BOGOR – Masih ingat kejadian ngeri waktu angin puting beliung ngamuk di sekitaran Stadion Pakansari beberapa waktu lalu? Pemandangan pohon-pohon tumbang yang bikin kawasan itu jadi gersang sempat bikin sedih warga Bogor. Tapi tenang, sekarang ada kabar sejuk. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor nggak tinggal diam dan langsung tancap gas buat memulihkan kembali “paru-paru” Cibinong tersebut.
Langkah nyata ini diambil lewat aksi penghijauan kembali alias reboisasi besar-besaran di sepanjang jalur pedestrian dan area terbuka hijau Pakansari. Nggak cuma sekadar tanam pohon, aksi ini juga jadi simbol kebangkitan fasilitas publik kebanggaan warga Bogor setelah dihantam cuaca ekstrem.
Gercep Pulihkan Ikon Wisata Olahraga
Kawasan Pakansari bukan cuma soal bola, tapi sudah jadi titik kumpul warga buat olahraga pagi, jajan kuliner, sampai sekadar nongkrong sore. Makanya, waktu deretan pohon peneduhnya roboh diterjang angin kencang, kenyamanan area ini langsung drop.
Pj Bupati Bogor beserta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun langsung buat memastikan penanaman pohon ini berjalan sesuai rencana. Jenis pohon yang dipilih pun nggak sembarangan. Selain fungsi peneduh, estetika juga jadi pertimbangan utama supaya Pakansari tetap Instagrammable.
“Kita pengen Pakansari kembali hijau secepatnya. Ini bukan cuma soal nanam pohon, tapi soal ngerawat ekosistem kita yang sempat rusak kemarin. Kita pilih bibit yang lebih kuat akarnya supaya nggak gampang tumbang kalau ada cuaca buruk lagi,” ungkap salah satu staf lapangan di lokasi proyek.
Banyak warga yang awalnya skeptis, takutnya ini cuma aksi formalitas. Tapi pantauan di lapangan menunjukkan lubang-lubang tanam sudah disiapkan secara masif. Pemkab Bogor juga kabarnya menggandeng beberapa pihak swasta lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) buat mempercepat proses ini.
Langkah ini dapet jempol dari pengamat tata kota, Rahmat Hidayat, yang menilai kalau Pakansari memang butuh regenerasi vegetasi.
“Langkah Pemkab ini sudah tepat. Pohon di kawasan perkotaan itu vital banget buat nurunin suhu udara yang makin panas. Tapi yang paling penting, perawatannya jangan kendor setelah ditanam. Jangan sampai cuma ramai di awal, tapi nanti malah kering nggak keurus,” ujar Rahmat saat dihubungi terpisah.
Warga lokal pun menyambut antusias. Maya (26), salah satu pelari rutin di Pakansari, ngaku ngerasa bedanya sejak banyak pohon yang tumbang. “Dulu kalau lari jam 8 pagi masih enak, adem. Pasca-badai kemarin berasa gersang banget, panasnya nyengat. Kalau sekarang mulai ditanamin lagi, ya seneng banget. Semoga cepat gede pohonnya biar asri lagi,” curhatnya.
Selain buat estetika, penghijauan ini juga bertujuan buat memperbaiki sistem resapan air di sekitar stadion. Mengingat Bogor yang punya intensitas hujan tinggi, keberadaan pohon dengan akar yang kuat sangat krusial buat mencegah banjir lokal di jalanan.
Mengintip Rencana Jangka Panjang
Pemkab Bogor nggak cuma fokus di Pakansari. Kabarnya, aksi serupa bakal merembet ke titik-titik lain yang juga rawan terdampak bencana. Pola penanamannya pun dibuat lebih modern dengan memperhatikan jarak aman dari kabel listrik dan drainase, biar kejadian pohon tumbang yang nimpa kendaraan nggak terulang lagi.
Buat kamu yang sering lewat sini, siap-siap ya bakal lihat pemandangan baru yang lebih segar. Area yang dulunya berantakan gara-gara ranting patah, sekarang mulai ditata rapi dengan bibit-bibit pohon baru yang siap tumbuh tinggi.
Uniknya, aksi ini nggak cuma melibatkan orang pemerintahan. Banyak komunitas lingkungan di Bogor yang ikut kasih masukan soal jenis tanaman yang cocok buat tanah Bogor. Kolaborasi ini bikin gerakan “Bogor Hijau” jadi makin solid.
Jadi, buat warga Bogor, yuk kita ikut jaga pohon-pohon yang baru ditanam ini. Jangan dirusak apalagi dicoret-coret. Pakansari yang asri itu tanggung jawab kita bareng-bareng, bukan cuma urusan Pemkab doang.
Sumber:
