Dramaga, Bogor – Kawanan monyet liar lagi ramai bikin warga Kampung Babakan Raya, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, gerah dan was-was karena muncul lagi masuk ke lingkungan rumah dan gang warga.
Peristiwa itu terjadi Rabu, 25 Februari 2026, ketika beberapa ekor monyet terlihat mondar-mandir di dekat rumah warga bahkan dekat Masjid Miftahul Jannah Babakan Raya. Warga yang waktu itu lagi santai sore sampai kaget dan merasa tak nyaman lihat satwa liar itu muncul begitu dekat.
Menurut Ketua RW setempat, Suryadi, kemunculan mereka jadi tanda kalau monyet-monyet ini kembali keluar dari habitat asalnya. Padahal sebelumnya sempat hilang sekitar sebulan terakhir, tapi kini mereka kembali dan mulai bikin repot warga.
Warga bercerita kalau monyet-monyet ini pinter banget nyari celah. Kalau ada jendela yang lupa dikunci atau pintu dapur yang kebuka dikit, mereka langsung gercep masuk buat nyari makanan.
“Tadi pagi pas lagi masak, tiba-tiba ada suara gaduh di belakang. Pas dicek, ada monyet gede banget lagi pegang bungkusan kerupuk. Saya takut mau ngusir sendiri, soalnya dia kayak mau nyerang gitu,” ujar Siti (34), salah satu warga Desa Babakan.
Munculnya fenomena ini sebenernya bukan hal baru, tapi frekuensinya yang makin sering bikin banyak pihak bertanya-tanya. Ahli dari IPB University, Prof. Huda, sempat jelasin kalau monyet-monyet ini sebenernya punya rasa takut sama manusia. Tapi, mereka itu hewan yang sangat adaptif dan pinter baca situasi.
Menurut Prof. Huda dalam keterangannya di portal berita lokal, monyet ekor panjang di Dramaga sudah hidup di sekitaran kampus sejak tahun 1970-an. Fragmentasi habitat atau makin sempitnya lahan hijau gara-gara pembangunan jadi faktor utama.
“Mereka memulung makanan karena itu strategi hidup yang paling gampang. Sampah makanan yang berserakan di sekitar permukiman jadi sumber pakan paling praktis buat mereka,” ungkapnya seperti dikutip dari Klik Bogor
Beliau juga nambahin kalau monyet bisa jadi agresif kalau mereka ngerasa manusia yang di depannya itu takut atau kalau mereka ngerasa terpojok.
Keresahan warga Dramaga ini juga dirasain sama Pak RT setempat. Suryadi, tokoh masyarakat di Kampung Babakan, ngaku kalau warga bingung mau lapor ke mana. Meski sudah koordinasi sama pihak desa, penanganan satwa liar ini emang nggak simpel.
“Kami nggak berani nangkep sendiri, takut digigit. Kalau digigit kan bahaya, takut kena penyakit atau rabies. Pernah lapor ke Damkar, tapi pas petugas dateng, monyetnya udah kabur duluan ke arah hutan kecil,” keluh Suryadi sebagaimana dilansir dari Sunda Urang.
Selain masalah makanan, ada juga spekulasi kalau pimpinan kelompok monyet ini lagi nyari wilayah baru. Menurut teori perilaku primata, kalau ketua gengnya ketangkep atau mati, biasanya kelompoknya bakal mencar atau pindah lokasi buat sementara waktu sebelum balik lagi.
Fenomena “serbuan” monyet di Dramaga ini jadi pengingat kalau keseimbangan alam emang lagi nggak baik-baik saja. Pembangunan yang makin masif di area Bogor Barat bikin ruang gerak satwa liar makin kejepit. Warga berharap pihak BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat bisa turun tangan buat kasih solusi jangka panjang, misalnya dengan relokasi atau penyediaan sumber pakan di habitat asli mereka.
Sampai berita ini diturunkan, kawanan monyet masih terpantau sering muncul di waktu-waktu tertentu, terutama pas pagi jam 7 sampai jam 9, dan sore hari menjelang maghrib. Tetap waspada ya buat warga Dramaga dan sekitarnya!
Sumber:
