Langkah Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan

Langkah Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan

SML

Sistem Manajemen Lingkungan -SML, menurut ISO 14001 DAN iso 14004, adalah bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung jawab, praktek, prosedur dan sumber daya untuk mengembangkan, menerapkan, mencapai, mengkaji, dan mempertahankan kebijakan lingkungan. SML memasukkan cara-cara pencegahan yaitu mencegah dampak yang merugikan pada lingkungan. Dengan demikian SML mengembangkan sikap praktif dalam kaitannya dengan isu lingkungan.

Gambar ini menyajikan urutan langkah-langkah untuk menerapkan SML didalam perusahaan, yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam ISO 14004. Urutan ini merupakan suatu proses dalam keseimbangan dinamis, dengan suatu umpan baik kontinyu. Model ini mempunyai bentuk spiral karena sesudah satu seri langkah penerapan yang saling terhubung. Umpan balik dari sistem akan menjadikan setiap siklus baru berikutnya berada pada lapis mutu lingkungan yang lebih baik. Tujuan utama SML adalah menjamin penyempurnaan kinerja lingkungan perusahaan secara berkelanjutan.

Konsep Standar ISO/WD 14031

Konsep standar ISO/WD 14031 dan ISO 14001 mendefinisikan kinerja lingkungan sebagai hasil sistem manajemen lingkungan yang dapat diukur. Yang berkaitan dengan pengendalian dari organisasi aspek lingkungannya, didasarkan pada kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran lingkungan. Yaitu hasil yang diperoleh dari kegiatan, produk, dan jasa perusahaan yang dapat berinteraksi dengan lingkungan.

Dengan jalan pemikiran seperti ini, kinerja lingkungan adalah hasil lingkungan efektif yang ditunjukkan oleh perusahaan, merupakan fungsi tingkat kinera yang dicapai dan cara perusahaan menjaminnya. Dengan kata lain kinerja lingkungan adalah hasil SML yang dapat diukur. Yang berkaitan dengan pengendalian dari organisasi atas aspek-aspek lingkungannya, didasarkan pada kebijakan, tujuan, dan sasaran lingkungan. Suatu perusahaan akan memenuhi persyaratan perundang-undangan bila perusahaan tersebut memenuhi persyaratan perundang-undangan bila perusahaan tersebut memenuhi semua tuntutan, prosedur, dan standar yang disebutkan didalam perundang-undangan. Pada saat yang sama, perusahaan dapat mencapai kesesuaian dengan persyaratan perusahaan, bila perusahaan tersebut memenuhi sasaran tambahan mutu lingkungan yang dibuatnya sendiri.

Cara Untuk Mencapai Kesesuaian

Ada dua cara untuk mencapai kesesuaian. Yang paling umum ialah merujuk pada suatu sikap reaktif atas isu lingkungan, berdasarkan pada tindakan yang yang terbatas, tidak terpadu di dalam SML. Kesesuaian yang dicapai memerlukan sejumlah tindakan tanggapan tambahan, yang akan menambah biaya. Lebih dari itu, perusahaan akan selalu tanggap terhadap persyaratan perusahaan atau perundang-undangan yang baru.

Cara kita menunjukkan di sini diturunkan dari etik pendekatan lingkungan dari perusahaan, dimana kesesuaian dicapai melalui penerapan SML. Kesesuaian ini menjadi stabil dan berkelanjutan, terhadap kebijakan lingkungan, yang dinyatakan dalam perencanaan, program, dan prosedur tertentu.

Perusahaan yang sudah menyatakan komitmennya untuk mencapai penyempurnaan kinerja lingkungannya secara berkelanjutan dengan menerapkan SML selalu mencari jawaban atas tiga pertanyaan dasar berikut, yang secara skematis ditunjukkan dalam gambar dibawah.

1. Dimana kita sekarang ini?

Dengan melaksanakan asesmen lingkungan yang pertama perusahaan akan dapat menjawab pertanyaan ini. Evaluasinya harus mencakup asesmen status kinerja lingkungan perusahaan dibandingkan dengan standar, peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip lainnya yang sudah berlaku. Kebijakan, praktek yang dilaksanakan dan prosedur manajemen lingkungan yang sudah dilaksanakan di dalam perusahaan harus dinilai atau diases.

Tuntutan pasar dan standar-standar tingkat tertinggi yang dicapai oleh perusahaan lainnya dari sektor yang sama merupakan parameter yang penting pula dalam asesmen. Di samping aturan-aturan dalam perdagangan, dengan mengases keuntungan kompetitif dari masing-masing aturan ini. Akan lebih mudah terlihat bahwa memenuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan yang berlaku tidaklah cukup untuk menjamin adanya suatu keunggulan dalam persaingan.

2. Kemana kita akan pergi?

Kebijakan lingkungan perusahaan merupakan “pernyataan komitmen lingkungan”. Komitmen ini ditentukan oleh sasaran menyeluruh dari perusahaan sesuai dengan ukuran dan sifat kegiatannyam kecenderungan lingkungan dari pasar pada saat ini. Maupun karakteristik khusus daerah perusahaan itu berlokasi.

Tujuan dan sasaran perusahaan akan menyatu dengan kebijakan lingkungan, dan akan dibuat berdasarkan identifikasi kegiatan, produk dan jasa yang dapat berinteraksi dengan lingkungan, dan dampak lingkungan yang terkait.

3. Bagaiman kita akan ke sana?

Penerapan rencana kerja dan program manajemen tertentu, yang berkaitan dengan kesadaran, kepedulian dan pelatihan karyawan memungkinkan perusahaan untuk mencapai tujuan dan sasaran lingkungan. Asesmen lingkungan secara berkala memungkinkan tindak lanjut sistematik dari hasil hasil yang diperoleh dari tindakan penerapan, maupun hubungannya dengan adanya penyimpangan, dengan penyempurnaan kinerja lingkungan secara berkelanutan dari perusahaan.

 

 

Ingin paham lebih mendalam tentang ISO 14001? Silahkan klik Link ini

 

Sumber :

Judul : ISO 14001 Panduan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan

Penulis : Bambang H. Hadiwiardjo

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!