Baru-baru ini, pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) kasih peringatan keras soal beredarnya kurma yang dimodifikasi pakai sirup glukosa atau pemanis buatan. Bukannya dapet khasiat sehat, yang ada malah gula darah bisa melonjak drastis. Yuk, kita bongkar gimana cara bedain kurma asli dengan yang sudah “disulap” pakai tambahan gula.
Kenapa Sih Ada Kurma Campur Sirup?
Alasannya klasik: biar untung gede. Kurma yang kualitasnya kurang oke atau sudah agak kering biasanya direndam atau disemprot sirup glukosa. Tujuannya supaya kurma kelihatan lebih montok, beratnya nambah, dan rasanya manis banget di lidah. Masalahnya, ini bisa nipu pembeli yang lagi nyari makanan sehat buat buka puasa atau diet.
1. Cek Tekstur dan Kilau Permukaannya
Cara paling gampang yang bisa kamu lakuin adalah pakai mata telanjang. Kurma alami itu biasanya punya kilau yang natural, bukan yang kelihatan basah atau lengket banget.
-
Kurma Asli: Kulitnya cenderung kering, keriputnya alami, dan nggak bakal ninggalin bekas lengket yang berlebihan di tangan.
-
Kurma Sirup: Kelihatan sangat mengkilap (glowing) tapi kalau disentuh rasanya lengket kayak kena lem. Kilau ini biasanya berasal dari lapisan sirup yang nempel di kulit luar.
2. Rasakan Manisnya yang “Nyakit” di Tenggorokan
Profesor dari IPB menjelaskan kalau kurma asli itu punya rasa manis yang khas, legit, dan lembut di tenggorokan. Beda banget sama kurma yang sudah ditambah glukosa.
Kalau kamu makan satu buah dan langsung merasa manisnya “nusuk” sampai ke tenggorokan atau bikin haus banget, itu tanda kuat ada tambahan gula pasir atau sirup. Kurma alami punya profil rasa yang kompleks, ada sensasi karamel atau nutty tergantung jenisnya, nggak cuma manis doang.
“Banyak orang terkecoh mikir kurma itu semuanya sehat. Padahal kalau sudah ditambah pemanis, indeks glikemiknya naik gila-gilaan. Kita harus lebih teliti baca label atau beli di tempat terpercaya,” — Dikutip dari Forum Kesehatan Online.
3. Perhatikan “Tamu” Tak Diundang (Semut)
Ini trik jadul tapi masih ampuh banget. Kurma alami punya struktur gula buah (fruktosa) yang terikat di dalam seratnya. Makanya, semut biasanya nggak terlalu agresif kalau ketemu kurma asli yang masih utuh.
Tapi kalau kurma itu sudah dicelup sirup glukosa, lapisan luarnya jadi sasaran empuk semut. Kalau kamu biarin di suhu ruang sebentar dan langsung dikerubutin semut, fix itu ada tambahan gula tambahannya.
4. Cek Bagian Dalam (Daging Buah)
Coba deh belah kurmanya. Kurma yang sudah direndam sirup biasanya bagian dalamnya jadi terlalu lembek atau berair (benyek). Gula cair itu meresap ke dalam pori-pori kurma dan merusak struktur serat aslinya. Kurma yang sehat harusnya punya daging buah yang padat tapi tetap empuk saat digigit.
Gimana Cara Pilih Kurma yang Aman?
Biar nggak ketipu lagi, ada beberapa tips simpel yang bisa kamu praktekin saat belanja:
-
Cek Kemasan: Pilih kurma yang punya izin edar resmi dan tanggal kedaluwarsa yang jelas.
-
Hindari Curah Tanpa Merk: Kalau beli yang curahan, pastikan tokonya bersih dan kamu bisa nyicipin dikit buat mastiin teksturnya.
-
Harga Masuk Akal: Kurma kualitas bagus punya standar harga. Kalau ada yang jual kurma jenis premium (seperti Ajwa atau Medjool) dengan harga miring banget, mending curiga deh.
Jangan sampai niat mau sehat malah jadi penyakit karena salah pilih makanan. Tips dari Profesor IPB ini jadi pengingat kalau kita harus lebih aware sama apa yang masuk ke perut. Kurma asli itu berkah, tapi kurma sirup itu masalah.
Sekarang kamu sudah tahu kan rahasianya? Jangan lupa kasih tahu keluarga dan teman-teman biar mereka juga nggak zonk pas beli kurma.
Sumber:
