Bogor – Proyek nasional yang lagi berjalan di Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor lagi jadi sorotan keras dari warga sekitar. Gimana gak, selain bunyi alat berat yang bikin ribut banget, area proyek juga dikeluhkan karena bikin jalan makin rusak dan kotor. Kritik ini muncul lantaran warga ngerasa enggak dapet info yang jelas soal dampaknya buat lingkungan dan kenyamanan mereka.
Menurut pantauan di lokasi, alat-alat berat dengan warna kuning dan merah memenuhi area proyek yang rencananya bakal jadi fasilitas kesehatan bertingkat delapan meter. Tapi bukan cuma itu aja, kondisi jalan menuju tempat itu terlihat rusak, aspalnya ngelupas, bahkan area sekitar proyek becek dan miring, bikin warga makin kesel.
“Enggak ada info juga, ini mulai Januari lalu, kerja kadang sampai malam banget, suara alatnya bikin terganggu,”
kata salah satu warga bernama Gunadi kepada wartawan.
Warga lain juga ngeluh tentang kebersihan yang kurang terjaga. Banyak tanah dari kendaraan proyek yang nempel di badan jalan, jadi licin dan berpotensi bahaya buat pengendara lain – terutama setelah hujan. Menanggapi itu, Pemerintah Kota Bogor lewat Wali Kota Dedie A Rachim bilang udah minta pengelola proyek supaya sediakan area pembersihan truk sebelum masuk ke jalan umum biar enggak bikin jalan jadi kotor dan licin.
Dedie juga bilang pihak kelurahan dan kecamatan udah diminta buat komunikasi langsung sama pengelola proyek dan warga biar masalah kayak gini bisa diminimalisir. Tapi beberapa warga merasa langkah ini masih belum cukup karena dampak dari proyek dirasain langsung tiap hari oleh mereka.
Keluhan warga bukan cuma soal bunyi mesin atau tanah yang berceceran aja. Mereka juga nanya soal dampak lingkungan jangka panjang dari pembangunan besar ini. Khawatir, proyek bakal bikin polusi debu, tanah makin cepat rusak, dan lingkungan sekitar makin terganggu. Dalam kondisi seperti ini, warga ngerasa butuh penjelasan yang lebih transparan soal upaya mitigasi dampak.
Sementara itu, proyek road works atau pembangunan besar di beberapa titik Bogor memang sempat jadi isu yang lebih luas soal kebersihan dan dampaknya ke lingkungan. Misalnya, Wali Kota Dedie sebelumnya juga sempat melarang truk proyek supaya bersih sebelum masuk jalan umum setelah tanah yang dibawa roda mereka bikin jalan jadi licin dan berpotensi kecelakaan.
Kasus kayak gini nunjukin kalau pembangunan besar di kota sering bikin dua reaksi: ada yang ngerasa proyek ini penting buat fasilitas publik, tapi ada juga yang ngerasa kualitas hidup warga terganggu karena kebersihan dan dampak lingkungan yang kurang dipikirin serius.
Di luar kasus Semeru, isu soal kebersihan dan dampak lingkungan juga lagi hangat dibahas di Bogor. Pemerintah pusat sendiri lagi gencar dorong gerakan nasional buat bersihin kota dan jaga lingkungan lewat program Indonesia ASRI yang fokus pada kebersihan dan lingkungan yang sehat.
Gerakan ini ngebenerin banget dengan kritikan warga soal proyek di jalan Semeru yang menurut mereka “belum cukup memperhatikan kebersihan”. Meski proyek fasilitas kesehatan nantinya bisa manfaat buat warga, tetap aja kritik soal dampak proyek terhadap lingkungan hidup jadi poin penting yang enggak bisa diabaikan begitu aja.
Proyek nasional di Jalan Semeru Bogor lagi bikin warga protes lantaran suara alat berat yang mengganggu, jalan yang makin rusak, tanah yang nempel di badan jalan, dan kurangnya info soal dampak lingkungan yang jelas. Pemerintah kota bilang udah berusaha mitigasi masalah ini lewat koordinasi dengan pengelola proyek, tapi warga tetap berharap ada perhatian lebih soal kebersihan dan dampak lingkungan supaya kualitas hidup mereka enggak turun selama pembangunan berlangsung.
Sumber:
-
Wali Kota Bogor tegur truk proyek yang cecerkan tanah di jalan https://berita.rri.co.id
