Teknik – Teknik Perbaikan Kualitas

Anda perlu mengetahui sejarah tentang penggunaan analisis statisitika di bidang pengendalian kualitas. Analisis ini dikenal sejak 1924 yang dikemukakan oleh Dr. Walter A. Shewhart dari perusahaan Bell Telephone Laboratories.

Pemikiran dari Dr. Shewhard tersebut diterbitkan dalam buku berjudul Economic Control of Quality of Manufactured Product yang merupakan konsep dasar dari pengendalian kualitas suatu barang/jasa di perusaaan/organisasi manufaktur.

Dasarnya adalah untuk mengetahui produk yang dapat diterima atau produk yang ditolak karena rusak/cacat. Tujuannya agar produk yang rusak tidak dijual kepada konsumen, tetapi harus dimusnahkan.

Disini tercemin bahwa produk yang sudah jadi diperiksa, kemudian diseleksi harga produk yang memenuhi standar yang telah direncanakan boleh dijual kepada konsumen.

Selain itu, bila secara statistika ternyata banyak produk yang cacat, maka proses produksi dihentikan untuk dianalisis faktor yang menyebabkan produk cacat. Bila kemudian diketahui faktor penyebabnya, maka harus dilakukan pencegahan.

Setelah itu, proses produksi dilanjutkan, tetapi tetap aja diawasi secara statistika.

Pada permulaannya, kendali kualitas dengan bantuan statistika ini merupakan terobosan baru. Namun, ternyata metode pengawasan kualitas secara statistika ini tetap digunakan sampai saat ini, khususnya untuk industri dengan produksi massal

Desain Sampling

Dalam statistika Anda ingat istilah universum atau populasi dan istilah sampel (contoh). Adalah pengertian sampel atau bagian yang terkecil dari populasi yang dianggap dapat mewakili populasi.

Dikatakan dalam kamus riset (Komaruddin, 2006), yang dimaksud dengan populasi adalah semua individu yang menjadi sumber pengambilan contoh.

Pengambilan contoh atau sampling sangat penting bagi suatu penelitian sebab kekeliruan dalam mengambil contoh akan membawa kesimpulan yang salah terhadap objek atau hal yang kita ingin kaji.

Oleh karenanya, perencanaan yang baik bagi pengambilan contoh yang disebut desai sampling sangat kita perlukan.

Sampling seperti telah disinggung diatas adalah proses pemilihan beberapa objek untuk contoh dari seluruh objek populasi yang akan diamati sifat-sifatnya.

Contoh yang kita ambil karenanya merupakan bagian dari populasi dan harus dapat mewakili populasinya dan menggambarkan karakterisitik serta sifat sifat populasinya.

Contoh dalam sampling kita mengambil beberapa lembar daun pepaya kemudian kita rebus dan kita ambil airnya lalu diminum. Kalau ini terasa pahit, maka kita akan mengambil kesimpulan bahwa air rebusan daun pepaya itu rasanya pahit.

Tahap perumusan masalah sudah menunjukkan objek penelitian. Objek penelitian siapa atau apa yang mempunyai karakteristik akan diteliti. Karakteristik yang dimaksud disini adalah variabel yang menjadi perhatian peneliti.

Ingin meningkatkan kualitas anda di dunia kerja? Ikuti training Multi Kompetensi dengan mengklik Link ini

Sumber :

Penulis : Iskandar Indranata

Penerbit : Universitas Indonesia

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!