Masalah Limbah

Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang menjadi andalan perekonomian Indonesia. Perkembangan sektor industri memiliki peran penting dalam memberikan dampak positif terhadap perekonomian seperti menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan, memperluas kesempatan bagi masyarakat, meningkatkan devisa negara dari ekspor dan memberikan sumbanga besar terhadap pendapatan nasional. Disisi lain pertumbuhan sektor industri juga membawa efek negatif terhadap lingkungan yaitu semakin meningkatnya jumlah limbah industri dan semakin berkurangnya sumberdaya alam.

Limbah adalah zat atau bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik, yang kehadirannya pada suatu saat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena dapat menurunkan kualitas lingkungan.

Adapun karakteristik limbah adalah sebagai berikut:

  1. Berukuran mikro, maksudnya ukurannya terdiri atas pertikel-partikel kecil
  2. Dinamis, artinya limbah tidak diam ditempat, selalu bergerak, dan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan
  3. Penyebarannya berdampak luas, artinya lingkungan yang terkena limbah tidak hanya pada wilayah tertentu melainkan berdampak pada faktor lainnya
  4. Berdampak jangka panjang, maksudnya masalah limbah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sehingga dampaknya akan timbul pada generasi mendatang.

Karakteristik limbah secara khusus dibagi tiga yaitu:

  1. Karakteristik fisik: zat padat, bau, suhu, warna, dan kekeruhan
  2. Karakteristik kimia: bahan organik, BOD (Biological Oxygen Demand), DO (Dessolved Oxygen), COD (Chemical Oxygen Demand), pH (Puissance d’Hydrogen Scale), dan logam berat
  3. Karakteristik biologi: digunakan untuk mengukur kualitas air terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih.

Limbah dikelompokkan berdasarkan sumbernya

  1. Limbah domestik atau rumah tangga
    Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk atau rumah tangga dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, gedung perkantoran dan sebagainya
  2. Limbah industri
    Limbah industri merupakan sisa atau buangan dari hasil proses industri
  3. Limbah pertanian
    Limbah pertanian berasal dari daerah atau kegiatan pertanian maupun perkebunan
  4. Limbah pertambangan
    Limbah pertambangan berasal dari kegiatan pertambangan. Jenis limbah yang dihasilkan terutama berupa material tambang, seperti logam dan batuan.
  5. Limbah pariwisata
    Kegiatan wisata menimbulkan limbah yang berasal dari sarana transportasi yang membuang limbahnya keudara, dan adanya tumpahan minyak dan oli yang dibuang oleh kapal atau perahu motor di daerah wisata bahari
  6. Limbah medis
    Limbah yang berasal dari dunia kesehatan atau limbah medis mirip dengan sampah domestik pada umumnya. Obat-obatan dan beberapa zat kimia adalah contoh limbah medis.

Limbah dikelompokkan berdasarkan jenis senyawanya

  1. Limbah organik
    Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari mahluk hidup dan bersifat mudah membusuk atau terurai
  2. Limbah anorganik
    Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat atau sulit terurai secara alami oleh mikroorganisme pengurai
  3. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
    Limbah B3 adalah kelompok limbah yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah sebagai berikut:

  1. Volume limbah
    Banyaknya sedikit limbah memengaruhi kualitas limbah. Jika limbah di lingkungan terdapat dalam jumlah banya, limbah tersebut berbahaya. Akan tetapi, jika jumlahnya sedikit maka limbah tidak akan membahayakan
  2. Kandungan bahan pencemera
    Kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar. Limbah dikategorikan berbahaya jika mengandung pencemaran berbahaya. Jika limbah tidak mengandung bahan pencemar berbahaya, berarti limbah tersebut tidak membahayakan
  3. Frekuensi pembuangan limbah
    Pembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan menimbulkan masalah. Jika pembuangan limbah dilakukan dengan frekuensi yang tidak sering maka limbah tidak akan membahayakan

Aktifitas sektor industri juga menimbulkan dampak eksternalitas. Menurut Mangkoesoebroto (1993) Eksternalitas yaitu keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak melalui mekanisme pasar. Eksternalitas dapat bersifat positif maupun negatif. Eksternalitas positif dari sektor industri adalah pemanfaatan kembali sisa pembuangan atau limbah oleh pihak lain misal limbah padat yang dihasilkan oleh indsutri tekstil berupa lumpur atau sludge dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik, bahan campuran pembuatan konblok atau batako. Contoh yang termasuk eksternalitas negatif adalah limbah industri yang menimbulkan pencemaran udara, air dan tanah.

Dampak negatif limbah bagi kehidupan antara lain:

  • Menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit diare, tifus, demam berdarah, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) bahkan kematian.
  • Membahayakan ekosistem dan kehidupan flora dan fauna bahkan dapat menyebabkan kepunahan.
  • Apabila limbah mencemari sumber air yang digunakan untuk pertanian, maka dapat menyebabkan gagal panen sehingga ketahanan pangan juga dapat terganggu.
  • Pencemaran udara dan polusi suara dapat menyebabkan tingkat stress makin tinggi.

Lingkungan mempunyai daya tampung limbah yang terbatas. Ketika limbah yang dibuang tidak melebihi ambang batas, lingkungan masih dapat menguraikannya, sehingga tidak menimbulkan pencemaran. Namun jika ambang batas tersebut terlampaui, maka lingkungan tidak dapat menetralisir limbah yang ada sehingga timbul masalah pencemaran dan degradasi kondisi lingkungan.

Berdasarkan karakteristiknya, limbahd apat digolongkan menjadi empat bagian yaitu:

  1. Limbah padat
  2. Limbah cair
  3. Limbah gas dan partikel
  4. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
1. Limbah Padat

Limbah padat atau sampah merupakan bahan-bahan buangan rumah tangga atau pabrik yang tidak digunakan lagi atau tidak terpakai dalam bentuk pada. Sampah merupakan limbah yang paling banyak terdapat di lingkungan.

2. Limbah Cair

Industri umumnya langsung membuang limbah cair ke badan air, seperti: laut, sungai, waduk atau danau. Limbah cair industri merupakan penyebab utama terjadinya pencemaran air. Setiap industri yang menghasilkan limbah cair wajib melakukan pengolahan air limbah agar memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah sehingga dapat langsung dibuang tanpa mencemari lingkungan. Limbah yang dibuang tanpa diolah terlebih dahulu akan menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Beberapa alasan pengusaha membuang limbah tanpa dioleh terlebih dahulu antara lain mahalnya biaya pembuatan, biaya operasionalm dan kompleksnya perawatan Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurut PP No. 82 Tahun 2001, limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair. Limbah cair atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup.

Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan sifatnya yaitu fisika dan sifat agregat, parameter logam, anorganik non metalik, organik agregat dan mikroogranisme.

 

Beberapa pengertian limbah cair menurut beberapa pendapat antara lain:

  • Menurut Sugiharto (1987), limbah cair atau wastewater adalah kotoran dari manusia, rumah tangga dan berasal dari industri, atau air permukaan serta buangan lainnya. Dengan demikian air buangan ini merupakan ha yang bersifat kotoran umum.
  • Menurut Azwar (1990), limbah cair adalah air yang tidak bersih dan mengandung berbagai zat yang membahayakan kehidupan manusia atau hewan serta tumbuhan, merupakan kegiatan manusia seperti, limbah industri, dan limbah rumah tangga.
  • Menurut Notoatmodji (2003), limbah cair atau air buangan adalah sisa air yang dibuang berasal dari rumah tangga, industri, maupun tempat-tempat umum lainnya. Pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup.

Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, yang dapat mengurangi oksigen dalam air, seperti limbah pabrik yang mengalir ke sungai.

Air dalam industri biasanya digunakan sebagai:

  • Bahan baku, menjadi bagian dari produk, misalnya pada industri minuman
  • Air umpan ketel uap
  • Air pendingin
  • Air proses, yaitu sebagai media dalam proses produksi

Air permukaan atau air tanah dalam sebaga sumber air mengandung pengotor, seperti berbagai macam zat kimia, bakteri, jamur dan mikroba. Air yang digunakan mempunyai persyaratan tertentu yaitu pembatasan kandungan zat-zat dalam air sebagai contoh:

  • Sebagai bahan baku air akan menjadi bagian produk sehingga kandungan zat-zat dalam air diatasi agar produk memenuhi persyaratan
  • Sebagai umpan ketel uap, kandungan zat-zat dalam air dibatasi agar tidak menyebabkan terjadinya kerak, korosi ketel, dan gangguan lain dalam pengoperasian boiler
  • Sebagai pendingin, kandungan zat-zat dalam air dibatasi agar tidak menyebabkan kerak dan lapisan lendir yang mengganggu kelancaran dan efisiensi proses perpindahan panas, serta mencegah koros
  • Sebagai media dalam proses produksi, kandungan zat-zat dalam air dibatasi agar tidak mengganggu proses produksi atau menyebabkan terjadinya kerusakan produk, misalnya terbentuk noda dan sebagainya

Apabila kualitas sumber air yang digunakan belum memenuhi persyaratan, harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan air ini dilakukan dengan cara fisiki-kimia, diantaranya penyaringan, pengendapan dengan cara bantuan koagulan, penukar ion, dan lain-lain. Pengolahan air cara fisika-kimia menghasilkan lumpur yang umumnya tidak mengandung B3. Air pendingin setelah diguanakn, hanya mengalami sedikit perubahan kandungan zat-zat kimia, demikian pula air kondensat boiler, sehingga air pendingin dan kondensat dari steamtrap dapat dimanfaatkan kembali, dan merupakan suatu pemborosan apabila langsung dibuang.

Apabila limbahc ari yang mengandung bahan pencemaran tersebut langsung dicairkan ke sungai atau danu akan mengakibatkan terjadinya pencemaran pada badan air tersebut. Pemerintah telah menetapkan baku mutu beberapa badan air sesuai dengan peruntukannya. Baku mutu efluen bagi industri diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP51/MENLH/10/1995. Baku mutu menetapkan kualitas dan jumlah debit maksimal yang diizinkan (harus dipenuhi). Kualitas efluen dalam baku mutu ditetapkan dengan memberikan batasan kadar maksimal beberapa parameter bahan pencemar yang terdapat dalam efluen suatu jenis industri. Pengolahan air limbah ditujukan agar efluen dapat memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.

Baku mutu air limbah juga menetapkan debit maksimal efluen, sehingga pengambilan air juga akan terkendali dan dapt menjaga ketersediaan sumber air baik air permukaan maupun air tanah dalam. Akan tetapi karena kurangnya pengawasan dan tingkat kesadaran dari pelaku usaha, sering terjadi penurunan muka air tanah, kekurangan air bersih dibeberapa tempat khususnya di area industri dan daerah padat penduduk. Fenomena ini terjadi beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta Utara, diman terjadi penurunan permukaan tanah rata-rata 10-12 cm/tahun

3. Limbah Gas

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia atau biologi diatmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat lokal, regional, maupun global. Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan tidak langsung dalam kurun waktu lama.

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbonmonoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer diatmosfer.

Dampak kesehatan yang akan ditumbulkan yaitu substansi pencemar yang terdapat diudara dapat masuk kedalam melalui sistem pernapasan.  Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah menyebar keseluruh tubuh. Dampak kesehatan paling umum dijumpai adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), termasuk antaranya, TBC, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.

Ingin memahami pengetahuan limbah B3 industri? Ikuti training Multikompetensi dengan mengklik Link ini

Sumber :

Judul Buku : Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Penulis : Arif Zulkifli

Penerbit : Graha Ilmu

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!