Istilah dan Definisi Dalam K3

Berikut ini istilah yang banyak digunakan dalam bidang K3 sebagai berikut.

  1. Risiko yang dapat diterima, Risiko yang telah ditekan sampai tingkat yang dapat diterima sesuai dengan persyaratan hukum dan kebijakan organisasi
  2. Audit, Suatu proses sistematis, independen dan terdokumentasi untuk mendapatkan “bukti audit” dan evaluasi objektivitasnya untuk menetapkan sejauh mana “kriteria audit” terpenuhi
  3. Peningkatan berkelanjutan, proses berlanjut untuk meningkatkan sistem manajemen K3 dengan maksud untuk mencapai peningkatan kinerja K3 secara menyeluruh konsisten dengan kebijakan organisasi.
  4. Tindakan koreksi, tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang terdeteksi atau situasi yang tidak diinginkan lainnya.
  5. Dokumen, informasi dan media pendukungnya. Media dapat berupa kertas, magnetis elektronik, cakram, fotografi dan lainnya.
  6. Bahaya, Keadaan atau situasi yang potensial dapat menyebabkan kerugian seperti luka, sakit, kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan kerja, atau kombinasi seluruhnya.
  7. Identifikasi Bahaya, proses pengenalan adanya suatu bahaya dan menentukan karakteristiknya.
  8. Gangguan Kesehatan Kerja, Kondisi yang dapat merusak fisik atau mental yang timbul dari dan/ atau dapat memburuk oleh aktivitas kerja dan/ atau situasi yang berhubungan dengan pekerjaan.
  9. Insiden, Adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang menimbulkan atau dapat menimbulkan cedera, penyakit kerja (tanpa memandang keparahannya) atau kematian
  10. Pihak yang berkepentingan, Individu atau kelompok, di dalam atau di luar tempat kerja yang pedulu atau terpengaruh oleh kinerja K3 dari suatu organisasi.
  11. Ketidaksesuaian, tidak memenuhi persyaratan.
  12. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kondisi atau faktor yang mempengaruhi atau dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pekerja atau pekerja lain (termasuk pekerja sementara dan kontraktor), pengunjung, atau setiap orang di tempat kerja.
  13. SMK3, Bagian dari sistem manajemen organisasi yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan K3 dan mengelola risiko K3.
  14. Objektif K3, Objektif K3 dalam pengertian kinerja K3, yang ditetapkan sendiri oleh organisasi untuk dicapai.
  15. Kinerja K3, Hasil terukur dari pengelolaan risiko K3 oleh organisasi.
  16. Kebijakan K3, Maksud dan arahan secara menyeluruh dari organisasi berkaitan dengan kinerja K3 yang ditunjukkan secara formal oleh “manajemen puncak”
  17. Organisasi, Organisasi, korporasi, firma, badan usaha, otoritas atau instuisi, bagian atau kombinasi, baik merupakan badan usaha atau bukan, umum atau swasta, yang memiliki fungsi dan administrasi.
  18. Tindakan pencegahan, Tindakan untuk menghilangkan penyebab potensi ketidaksesuaian atau situasi potensial yang tidak dinginkan lainnya.
  19. Prosedur, Cara spesifik untuk melakukan suatu kegiatan atau proses.
  20. Rekaman, Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberikan bukti kegiatan telah dilakukan
  21. Risiko, Kombinasi dari kemungkinan terjadinya berbahaya atau paparan dengan keparahan dari cedera atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut.
  22. Penilaian Risiko, Proses mengevaluasi risiko yang timbul dari suatu bahaya, dengan memperhitungkan kecukupan pengendalian yang ada, dan menetapkan apakah risiko dapat diterima atau tidak.
  23. Tempat kerja, setiap lokasi fisik dimana kegiatan berkaitan dengan kerja dilakukan di bawah pengawasan organisasi.

Demikian isitlah dan definisi dalam K3, semoga artikel ini bermanfaat.

 

Sumber :

Buku : Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja OHSAS 18001

Penulis : Soehatman Ramli

Editor : Husjain Djajaningrat

Penerbit : Dian Rakyat

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!