Kendala Penerapan ISO 14000 [Tajima, T; 1999; Hammer, B; 1977]

Kendala Penerapan ISO 14000 [Tajima, T; 1999; Hammer, B; 1977]

Ada dua kendala dalam penerapan ISO 14000 yaitu :

  1. Kendala dari kebijakan Pemerintah tentang Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) dan
  2. Kenda dari tingkat dunia industri.

Kendala Kebijakan Lingkungan

  • Dewasa ini di Indonesia masih menganut ujung pipa (the end of pipe pollution) berarti dunia indsutri di Indonesia menganut jika sudah ada limbah mencemari lingkungan kemudian dilakukan tindakan sesuai dengan peraturan, sedangkan ISO 14000 tentang Sistem Manajemen Lingkungan menganut pencegahan pencemaran (Pollution Prevention).
  • Kurangnya insentif dari Pemerintah terhadap dunia industri dalam peningkatan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan.
  • Belum jelasnya kebijakan akreditasi dan sertifikasi ISO 14000
  • Biaya sertfiikasi masih relatif mahal bagi dunia industri kecil dan menengah di Indonesia
  • Kurang tenaga terlatih untuk mengaudit Sistem Manajemen Lingkungan di lokasi industri, dan
  • Kurang telaga terlatih yang sudah pernah memperoleh latihan tentang ISO 14000 untuk mengaudit sistem manajemen lingkungan.

Kendala Tingkat Industri

  • Kurangnya komitmen pihak manajemen puncak dalam industri,
  • Tenaga operator tingkat bawah kurang termotivasi untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML).
  • Kurangnya kepedulian para karyawan dalam dunia industri terhadap keuntungan yang diperoleh dari penerapan Sistem Manajemen Lingkungan misalnya penerapan eco-labeling pada produk barang yang dihasilkan berarti memperluas jaringan pemasaran produk ke tingkat pasar Internasional.
  • Kurangnya kesadaran terhadap Sistem Manajemen Lingkungan
  • Kurangnya tenaga terlatih untuk melaksanakan kebijakan lingkungan dari manajer puncak.
  • Kurang jelasnya strukutr organisasi dunia indsutri mengakibatkan tenaga kerja kunci tidak sadar terhadap lingkungan dan
  • Sistem Manajemen Lingkungan yang ada hanya di atas kertas dan digunakan jika akan dilakukan audit lingkungan dari pihak yang berwajib.

Proses Standar ISO 14000 [Tibor, T., 1996]

ISO mengikuti beberapa prinsip kunci dalam proses pengembangan standar. Hal ini meliputi :

  • Konsensus berarti semua pandangan dipertimbangkan dalam manufakturing, pengguna, pedagang, kelompok konsumen, laboratorium uji mutu, pemerintah, organisasi profesi para penelit seperti Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia.
  • Dunia Industri berarti mempunyai tujuan konsep standar yang memuaskan dunia industri dan konsumen dan
  • Sukarela berarti standar internasional sifatnya sukarela dalam pasar nasional maupun pasar internasional dan tidak ada paksaan.

Pengembangan Standar

Standar internasional dikembangkan oleh panitia teknis ISO melalui beberapa tahap, yaitu:

  • Tahap usulan (proposal),
  • Tahap persiapan,
  • Tahap panitia komite,
  • Tahap persetujuan, dan
  • Tahap publikasi

ISO 14000 adalah merupakan Sistem Manajemen Lingkungan Hidup yang harus dilakukan secara kontinu.

Komponen ISO 14000

1. Perencanaan

Perencanaan meliputi :

  • Masalah lingkungan hidup
  • Identifikasi masalah lingkungan hidup
  • Usulan penyelesaian masalah lingkungan hidup
  • Undang-Udnang Republik Indonesia tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Lainnya, dan
  • Target program Sistem Manajemen Lingkungan hidup yang ingin dicapai.

2. Implementasi dan operasi

Implementasi dan operasi meliputi :

  • Metode
  • Prosedur
  • Alat bantu
  • Pengumpulan data
  • Pengolahan data
  • Analisis data
  • Validasi data
  • Struktur
  • Tanggung jawab
  • Pelatihan atau training
  • Komunikasi
  • Pengendalian dokumen dan
  • Pengendalian operasi dan penanggulangan keadaan darurat

3. Pemeriksaan dan koreksi

Pemeriksaand an koreksi terdapat penyimpangan yang meliputi :

  • Pemantauan
  • Koreksi pencacatan
  • Audit lingkungan hidup
  • Interpretasi data dan
  • Pemberian saran

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 [Tajima, T., 1999; Tibor, T., 1996; Hammer, B., 1977]

Latar belakang menuju ISO 14001 adalah agar dicapai penegakan peraturan lingkungan hidup, kebijakan ekonomi dan indikator lain agar dicapai perlindungan lingkungan, kinerja, pengendalian dampak kegiatan dunia indsutri, produk barang dan jasa pelayanan dengan tetap memperhatikan kebijakan lingkungan hidup dan tujuan. Standar ISO 14001 dinyatakan bahwa ruang lingkup ISO 14000 tidak termasuk metode analisis bahan pencemar, nilai ambang batas, tingkat kinerja dan standarisasi produk barang.

Manfaat ISO 14001

  • Konsumen yakin bahwa dunia indsutri sudah menerapkan aspek lingkungan
  • Meningkatkan kerja sama antara dunia dan masyarakat
  • Diberi insentif oleh Pemerintah kepada calon penanam modal
  • Meningkatkan citra produk barang dan jasa pelayanan kepada dunia Internasional
  • Memenuhi kriteria sertfikasi vendor
  • Menjamin keselamatan (safety), kesehatan (health), dan perlindungan lingkungan (enviromental protection)
  • Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan
  • Memudahkan pengendalian biaya.

Pencegahan dan pengendalian pencemaran (pollution) merupakan konsep yang sudah diterima hampir semua industri baik di negara mau maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Meminimalisasi limbah atau pencegahan limbah kimia sudah banyak diterapkan dalam dunia industri, seperti industri pulp dan kertas, industri zat warna, industri pestisida, industri pangan dan indsutri obat-obatan.

ISO 14001 Ditetapkan oleh Manajer Puncak

Lingkup ini meliputi :

  • Skala dan dampak
  • Komitmen tentang Total Quality Management (TQM)
  • Komitmen pentaatan terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UURILH) dan Peraturan Pemerintah yang mendukung UURILH tersebut.

Kebijakan yang diambil ialah meliputi kerangka kerja, dokumentasi dan tersedianya dokumentasi secara periodik tentang kepedulian dan kompetensi IS0 14000. Pada ISO 9000 dan ISO 14000 merupakan faktor pemasaran produk menuju pasar internasional. Akreditasi adalah prosedur dimana badan yang berwenang memberi pengakuan formal bahwa badan atau perorangan mampu melaksanakan kegiatan spesifik.

Sifat Sistem Manajemen Lingkungan

ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan yang merupakan bagian seluruh sistem manajemen lingkungan, yaitu :

  • Struktur Organisasi
  • Kegiatan planning atau perencanaan
  • Pelaksanaan prosedur dan proses
  • Pelaksanaan prosedur dan proses
  • Tanggung jawab
  • Sumber daya untuk pengembangan dan implementasi
  • Kebijakan lingkungan
  • Dinamis
  • Memelihara hubungan baik dengan publik
  • Memuaskan kriteria investor dan memperbaiki akses ke modal
  • Memperoleh asuransi pada biaya yang layak
  • Meningkatkan citra atau image dan peluang pasar
  • Memperbaiki pengendalian biaya
  • Meningkatkan hubungan baik antar dunia industri dan pemerintah
  • Melibatkan semua orang
  • Saling ketergantungan
  • Terpadu dan terintegrasi
  • Memberikan visi jangka panjang
  • Pelaksanaan kegiatan jangka pendek dan
  • Menganut azas konsisten

Standar Operasi ISO 14001

  • Penggunaan bahan baku berbasis sumber daya alam
  • Limbah yang dihasilkan masuk ke dalam air, udara, lahan, serta limbah padat dan
  • Dampak penggunaan produk dan limbah yang dihasilkan dari penggunaan produk

Dampak negatif yang harus diperhatikan dalam ISO 14001 ialah meliputi bahan pencemaran ke udara oleh gas asap dari cerobongan, pencemaran air permukaan tanah oleh limbah organik dan anorganik, pencemaran lahan oleh residu limbah, kematian biota perarian, kematian flora dan fauna. Dalam melaksanakan ISO 14001 harus menganut azas konsisten dengan kebijakan lingkungan dan komitmen terhadap penanganan pencegahan pencemaran tanah, udara dan lahan

  1. ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan yang terdiri atas spesifikasi dengan berbagai petunjuk pelaksanaan. Standar ISO 14000 sudah diterapkan tahun 1996
  2. ISO 14004 tentang Sistem Manajemen Lingkungan yang terdiri atas petunjuk umum terhadap prinsip, sistem dan pendukung teknis. Standar ISO 14004 sudah diterapkan pada tahun 1996.

ISO 14000 meliputi :

  • Labeling Lingkungan
  • Standar Kinerja Lingkungan dan
  • Pengkajian Siklus Hidup

Pengembangan standar ISO 14000 dapat diklarifikasikan bahwa ruang lingkup bukan mencakup metode untuk pencemar, penyusunan batas-batas nilai dan tingkat kinera serta standar produk. ISO 14001 hanya merupakan standar bagi pihak ketiga yang dapat diberi sertifikasi organisasi. Beberapa negara ASEAN dan Asia seperti Republik Rakyat Cina, India, Korea, Thailand, Philippines sudah mulai mengukur hal-hal spesifik untuk memulai standar ISO 14000.

Secara makro penerapan ISO 14000 meliputi :

  • Merangkum kebijakan lingkungan dan peraturan, tujuan, target serta pengembangan prasaran untuk penerapan standari ISO 14000
  • Mengenalkan dan implementasi program khusus untuk promosi manajemen lingkungan termasuk awal program eco-labeling dan pengkajian siklus hidup (life cycle assessment) pengukuran efektivitas, koreksi masalah timbul
  • Meningkatkan semangat upaya sukarela untuk promosi manajemen lingkungan yang ditekankan pada pencegahan dan perbaikan terus-menerus dan
  • merangkum sistem untuk perbaikan dan peningkatan kinerja lingkungan secara terus menerus.

Ingin mengetahui lebih mendalam tentang ISO 14001? Ikuti training kami dengan mengklik Link ini

Sumber :

Penulis : Prof. Dr. Ir. Ign. Suharto, APU

Penerbit : CV Andi Offset (Penerbit ANDI)

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!