Pengawasan dan Kepemimpinan

Apa yang akan dipelajari :

  • Apa yang dilakukan untuk menjadi seorang pemimpin
  • Bagaimana seorang supervisor melaksanakan pekerjaan dengan permulaan yang baik
  • Bagaimana memperoleh kekuasaan melalui pendelegasian

Supervisor adalah anggota tim manajemen yang mengawasi pekerjaan orang lain serta menjadi perantara antara manajemen dan para karyawan.

Namun kita ketahui, kita tidak serta merta menjadi supervisor yang berhasil hanya dengan melakukan hal tersebut. Agar berhasil, anda perlu melakukan lebih banyak lagi. Anda harus mengerti apa yang memungkinkan seseorang menjadi supervisor yang sukses, sementara supervisor lainnya melakukan hal yang biasa-biasa saja, yang buruk atau malah gagal sama sekali.

Jika anda belajar menjadi supervisor, anda akan segera melihat bahwa supervisor yang sukses adalah seorang pemimpin. Dalam kepemimpinan mereka, mereka berlatih memberi perhatian dan mengizinkan karyawan lain untuk mengembangkan kemampuan, keahlian dan pemikirannya dalam memperoleh suatu hasil kerja. Sebagai pemimpin, mereka menginginkan peningkatan efisiensi, produktivitas, inisiatif, kepemilikan, dan kreativitas denagan mempersiapkan pengarahan, penghargaan, tantangan dan dukungan. Singkat nya seorang menjadi supervisor yang sukses dengan memimpin orang lain untuk sukses.

Kemampuan memimpin bukan suatu yang dibawa sejak lahir. Sesungguhnya, banyak orang yang digambarkan sebagai “dilahirkan menjadi pemimpin”, memperlihatkan sedikit tanda-tanda kepemimpinan mereka pada awalnya. Mereka dulunya dianggap sebagai pelajar yang kurang bermutu, bahkan diidentifikasikan mempunyai kemampuan atau keterampilan dibawah standar.

Bagaimanapun, ada satu hal yang umum terjadi didalam sejarah pemimpin – apakah mereka menjadi presiden, CEO atau supervisor. Mereka semua berkeinginan untuk mempelajari kepemimpinan, dan terus mempelajarinya seiring dengan meningkatnya tanggung jawab mereka. Mereka menemukan bahwa kepemimpinan adalah sesuat yang dapat dipelajari. Anda pun dapat mempelajarinya

Mengatur atau Memimpin?

Pertanyaan kritis pertama terhadap diri anda sendiri apakah anda menjadi supervisor, apakah anda akan mengatur atau memimpin karyawan yang melapor kepada anda. Banyak studi membuktikan, anda akan mendapatkan hasil terbaik jika anda mengatur aset perusahaan dan memimpin para karyawan. Banyak perusahaan gagal karena berpikir bahwa keberhasilan bisnis dibangun oleh manajemen dan kepemimpinan akan berjalan dengan sendirinya. Justru seharusnya, kepemimpinan yang harus didahulukan. Hal itu berarti, untuk menjadi supervisor yang berhasil, anda terlebih dahulu harus tahu bagaimana menjadi seorang supervisor.

Kualitas Pemimpin yang Efektif

Pemimpin yang efektif mempunyai tiga kualitas penting :

  1. Pemimpin mengilhami kepercayaan; tindakannya adalah demi memberi yang terbaik bagi semua yang patuh padanya dan ia akan memenuhi kebutuhan kelompok/perusahaan tanpa mengorbankan hak-hak individu/karyawan. Seorang pemimpin menunjukkan rasa keadilan. Seorang pemimpin tahu kapan harus meneruskan dan kapan harus beristirahat, kapan harus mengkritik dan kapan harus memuji. Yang terpenting seorang pemimpin tahu bagaimana mendorong orang lain untuk berhasil.
  2. Pemimpin tahu bagaimana menjadi pengikut; Kemampuan untuk memimpin mencakup: menjadi seorang pemimpin sekaligus seorang pengikut. Seorang pemimpin menyadari bahwa ia tidak memiliki jawaban untuk semua masalah. Ia menghargai para pengikutnya yang mendengarkan apa yang ia katakan dan apabila waktunya tepat, ia juga mengizinkan mereka untuk memimpin.
  3. Pemimpin membuat hubungan; Pemimpin tahu bahwa ia tidak dapat memimpin dari ruang kerja nya yang nyaman. Mengeluarkan memo tepat untuk menangani pekerjaan rutin, namun saat masalah muncul, pemimpin harus berada di tempat masalah itu, untuk melakukan suatu tindakan.
Bagaimana Menunjukkan Kepemimpinan

Berikut ini adalah cara yang dapat anda terapkan sebagai kualtias dasar seorang supervisor dan pemimpin.

  1. Menjadi seorang penasihat untuk para karyawan yang melapor kepada anda. Saat anda memimpin para karyawan, anda membela mereka yang ada dalam supervisi anda. Jika anda yang mengeluhkan salah satu karyawan anda, hal ini harus segera diatasi. Jangan biarkan orang lain mengambil alih peran tanggung jawab atau otoritas anda, Setia kepada karyawan anda, dan bela mereka dalam menyelesaikan pekerjaan.
  2. Bersikap adil tanpa memihak. Dalam mengawasi tim anda, anda juga berperan sebagai corong bagi kebijakan manajemen diatas anda. Pemimpin yang efektif tak dapat menjadi seorang manajer sekaligus “seorang dari komplotan”. Adakah jauh lebih baik untuk berjuang menciptakan ketenangan, keadilan dan pengertian penuh akan hal yang anda minta untuk dilakukan orang lain
  3. Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Sebagai supervisor, anda tak dapat menciptakan kepuasan atau keinginan karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Kualitas seperti ini harus berasal dari para karyawan yang melakukan pekerjaan itu. Namun, anda dapat menciptakan lingkungan kerja di mana kebanggaan yang dirasakan karyawan karena telah melakukan pekerjaan dengan baik dapat bertumbuh dengan subur.

Dr. W. Edwards Deming, Bapak Pengendalian Mutu Terpadu (Total Quality Management) yang namanya dijadikan nama penghargaan untuk mutu tertinggi Jepang mengatakan dalam 14 pokok terkenalnya: “Tujuan supervisi haruslah membantu karyawan, mesin dan peralatan pendukung agar dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik”.

Anda dapat menciptakan suatu lingkungan yang membantu karyawan melakukan pekerjaan dengan lebih baik apabila anda :

  • Mengizinkan karyawan membantu proses pengembangan kerja
  • Menanyakan karyawan apa yang menghambat mereka dalam melaksanakan pekerjaan
  • Meminta manajemen untuk melengkapi peralatan kerja yang dibutuhkan

Menciptakan suatu lingkungan dimana para karyawan dapat merasa bangga dengan diri dan pekerjaan mereka sendiri akan menghasilkan energi positif di lingkungan kerja. Ilmu fisika mengajarkan ada dua bentuk energi: potensial dan kinetik. Energi potensial disimpan seperti sebuah baterai, dan energi kinetik ada dalam gerakan, seperti kereta api yang berjalan di relnya. Ada parameter ketika untuk energi yang disebut kelembaman (inertia), yaitu perlawanan terhadap perubahan dalam hal energi yang dikeluarkan. Jika anda menggunakan tiga konsep ini di lingkungan kerja akan diperoleh hasil seperti berikut :

Energi potensial : Ide-ide baru yang dikatakan dengan “Saya ingin mencoba sesuatu yang baru”

Energi kinetik : pelaksanaan ide-ide yang dikatakan dengan “Mari kita bekerja sama agar ide-ide ini terlaksana”

Kelembaman (inertia) : perlawanan terhadap perubahan yang dikatakan dengan “Saya sudah tahu semua hal itu”

Supervisor adalah katalisator yang membuat sesuatu dapat berjalan, menggerakkan ptensi, mengatasi penolakan penolakan dan membuat karyawan memberikan yang terbaik dari diri mereka. Di perusahaan anda, ada sumber energi potensial yang sangat melimpah dan sedang menunggu seorang yang dapat mengalahkan inertia dalam diri mereka lalu mengubahnya menjadi energi kinetik. Seseorang itu bisa jadi adalah anda

Mempersiapkan kestabilan selama masa perubahan

Salah satu tanggung jawab anda sebagai seorang supervisor adalah memberikan rasa stabilitas bagi karyawan, terutama selama masa perubahan.

