keliruan sebagai akibat karena adanya nama-nama daerah dan nama-nama kayu perdagangan yang cukup banyak.

Oleh karena itu nama-nama kayu perdagangan juga perlu dibakukan. Nomenklatur kayu perdagangan sangat membantu untuk kepentingan Identifikasi Kayu.

Contoh nomenklatur kayu perdagangan tersebut misalnya:

  1. Shorea leprosula Miq
    Disebut dengan :
    – meranti merah (Malaya)
    – meranti tembaga
    – meranti (Malaysia)
    – seraya (Singapura)
    – Lanan (Philipina), atau sebagai Philipina Mahagony
  2. Mahoni (Swietenia mahagony, Spanish mahagony)
    Dikenal juga sebagai :
    Swietenia macrophylla (Amerika)
    African mahagony (Afrika)
  3. Jati (Teak), yaitu dari Tectona grandis L.f
    Dikenal juga dengan :
    African Teak (Chlorophora exelsa)
    – Eng Teak (Dipt. tuberculatus)
    – Borneo Teak (Dryobalanops Sp.)

Ingin memahami pengetahuan kehutanan/industri kayu? Ikuti training Multi Kompetensi dengan mengklik Link ini.

Sumber

Judul Buku : Teknologi Hasil Hutan

Penulis : Kasmudjo

Editor : Yudo EB Istoto

Design Cover & Isi : Janoerkoening Adv

Penerbit : Cakrawala Media

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!