Silsilah Keluarga
Terlahir dengan lima bersaudara, ia merupakan anak kedua dengan empat saudaranya yaitu H. Anwar Arief, Achmad Chotib, Hj. Siti Chodidjah, dan Hj. Siti Djumraeni. KH. Sholeh Iskandar sebenarnya terlahir dari keluarga yang aktif dalam kegiatan perjuangan kemerdekaan di zaman revolusi, bisa dilihat dari kakaknya H. Anwar Arief merupakan salah seorang yang menjabat sebagai Komandan Seksi II Kompi IV, sedangkan KH. Sholeh Iskandar merupakan seorang Kapten jelas lebih tinggi empat tingkat dari kakak kandungnya. Bisa dilihat bahwa urutan kepangkatan militer adalah Sersan Mayor, kemudian Letnan Muda, Letnan II, Letnan I, Kapten lalu Mayor. Adapula adik KH. Sholeh Iskandar yaitu H. Achmad Chotib dia menjabat sebagai Kepala Bagian Persenjataan Batalyon O dengan pangkat Letnan Muda, dan lebih tinggi satu tingkat dengan kakak pertamanya yaitu H. Anwar Arief. Begitupula dari keluarga ayah maupun ibu KH. Sholeh Iskandar juga banyak terlibat dalam tubuh perjuangan di Desa Pasarean seperti Hj. Aisjah binti Salen yang merupakan ketua dapur umum dari kegiatan Laskar Rakyat Leuwiliang hingga Batalyon O merupakan bibi KH. Sholeh Iskandar dari ayahnya (H.M. Arif bin H. Salen). Sedangkan H. Mohammad Sholeh bin H.Naikin terhitung paman KH. Sholeh Iskandar, begitupula Kapten Dasuki Bakri, Komandan Batalyon TKR Batalyon III Resimen Bogor, adalah paman KH. Sholeh Iskandar karena istri Kapten Dasuki yaitu Hj. Sadiyah binti KH. Tb. Arfin adik dari ibunda KH. Sholeh Iskandar, Hj. Atun Halimah binti KH.Tb. Arfin.
Dilihat dari latar belakang keluarganya, bahwa keikutsertaan KH. Sholeh Iskandar di dunia kemiliteran juga banyak dipengaruhi oleh keluarganya, kakak dan adiknya juga ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, namun diantara saudara-saudaranya memang KH. Sholeh Iskandar lah yang paling dikenal oleh masyarakat, sedangkan di sisi lain saudara perempuan ikut bergabung dalam menyiapkan makanan bagi para pasukan yang berjuang. Maka dari itu wajar saja jika sosok KH. Sholeh Iskandar tumbuh sebagai orang yang aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia khususnya untuk wilayah Bogor Barat dengan melawan penjajah Belanda yang banyak menindas rakyat Indonesia, padahal pada saat itu menjadi pejuang kemerdekaan dan bergabung dengan ketentaraan seperti Batalyon itu tidak di gaji, namun semangat nasionalismenya sudah tumbuh di usia muda dengan banyak ikut serta melawan penjajah dengan mengangkat senjata.
Setelah dewasa ketika ia menjadi santri di Cantayan kemudian diangkat jadi menantu oleh gurunya yaitu KH. Ahmad Sanusi dengan di nikahkannya kepada anaknya Siti Maryam dengan dikaruniai enam orang anak, yaitu: Deden Fatimah (alm), Ida Farida, Dudi Iskandar (alm), Dedi Zaenal Abidin, Dade Hilmah dan Didi Hilman. KH. Sholeh Iskandar tidak hanya memiliki satu istri, ia menikah lagi dengan istri kedua yaitu Siti Maemunah yang merupakan orang Jakarta dengan dikaruniai dua orang anak, yaitu: Dida Djamilah dan Dadang Hizbullah, sedangkan dari istri yang ketiga yaitu Siti Rohani yang berasal dari Bogor tidak karuniai anak, jadi semua istri KH. Sholeh Iskandar ada tiga orang istri dan delapan orang anak baik dari istri pertama maupun dari istri kedua.
Sumber: Jurnal Peran KH Sholeh Iskandar Tokoh Bogor
