BOGOR – Aksi nyata Polres Bogor dalam membantu warga terdampak banjir bandang di Desa Bojong Koneng dan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, kini makin terasa di lapangan. Dalam beberapa hari terakhir, petugas tak cuma berjibaku bersihin rumah dan jalan yang terendam, tapi juga membuka fasilitas kesehatan darurat lengkap buat warga yang sakit setelah banjir menerjang lingkungan mereka.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengatakan pemeriksaan kesehatan ini fokus pada penyakit yang rawan muncul pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, penyakit kulit, hingga demam.
“Kami ingin pastikan kondisi warga tetap terpantau. Setelah banjir surut, biasanya muncul keluhan kesehatan. Jadi kami siapkan tim medis lengkap dengan obat-obatan,” ujarnya di lokasi.
Dari warga yang diperiksa, sebagian besar mengeluhkan gatal-gatal akibat terendam air kotor, serta batuk dan pilek. Tim medis juga memberikan vitamin dan edukasi soal kebersihan lingkungan agar penyakit tidak menyebar.
Salah satu warga, Rina (34), mengaku lega bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus jauh ke puskesmas. “Anak saya sempat batuk setelah dua hari di pengungsian. Alhamdulillah tadi sudah dicek dan dikasih obat,” katanya.
Selain pemeriksaan, petugas juga membagikan masker dan paket obat ringan. Layanan ini terbuka untuk semua warga terdampak, termasuk lansia dan anak-anak.
Polres Bogor menggandeng tenaga medis dari Dokkes Polri serta relawan kesehatan setempat. Menurut Kasi Dokkes Polres Bogor, penanganan cepat penting agar tidak muncul lonjakan kasus penyakit beberapa hari setelah banjir.
“Biasanya tiga sampai lima hari setelah banjir, keluhan mulai meningkat. Jadi kita antisipasi dari sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Babakan Madang, Yudi Santoso, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian. Ia menyebut koordinasi lintas instansi berjalan lancar sejak awal banjir terjadi.
“Kami terbantu sekali. Warga memang butuh perhatian medis segera, apalagi ada balita dan lansia,” ucapnya.
Berdasarkan pendataan sementara dari pihak kecamatan, ratusan rumah terdampak genangan. Meski air sudah mulai surut, sisa lumpur masih terlihat di beberapa titik. Warga kini mulai membersihkan rumah masing-masing dibantu relawan.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan kebersihan. Distribusi bantuan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pengamat kesehatan lingkungan dari Universitas Indonesia, dr. Arif Nugroho, menilai langkah jemput bola seperti ini efektif mencegah penyakit pascabanjir.
“Air banjir biasanya mengandung bakteri dan zat berbahaya. Kalau tidak cepat ditangani, bisa memicu penyakit menular. Pemeriksaan langsung di lokasi sangat membantu,” ujarnya saat dihubungi terpisah.
Ia juga mengingatkan pentingnya akses air bersih dan sanitasi sementara di lokasi terdampak. Menurutnya, faktor tersebut kerap jadi pemicu utama gangguan kesehatan setelah bencana.
Polres Bogor turut mengedukasi warga agar menggunakan sarung tangan saat membersihkan lumpur, mencuci tangan dengan sabun, serta tidak mengonsumsi air yang belum dipastikan kebersihannya.
Langkah cepat aparat mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga berharap kegiatan serupa tetap dilakukan jika cuaca ekstrem kembali terjadi.
