Keuntungan Menggunakan HACCP

Banyak sekali keuntungan atau manfaat yang diperoleh dengan penerapan Sistem HACCP pada industri pangan. Beberapa contoh manfaat tersebut diantaranya adalah:

  1. Pendekatan keamanan pangan secara sistematik, Keamanan pangan tidak lagi didasarkan hanya pada hasil pemeriksaan dan pengujian, tetapi telah dirancang sejak awal dan mencakup seluruh aspek
  2. Merupakan sistem manajemen pencegahan secara proaktif, Tindakan pencegahan dilakukan sebelum terjadinya kasus, sehingga munculnya masalah mutu keamanan pangan dapat dihindari (minimum). Jika perusahaan bersikap reaktif, maka seringkali kasus keamanan pangan baru ditindaklanjuti setelah ada kesalahan dari konsumen. Hal ini yang dapat menghancurkan perusahaan.
  3. Melengkapi dan memperkuat Quality Management Systems (QMS), Jika suatu perusahaan telah menerapkan suatu sistem manajemen mutu, maka HACCP akan melengkai dan memperkuat sistem tersebut. Terutama yang mengarah pada mutu keamanan produk.
  4. Dapat diintegrasikan dengan QMS, QMS bersifat umum, artinya mencakup semua parameter mutu (misalnya keluhan pelanggan, efisiensi biaya dan sumber daya, keseragaman produk, dan sebagainya). Sedangkan HACCP lebih pada keamanan, sehingga HACCP dapat diintegrasikan pada QMS yang telah diterapkan oleh perusahaan.
  5. Merupakan pendekatan yang sudah dikenal secara internasional, HACCP telah dikenal diseluruh dunia, karena itu jika suatu industri pangan telah mengadopsi dan menerapkannya, maka sertifikat HACCP akan diakui secara internasional. Pada akhirnya proses pemasaran produk ke luar negeri (ekspor) akan lebih mudah.
  6. Mengurangi penolakan produk sehingga mampu mengurangi biaya, Penolakan produk pangan (terutama ekspor)  sekitar 80% diantaranya karena masalah keamanan pangan. Jika HACCP telah berhasil, maka masalah ini dapat dikurangi (bahkan dihilangkan) sehingga penolakan produk dapat dihindari. Keuntungan dan reputasi perusahaan akan meningkat.
  7. Meningkatkan kepuasan konsumen.
  8. Memperbaiki pemahaman dan motivasi kerja tim.
  9. Memperbaiki pemahaman da motivasi kerja tim.
  10. Merupakan alat yang digunakan untuk manajemen risiko.
  11. Proteksi terhadap merek.

 

Sumber : Buku Sistem Jaminan Mutu Industri Pangan oleh Dr.Ir. Tjahja Muhandi, MT, Ir.Darwin Kadarisman, MS, Tim PREMYSIS Consulting

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
chat with me