Melihat Ke Masa Depan

Efek rumah kaca merupakan suatu proses alami dan sebuah fakta ilmiah yang telah terbukti. Akibat kegiatan manusia, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer jelas meningkat. Apakah artinya ini bagi dunia?

Ramalan, Skenario dan Model

Ketika masa depan sedang dibahas, sejumlah istilah digunakan kadang-kadang dengan tidak terlalu tepat. Karena itu amat berguna untuk menjelaskan arti dari istilah-istilah tersebut.

Sebuah ramalan merupakan upaya untuk memperkirakan apa yang sebenarnya akan terjadi. Ramalan menggunakan informasi yang ada untuk membuat sebuah terkaan tentang masa depan, setepat mungkin. Ramalan cuaca, misalnya, mencoba meperkirakan bagaimana cuaca sehari, seminggu berikutnya atau lebih jauh ke makin jauh ke depan sebuah ramalan, makin sulit untuk memperkirakannya dengan tepat.

Model Sirkulasi Umum

Jantung dari pembahasan tentang pemanasan global merupakan sejumlah model komputer yang besar dan canggih yang disebut General Circulation Models (GCM). Jumlah data yang dilibatkan amat besar, dan hanya super-komputer besar yang mampu menangai model-model ini.

Salah satu kendala utama dari kajian model ini adalah biaya. Sebuah program komputer umum yang meliputi beberapa dasawarsa perubahan yang disimulasi dalam iklim dunia dapat memakan waktu 100 jam. Karena biaya menjalankan sebuah super komputer dapat mencapai sekitar US$ 1000 per jam, jelas ada batasan terhadap jumlah penyelidikan yang mampu dilakukan oleh sebuah pusat penelitian tertentu.

Panel Antar-Pemerintah tentang Perubahan Iklim

Inisiatif paling terkenal dan bergengsi dalam diskusi pemanasan global adalah panel antar-pemerintah tentang perubahan iklim. Panel ini dibentuk di bawah inisiatif gabungan organisasi metereologi dunia dan UNEP pada tahun 1988.

Laporan Kelompok Kerja menyediakan cikal bakal untuk negosiasi tentang persetujuan iklim yang diharapkan rampung dan ditandatangani pada Konperensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangungan di Brasil. Persoalan kunci menjelang konperensi ini, dan dalam negosiasi iklim itu sendiri, adalah bagaiman mengurangi emisi tanpa memperlambat kebutuhan akan taraf hidup yang lebih tinggi di negara-negara sedang berkembang.

“Bisnis seperti Biasa”

Umat manusia mempunyai banyak pilihan sejauh menyangkut gas rumah kaca dalam atmosfer. Salah satunya adalah bertindak sedikit atau tidak bertindak sama sekali untuk mengubah kecenderungan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang sedang meningkat ini. Hal ini sering dijuluki sebagai skenario “Bisnis seperti Biasa”.

Peningkatan Emisi Karbondioksida

Konsumsi energi komersial dunia saat ini setara dengan sekitar 8 miliar ton minyak per tahun. Dari jumlah ini, sedikit di bawah 40% adalah minyak, 27% batu bara dan 22% gas alam, sementara listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11% sisanya. Tidak ada pembatasan fisik atau sumberdaya yang jelas tampak yang mungkin dapat membatasi konsumsi bahan bakar fosil pada kurun waktu beberapa dasawarsa mendatang.

Dalam kurun waktu 20 tahun ini, konsumsi energi meningkat rata-rata 2,4% per tahun, tetapi pada tahun 1980 an laju pertumbuhan turun sampai sekitar 1,8% per tahun. Pilihan tentang apa yang sebenarnya merupakan “Bisnis seperti Biasa” menjadi cukup terbuka. Hanya dengan memproyeksikan laju pertambahan tahun 1980 an dapat diperkirakan bahwa konsumsi energi pada sekitar tahun 2030 akan menjadi dua kali lipat.

Kecenderungan Pada Emisi Gas Rumah Kaca Lain

Data tentang emisi nitrat oksida dan metana saat ini amat sedikit. Akibatnya, tidak ada dasar bagi prediksi yang tepat terhadap penggunaannya di masa mendatang. Walaupun demikian, tingkat emisi tampaknya terkait pada jumlah manusia, sehingga emisi tersebut kemungkinan terus meningkat dengan luas sejalan dengan pertumbuhan penduduk.

IPCC melakukan sejumlah analisis tentang kemungkinan emisi nitrat oksida, metana dan CFC dimasa mendatang. Kesimpulannya adalah bahwa dampak gabungan dari ketiga jenis gas ini kemungkinan sama dengan emisi karbon dioksida dalam kurun waktu 30-40 tahun mendatang.

Konsentrasi Gas Rumah Kaca Dua Kali Lipat pada Tahun 2030

Denga menggabungkan proyeksi kontribusi karbon dioksida dan gas-gas lainnya, skenario “Bisnis seperti Biasa” yang dirancang oleh IPCC meramalkan bahwa peningkatan dalam konsentrasi gas rumah kaca pada sekitar tahun 2030 akan setara dengan pelipatgandaan dari kandungan karbon dioksida pada atmosfer dari tingkat masa praindustri.

Dari jumlah ini, sekitar setengah dari yang diproyeksikan berada dalam bentuk karbon dioksida sendiri, dan sisanya merupakan dampak gabungan dari gas-gas lain.

Ramalan Komputer

Setelah merancang skenario emisi gas rumah kaca yang bersifat “bisnis seperti biasa” untuk masa setengah abad berikutnya, pertanyaan berikutnya adalah, apakah artinya hal ini bagi iklim global? Disinilah GCM digunakan.

Sejumlah analisis model yang menggunakan GCM telah dilakukan. Hasilnya menunjuk pada kesimpulan yang sama: peningkatan dalam suhu global. Namun dampak penuh dari peningkatan ini tidak akan dapat dirasakan langsung tetapi akan diperlambat karena “kelembaman/kelambatan thermal” — yaitu kelambatan menjadi panas dari lautan. Pemanasan yang sebenarnya pada suatu waktu tertentu diuraikan sebagai pemanasan global yang dirasakan.

Pemanasan berikutnya yang terjadi pada dasawarsa-dasawarsa berikutnya disebut sebagai pemanasan ekuilibrium atau kommited.

Bahkan ada kemungkinan bahwa pada daerah yang lebih lembab akan timbul akibat pemanasan global, akan terjadi peningkatan hujan salju di Antartika yang saat ini sudah merupakan nyaris sebuah gurun pasir, dengan sedikit curah hujan atau salju. Hal ini dapat menimbulkan penurunan awal dari permukaan laut. Namun, pelelhan es yang mengapung tidak mempunyai dampak pada permukaan laut, seperti juga es yang meleleh dalam sebuah gelas berisi air hanya menyebabkan tumpah.

Beberapa Ketidakpastian

Proyeksi ke masa depan selalu bersifat tidak pasti. Dalam hal pemanasan global, ketidakpastian dapat dikelompokkan dalam dua kelompok. Yang pertama ialah ketidakpastian ilmiah dan merupakan akibat dari keterbatasan data dan model yang digunakan dalam analisis.

Ketidakpastian kedua timbul dari kenyataan bahwa masa depan dapat dikendalikan oleh manusia sampai batas tertentu. Seperti dalam kasus CFC, umat manusia dapat mengambil keputusan untuk tidak mengambil jalan “bisnis seperti biasa” dan bersepakat tentang langkah-langkah untuk membatasi emisi gas-gas rumah kaca.

Memang benar ada alasan untuk mempertanyakan rincian dari pengertian persoalan pemanasan global saat ini. Tetapi juga penting untuk diingat bahwa terdapat sedikit saja pertentangan tentang ilmu pengetahuan mendasar tentang hal ini. Prediksi-prediksi IPCC, walaupun dengan pembatasan pada tingkat rincian, didasarkan pada konsensus amat luas diantara ilmuan iklim dunia.

Sumber

Judul Buku : Pemanasan Global – Siapakah yang merasa panas?

Penulis : Gerald Foley

Penerjemah : Hira Jhamtani

Penerbit : Yayasan Obor Indonesia

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!