Anda tak dapat menghindari perubahan. Namun, apapun yang dapat anda lakukan untuk membuat karyawan merasa lebih terjamin dengan hal-hal di masa depan akan menciptakan kestabilan. Dalam memberikan kestabilan untuk diri sendiri dan karyawan anda, anda harus :

  • Mengambil langkah-langkah untuk menghindari kejutan yang tak dikehendaki;
  • Berunding dengan karyawan sebelum anda melakukan perubahan;
  • Menjaga komunikasi dengan atasan;
  • Belajar sebanyak mungkin tentang pekerjaan anda;
  • Membuat rencana jangka pendek sebagaimana halnya membuat rencana jangka panjang
Anda harus mempunyai keberanian

Ketika anda menjadi seorang supervisor, anda menjadi bagian dalam kelompok manajer-manajer yang lain. Pribadi-pribadi yang mampu menjalankan keputusan sulit menjadi orang yang menonjol dalam kelompok ini.

Anda akan berhasil apabila fokus perhatian anda ialah bagaimana melaksanakan pekerjaan dengan benar. Ada kepuasan nyata dalam membuat keputusan-keputusan ini. Ini adalah tentang bagaimana seorang supervisor dapat meningkatkan kemampuannya, juga bagaiman rekan kerja dan atasan menilai kesiapan anda untuk dipromosikan dan memperoleh tanggung jawab yang lebih besar. Cara anda menangani pekerjaan sekarang, menentukan besarnya tanggung jawab yang akan dipercayakan kepada anda di masa depan. Kemampuan anda menangani isu pekerjaan adalah suatu petunjuk akan kemampuan anda untuk berkarir dan memajukan perusahaan.

Satu keluhan paling umum dari karyawan tentang pekerjaan mereka adalah manajemen tidak menghargai pendapat mereka.

Tipe-tipe karyawan berikut ini kemungkinan memiliki potensi untuk menciptakan energi baru di departemen anda jika anda mau mendengarkan ide-ide mereka:

  1. Karyawan pendiam yang selalu melaksanakan pekerjaannya. Orang yang punya cara berbeda dalam berkomunikasi. Terkadang mudah untuk mengabaikan karyawan pendiam yang selalu dapat diandalkan melaksanakan pekerjaannya. Tunjukkan bahwa anda menghargai kontribusi mereka dan tanyakan pendapat mereka tentang meningkatkan efisiensi kerja. Mungkin mereka sebenarnya sedang menunggu anda menanyakannya.
  2. Karyawan yang selalu mengeluh. Sering orang yang mengeluh dianggap mengganggu atau menjengkelkan. Namun, jika mereka mengeluhkan prosedur atau kondisi di departemen anda, mereka mungkin menyuarakan keluhan orang lain yang takut untuk bicara. Ikut sertakan mereka dengan segera. Tanyakan mereka bagaiman memecahkan masalah ini lalu minta mereka untuk ikut mengambil bagian dalam memecahkan masalah tersebut. Salurkan kemarahan mereka ke dalam kegiatan yang membangun
  3. Karyawan yang tidak ingin keadaan berubah. Orang dengan mental seperti ini mungkin yang tersulit untuk dibangkitkan semangatnya. Ambil pendekatan yang lembut. Sadarilah bahwa kekhawatiran mereka disebabkan rasa takut akan kehilangan pekerjaan apabila mereka melakukan perubahan-perubahan. Tempatkan mereka dalam situasi di mana mereka harus mendapat risiko kerja yang kecil dan beri penghargaan dengan mendukung serta mendorong rasa percaya terhadap diri sendiri dan upaya mereka sendiri.

Sumber :

Judul Buku : Menjadi Supervisor/How to Supervise People

Penulis : Donald P.Ladew

Alih Bahasa : Christina Hutabarat

Editor : Elizabeth Panjaitan

Desain Sampul : Stefanus Rudi N.

Penerbit : Career Press

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!