Hujan selama Bulan Januari 2026 dengan kuantitas tinggi dan kondisi hujan di bogor sering dijadikan biang kerok banjir di Jakarta dan Bekasi . Namun Bogor bukan satu-satunya penyebab banjir Jakarta, melainkan salah satu faktor penyumbang air (banjir kiriman) karena posisinya di hulu dan curah hujan tinggi. Banjir di Jakarta dan Bogor lebih dipicu oleh kombinasi intensitas hujan ekstrem, alih fungsi lahan di Puncak, dan kapasitas sungai yang berkurang.
Prof Dwita Sutjiningsih, pakar hidrologi sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI), ia menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan banjir bandang di Puncak semakin parah dari tahun ke tahun.
Dwita mengatakan kondisi Puncak yang kini semakin padat dengan pembangunan adalah salah satu penyebab utama terjadinya banjir bandang. Dengan semakin banyaknya bangunan, kawasan Puncak yang sebelumnya menjadi tempat serapan air telah berubah fungsi menjadi daerah kedap air
Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, Prof Baba Barus, menyatakan jika secara normatif, ada yang tidak tepat dalam penataan ruang ruang di Puncak. “Kemunculan banjir di daerah Puncak sudah berulang, diduga karena banyaknya daerah resapan yang terganggu, sehingga aliran permukaan air menjadi sangat tinggi,” kata dosen Fakultas Pertanian IPB University ini.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi permasalahan banjir yang kerap disebut sebagai kiriman dari Bogor ke Jakarta. Menurutnya, banjir yang terjadi di Jakarta bukan sekadar fenomena kiriman air dari hulu, melainkan akibat persoalan lingkungan yang jauh lebih kompleks. “Enggak ada banjir kiriman dari Bogor. Air itu mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah, itu aspek siklus alam,” kata Dedi dalam acara Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi di Ancol, Kamis (10/7/2025).
Ia menilai banjir akan tetap menjadi ancaman selama kondisi sungai tidak ditangani secara menyeluruh. “Selama sungainya masih dangkal, selama sungainya masih sempit, selama rawa-rawa terus diuruk untuk pembangunan, banjir pasti akan terus terjadi,” katanya.
Berikut detail terkait peran Bogor dalam masalah banjir:
• Faktor Kontributor: Sebagai wilayah hulu dengan curah hujan sangat tinggi >3000 mm/tahun), Bogor menyuplai air melalui sungai-sungai seperti Ciliwung dan Cisadane ke wilayah hilir (Jakarta).
• Alih Fungsi Lahan (Puncak): Konversi area resapan air menjadi beton, jalan, dan pemukiman di kawasan Puncak mengurangi kemampuan tanah menyerap air, sehingga aliran permukaan ke sungai meningkat drastis.
• Bukan Penyebab Tunggal: Banjir di Jakarta juga disebabkan oleh kondisi hilir, yaitu berkurangnya daerah resapan air di Jakarta, pendangkalan sungai, serta ketidakefektifan saluran drainase.
Menurut beberap sumber dan pakar Suprayogi, dkk (2019) dalam bukunya menyatakan bahwa permasalahan banjir yang terjadi pada wilayah kota-kota besar, khsusunya wilayah DKI Jakarta adalah : (a) Dinamika dan Pembangunan Wilayah Perkotaan; (b) demografi kota; (c) tata guna lahan dan (d) alih fungsi lahan. Kemudian menurut Kodoatie, et, al 2002 dalam Nurhaimi A dan Sri Rahayu (2014) ada dua factor yang menjadi penyebab terjadinya banjir, yaitu penyebab yang bersifat alami dan penyebab yang bersifat tidak alami (dari aktivitas manusia). Contohnya yang bersifat alami adalah : (a) hujan lebat; (b) pengaruh geografi pada sungai di daerah hulu dan hilir; (c) pengendapan sedimen; (d) system jaringan drainase tidak berjalan dengan baik; (e) pasang surut air laut. Kemudian contoh yang bersifat tidak alami (aktivitas manusia) adalah : (a) perubahan daerah pengalihan sungai yang disebabkan karena penggundulan hutan; (b) pembuangan sampah ke sungai; (c) kurangnya terpelihara bangunan pengendali banjir; (d) kurangnya terpelihara alur sungai.
Kesimpulannya, Bogor adalah wilayah tangkapan air hulu yang kondisinya mempengaruhi risiko banjir di hilir, namun bencana banjir terjadi akibat gabungan faktor alam dan tata ruang di kedua wilayah tersebut.
Tim Redaksi TH
Sumber
https://media.neliti.com/media/publications/461315-none-f691cb3a.pdf
ANALISIS PENYEBAB BANJIR DI DKI JAKARTA Eldi1 1 Widyaiswara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional *Coressponding author email: leditalyusman@gmail.com
https://www.detik.com/jabar/berita/d-7808932/analisis-pakar-ui-soal-biang-kerok-banjir-puncak-bogor-dan-solusinya
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7811171/pakar-ipb-bongkar-penyebab-banjir-di-puncak-bogor-ini-penjelasannya
https://megapolitan.kompas.com/read/2025/07/10/16480351/bukan-kiriman-dari-bogor-dedi-mulyadi-sebut-ini-biang-kerok-banjir

