Tertibkan Lalu Lintas, Celukan Angkot di Alun-Alun Bogor Ditutup Permanen

Buat kamu warga Bogor atau yang sering main ke area Stasiun, ada kabar terbaru nih soal penataan jalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengambil langkah tegas buat ngatasin macet yang nggak kelar-kelar di depan Alun-Alun. Yup, celukan angkot atau lay bay yang biasanya jadi tempat mangkal angkot di Jalan Kapten Muslihat kini resmi ditutup permanen.

Penutupan ini bukan tanpa alasan. Lokasi yang tadinya dibuat biar angkot bisa menaikkan dan menurunkan penumpang dengan rapi, malah sering disalahgunakan jadi tempat ngetem lama atau parkir liar kendaraan online. Efeknya? Antrean kendaraan jadi mengular sampai ke area Jembatan Merah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, lewat keterangannya baru-baru ini ngejelasin kalau langkah ini diambil buat mengembalikan fungsi jalan yang seharusnya. Pemasangan kanstin beton di sepanjang celukan itu dilakukan biar nggak ada lagi celah buat angkot masuk dan mangkal di sana.

“Iya betul kami tutup,” tegas Sujatmiko saat dikonfirmasi soal kebijakan ini. Menurutnya, meskipun sudah ada celukan, nyatanya banyak sopir angkot yang masih ngetem sembarangan dan bikin arus lalu lintas tersendat, apalagi pas jam sibuk orang pulang kerja atau pengguna KRL keluar dari stasiun.

Kebijakan ini memancing beragam reaksi dari masyarakat. Banyak yang setuju karena merasa area Alun-Alun jadi lebih lega, tapi ada juga yang khawatir kalau angkot malah ngetem di badan jalan utama.

“Tetep aja macet kalau pengawasannya nggak ketat. Walaupun celukan ditutup, kalau angkotnya berhenti di tengah jalan ya sama aja bohong. Harusnya ada petugas yang jaga terus atau pakai sistem timer,” ujar Baim, salah satu warga yang sering melintas di kawasan tersebut.

Di sisi lain, para sopir angkot merasa makin terjepit. Apriyanto, salah satu sopir angkot di Bogor, curhat kalau pendapatan mereka makin hari makin tipis karena banyaknya perubahan aturan dan persaingan sama transportasi online. “Sekarang penghasilan kita sudah jauh berkurang, kalau tempat ngetem makin terbatas, makin susah nyari sewa,” keluhnya.

Nggak cuma soal angkot, penutupan celukan ini juga jadi bagian dari proyek besar pemeliharaan Alun-Alun Kota Bogor. Pemkot pengen kawasan ikonik ini bener-bener nyaman buat pejalan kaki dan wisatawan. Selain menutup jalur ngetem, beberapa zona di dalam Alun-Alun kayak jogging track dan taman juga lagi dipoles biar makin cantik.

Berikut poin-poin penting terkait kondisi terbaru di depan Alun-Alun Bogor:

  • Beton Permanen: Jalur masuk celukan sudah ditutup rapat pakai kanstin beton, bukan lagi pembatas plastik yang gampang digeser.

  • Pengalihan Titik Naik-Turun: Penumpang diharapkan naik dan turun di titik yang sudah ditentukan tanpa mengganggu arus utama.

  • Patroli Park Ranger: Petugas disiagakan buat pastiin nggak ada lagi parkir liar di bahu jalan bekas celukan tersebut.

Buat kamu yang mau bepergian pakai angkot lewat jalur ini, siap-siap ya buat jalan sedikit lebih jauh ke titik yang lebih aman. Dishub juga ngimbau masyarakat buat nggak lagi nunggu angkot di area yang sudah ditutup beton itu demi kenyamanan bareng.

Langkah berani ini diharapkan bisa jadi solusi jangka panjang buat wajah Kota Bogor yang lebih tertib. Walaupun banyak tantangan, sinergi antara pemerintah, sopir angkot, dan masyarakat jadi kunci biar Bogor nggak lagi dibilang “Kota Sejuta Macet”.

Sumber:

Prakiraan Cuaca Kota Bogor Hari Ini dan Perkiraan Hingga Malam Nanti

Kapan Parade 6 Planet Terjadi? Simak Jadwal dan Tips Mengamatinya dari Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *