Lutung Jawa, Primata Pemalu Penjaga Hutan yang Mulai Terancam Punah

Pernah dengar soal Lutung Jawa? Primata yang punya nama keren Trachypithecus auratus ini sebenarnya salah satu “penjaga” rahasia hutan kita. Sayangnya, kabar terbaru dari lapangan bikin kita harus elus dada. Primata yang dikenal kalem dan pemalu ini sekarang lagi berjuang keras buat bertahan hidup di tengah gempuran perubahan alam yang makin nggak menentu.

Si “Anak Emas” yang Berubah Jadi Hitam

Ada yang unik banget dari Lutung Jawa. Kalau kalian lihat bayi lutung, warnanya bukan hitam, tapi oranye terang kayak emas! Lucu banget, kan? Warna mencolok ini sebenarnya strategi alam supaya induk dan anggota kelompok lainnya gampang mengawasi si bayi di rimbunnya hutan. Tapi seiring bertambahnya umur, rambut mereka bakal berubah jadi hitam legam yang elegan.

Beda sama monyet ekor panjang yang sering kita lihat di pinggir jalan, lutung itu lebih eksklusif. Mereka adalah primata herbivora sejati yang hobi banget makan pucuk daun muda. Perut mereka spesial, didesain buat memecah serat daun yang keras lewat proses fermentasi, mirip banget sama sistem pencernaan sapi. Jadi, nggak heran kalau mereka betah banget seharian di atas pohon (arboreal) tanpa perlu turun ke tanah.

Data paling gress di awal 2026 ini menunjukkan kondisi yang lumayan bikin ngeri. Di kawasan lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur, populasi mereka dilaporkan merosot tajam. Kalau dulu ada puluhan kelompok yang berkeliaran, sekarang kabarnya cuma tersisa sekitar 9 kelompok saja.

Rosek Nursahid, pengamat lingkungan dari PROFAUNA Indonesia, sempat kasih kode keras soal masalah ini. Menurutnya, alih fungsi hutan jadi lahan pertanian sayur dan perburuan liar jadi biang kerok utamanya.

“Perambahan hutan ini masif banget, terutama buat perluasan lahan pertanian. Banyak kawasan hutan yang dulunya rumah buat lutung, sekarang malah berubah jadi ladang,” ujar Rosek.

Nggak cuma kehilangan rumah, lutung juga masih sering jadi incaran pemburu. Padahal, lutung itu spesies kunci. Kalau mereka hilang, keseimbangan ekosistem hutan bisa berantakan karena nggak ada lagi yang bantu menyebarkan biji-bijian pohon hutan secara alami.

Untungnya, masih ada orang-orang keren yang nggak tinggal diam. Di Malang, ada yang namanya Javan Langur Center (JLC). Mereka fokus banget buat menyelamatkan lutung hasil sitaan atau penyerahan warga buat direhabilitasi.

Prosesnya nggak instan, lho. Lutung-lutung ini harus belajar lagi caranya jadi “liar”—mulai dari milih makanan yang bener sampai cara bersosialisasi sama kelompoknya. Sampai tahun ini, puluhan ekor sudah berhasil dilepasliarkan ke habitat aslinya, kayak di Hutan Lindung Malang Selatan dan Coban Talun. Tujuannya cuma satu: supaya populasi mereka di alam nggak makin habis.

Mungkin banyak yang mikir, “Ah, kan cuma monyet hitam.” Tapi faktanya, Lutung Jawa itu endemik, artinya mereka cuma ada di Pulau Jawa dan beberapa pulau kecil sekitarnya. Kalau di sini punah, ya berarti mereka hilang selamanya dari muka bumi.

Lutung itu pemalu banget sama manusia. Mereka nggak bakal ganggu kalau rumahnya nggak diganggu duluan. Menjaga mereka berarti menjaga paru-paru dunia yang kita hirup setiap hari.

Sumber:

Mengulik Sejarah Kerajaan Salakanagara, Dari Legenda Hingga Catatan Sejarah

Tangker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz Karena Blokade

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *