Mengenal Sosok KH.Soleh Iskandar (Kiprah di Dunia Militer bagian 1)
Kiprah di Dunia Militer
Sepak terjang KH. Sholeh Iskandar dalam dunia militer berawal dari keaktifannya dalam organisasi kepemudaan di kampung kelahirannya Cibungbulang, KH.Sholeh Iskandar mendirikan organisasi Subbanul Muslimin (Pemuda Muslim), tak sebatas menjadi salah seorang yang aktif hanya dalam berorganisasi, KH. Sholeh Iskandar juga merupakan pejuang yang tergabung dalam Hizbullah yang sebelumnya Laskar Rakyat Leuwiliang. Namun jauh sebelum melebur dengan Hizbullah, KH. Sholeh Iskandar sebelum itu merupakan ketua Barisan Islam Indonesia (BII) yang di bawahi oleh Al-Ittihadiyatul Islamiyah yang dipimpin oleh gurunya yaitu KH. Ahmad Sanusi. Barisan Islam Indonesia yang diketuai oleh KH. Sholeh Iskandar ini bermarkas di Gunung Handeuleum, di sini KH. Sholeh Iskandar mengajarkan kepada anggota BII dengan dilatih seperti baris berbaris, pengetahuan dasar kemiliteran, ilmu politik dan kemasyarakatan, bahasa Indonesia, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.18 Diketahui bahwa ketika aktifitas BII di Gunung Handeuleum ini banyak para tokoh yang berkunjung ke sana salah satunya Adam Malik, dari sini lah seorang Adam Malik selain berkunjung untuk memotivasi dan menyemangati juga meyakinkan masyarakat di sana untuk membentuk Gerindo, kemudian dipilihlah salah seorang yang berpengaruh di Gunung Handeuleum dengan ditunjuknya H. Dimyati19 sebagai Ketua Gerindo Cabang Bogor dan Sholeh Iskandar sebagai Wakil Ketua Barisan Pemuda Gerindo Cabang Bogor.
Tidak diragukan lagi bahwa sosok KH. Sholeh Iskandar sebelum memasuki dunia kemiliteran juga sudah aktif dalam bermasyarakat dan membentuk suatu organisasi. Ketika itu proklmasi kemerdekaan Indonesia di umumkan pada 17 Agustus 1945, namun meskipun Indonesia sudah merdeka tetapi keadaannya tidak seperti itu, nyatanya Indonesia masih di bawah kekuasaan para tentara Jepang. Kemudian pada September 1945 KH. Sholeh Iskandar ingin membentuk Markas Perjuangan Rakyat dengan mengumpulkan masyarakat dan memberitahu maksudnya tersebut di Desa Pasarean, kemudian terbentuklah dan menjadi dua bidang militer yaitu BKR21 yang dipimpin oleh Kapten Haji Dasuki dan Mayor Tamat, kemudian Hizbullah yang dipimpin oleh KH. Sholeh Iskandar. Laskar Hizbullahh ini menginduk kepada Partai Masyumi karena kondisi Negara Indonesia pada saat itu baru berdiri dan tidak memiiki apa-apa apalagi dalam kemiliteran dan persenjataan, karena laskar merupakan bentukan dari masyarakat bukan negara jadi fasilitas finansial pun di cari sendiri tidak di pasok oleh negara.
Sumber: KONTRIBUSI KH. SHOLEH ISKANDAR DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN ISLAM DI BOGOR (1968-1992)
