BOGOR – Ada pemandangan beda nih di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Biasanya kalau sore-sore nunggu buka puasa alias ngabuburit itu identik sama jalan-jalan sore atau cari takjil, anak-anak muda di sini justru asyik berkutat sama kamera dan buku catatan.
Para remaja yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid (Irma) Desa Cinangka lagi ngadain Pelatihan Jurnalistik Dasar. Tujuannya keren banget: biar mereka nggak cuma jadi penonton di media sosial, tapi juga bisa jadi pembuat konten yang punya bobot dan manfaat buat warga sekitar.
Bukan Sekadar Konten, Tapi Ilmu Beneran
Kegiatan yang dimulai dari jam 4 sore ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kampung di wilayah Cinangka. Mereka diajarin gimana caranya nulis berita yang bener, teknik ambil foto yang estetik pake HP, sampe tips biar nggak kemakan berita bohong atau hoax.
Ketua Pelaksana, Ahmad Fauzi, bilang kalau inisiatif ini muncul karena pengen bikin kegiatan yang berfaedah sekaligus kekinian.
“Kita pengen anak-anak muda di Cinangka punya skill tambahan. Jadi pas main Instagram atau TikTok, postingannya nggak cuma sekadar update status galau, tapi bisa ngabarin info positif soal desa kita sendiri,” kata Fauzi saat ditemui di lokasi, Senin (23/02/2026).
Materi yang dikasih juga nggak ngebosenin. Mentornya didatangkan langsung dari praktisi media lokal Bogor yang udah biasa ‘nangkring’ di lapangan. Para peserta diajak simulasi langsung jadi reporter dadakan. Ada yang bertugas wawancara pedagang takjil di depan masjid, ada juga yang asyik motret suasana tadarus.
Salah satu peserta, Riska (17), ngaku kalau dia dapet banyak insight baru dari acara ini. Menurutnya, ternyata nulis berita itu nggak sesusah yang dibayangin kalau tau rumusnya.
“Tadi diajarin soal 5W+1H, tapi versinya santai banget. Sekarang jadi tau kalau mau posting di sosmed juga harus dicek dulu bener atau nggak infonya. Seru banget daripada cuma bengong nunggu Maghrib,” ucap siswi SMA ini sambil nunjukin hasil fotonya.
Nggak cuma peserta, dukungan juga dateng dari para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Pak Haji Mulyadi, salah satu sesepuh desa, ngerasa bangga liat anak muda sekarang yang masih mau belajar di masjid dengan cara yang modern.
Kata Mereka Soal Literasi Digital
Pentingnya kegiatan kayak gini juga diamini sama pengamat sosial dari Universitas Pakuan Bogor, Dr. Aris Munandar. Menurut beliau, langkah Remaja Masjid Cinangka ini adalah terobosan yang cerdas banget buat ngisi waktu luang.
“Inisiatif dari akar rumput kayak gini yang kita butuhin. Melatih remaja buat kritis sama informasi dan bisa produksi konten positif itu langkah preventif buat ngurangin dampak negatif dari dunia digital. Saya sangat mengapresiasi,” ujar Dr. Aris lewat pesan singkatnya.
Efek jangka panjangnya, Desa Cinangka berharap punya ‘pasukan’ kreatif yang bisa mempromosikan potensi lokal. Mulai dari UMKM kerajinan tangan sampai kuliner khas Ciampea yang mungkin selama ini belum banyak diketahui orang luar.
Dengan punya kemampuan jurnalistik dasar, para remaja ini nantinya bisa bantu mengelola website desa atau akun media sosial komunitas. Jadi, wajah Desa Cinangka di dunia maya bakal makin kece dan informatif.
Acara ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama yang penuh kehangatan. Semua peserta dapet sertifikat pelatihan yang katanya sih bisa jadi modal buat mereka kalau mau serius terjun ke dunia media nanti.
Sumber:
