Training Food safety

Biaya Publik  Training Food Safety

Rp. 2.000.000 per peserta

Fasilitas Pelatihan:

– Ruangan Training
– Note/Catatan
– Pena
– Break pagi (Cofee, teh dan makanan kue)
– Makan siang
– Break sore
– Materi pelatihan
– Sertifikat pelatihan
– Trainer berpengalaman

Jadwal dan tempat  Publik Training Training Food Safety

–  10-11 Januari 2018, Jakarta  Amaris Hotel La Codefin Kemang

–  8-9 Maret  2018, Bandung Gino Feruci  Kebon Jati Bandung

–  10-11Mei  2018, Jakarta  Amaris Hotel La Codefin Kemang

Biaya Inhouse Training  Training Food Safety

Rp. 10.000.000, untuk Dua hari

Untuk 20 orang peserta

Tempat di tempat klien/Perusahaan (atau di atur oleh Klien)

Pendahuluan

Setiap saat kita mendengar terjadinya keracunan makanan sebagai akibat penanganan bahan makanan yang salah. Keracunan makanan atau yang dikenal dengan food poisoning, sering terjadi dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, kejadian ini menimbulkan gangguan produktifitas kerja, dengan akibat timbulnya kerugian yang tak terbayangkan bagi perusahaan. Selain menimbulkan permasalahan kesehatan yang memakan biaya tidak sedikit, terhentinya produksi perusahaan baik karena sebagian pekerja sakit maupun pekerja lain yang berhenti bekerja Karen harus menoong korban, timbulnya permasalahan dari gugatan berkaitan dengan hokum dan menurunnnyareputasi perusahaan, merupakan sumber kerugian lain bagi perusahaan.

Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, maka sudah saatnya dilaksanakan usaha – usaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi pelaksana penyaji/penelola makanan (food handler) yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan  kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, dimulai daripenanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajiannya. Dengan demikian, akan terjadi perubahan perilaku (behavior) kearah yang lebh higiene sehat. Disadari pula bahwa hal ini belum cukup. Komitmen pihak manajemen perusahaan untukmendukung program ini merupakan hal yang penting lagi, dimana penyediaan infrastruktur yang memadai sehingga memungkinkan foodhandler bekerja dengan baik, serta menyadari pentingnya pelatihan ini seperti ini sebagai syarat utama dan akan sangat menunjang kearah tercapainyay tujuan diatas. Tidak ketinggalan aspek medis dari foodhandler itu sendiri.

Sesuai dengan peraturan perundangan, pemantauan keehatan dari para foodhandler harus dilaksanakan. Pemeriksaan foodhandler yang terarah sesaui dengan sifat pekerjaannya (“job-related”), diperlukan agar para penjamah makanan tersebut selalu dalam kodisi fit dan sehat, untuk mengolah makanan. Sehingga mampu menghasilkan makanan yang aman bagi peanggan, bukannya malah menjadi sumber penularan penyakit.

Tujuan Pelatihan

Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara beanr, mulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajian

 

Garis Besar Program

  • Introduction to Food Safety
  • Peraturan perundangan yang terkait,
  1. UU Nomor 23/1992 tentang kesehatan
  2. Kepmenkes Nomor 715/Menkes/SK/V/2003 tentang persyaratan higiene sanitasi Jasaboga
  • Bahan Pencemar Terhadap makanan
  • Penyakit bawaaan makanan
  • Prinsif Higiene Sanitasi (Sanitasi makanan & Minuman, Higiene Perorangan, Higiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan(TPM), Pemeliharaan Kebersihan Lingkungan)
  • Aspek kesehatan Penjamah makanan
  • Aspek masak memasak makanan
  • Pengendalian Mutu Mandiri/HACCP
  • Supervisi Kantin dan Outbreak Investigation (MERP)
  • Audiovisual: Keamanan Pangan

Metode Pelatihan

Partisipatif, diskusi kelompok, latihan individu, latihan kelompok

Trainer Training Food Safety

Faiq Nur Zaman

 

error: Content is protected !!