Pentingnya Membangun Budaya Mutu

Membangun mutu tidak cukup hanya membuat aturan hitam di atas putih. Karena mutu tidak terletak di atas kertas, dalam manual mutu, dalam prosedur mutu atau dalam instruksi kerja. Mutu ada pada manusia. Mutu ada pada pemikiran, emosi, dan sikap serta kepribadian seluruh personil perusahaan dari tukang sapu sampai direktur utama. Semua bertanggung jawab dan memiliki peran penting mewujudkan mutu.

Semua harus ikut memikirkan, bertindak dan bersikap positif sesuai komitmen mutu. Dari semua unsur yang diperlukan untuk mewujudkan mutu, sikap adalah landasan yang paling fundamental. Sikap adalah suatu kecenderungan perilaku manusia. Manusia bisa memiliki sikap bertanggung jawab, peduli, responsif, positif, pro-aktif, jujur, profesional, tetapi juga bisa sebaliknya, sikap masa bodoh. Bertanggung jawab adalah sikap utama dan pertama yang harus dikembangkan dalam diri setiap personil perusahaan, karena sikap bertanggung jawab akan menjadi akar kokoh untuk mewujudkan komitmen mutu.

Sikap bisa merupakan atribut pribadi yang dibawa dari lingkungan keluarga. Bisa juga dibangun melalui pembinaan, dikondisikan, diikat dalam sistem dan dipraktekan dengan supervisi dan keteladanan pimpinan. Bila perilaku itu bisa dipraktekan secara konsisten dan konsekuen akhirnya  ia akan berubah menjadi suatu kebiasaan. Bila sudah menjadi kebiasaan ia bisa menjadi budaya dan bila budaya itu semakin kuat, ia menjadi karakter organisasi. Mewujudkan mutu dengan karakter akan jauh lebih apresiasif dan efektif karena mutu diciptakan dengan dorongan motivasi yang mengandung nilai-nilai idealisme.

Sumber : Buku 101 Kesalahan Konsepsi – Pengembangan dan Implementasi Sistem Manajemen Mutu Standar Internasional ISO 9001 ( Karya : Willy Susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
chat with me