CIBINONG — Antusiasme warga Kabupaten Bogor dan sekitarnya membeludak saat tabligh akbar di Masjid Nurul Wathon, Pakansari, Cibinong digelar Sabtu malam (24 Januari 2026). Acara keagamaan yang menghadirkan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) itu bukan hanya sekadar ceramah biasa, tapi berubah jadi momen kebersamaan yang penuh warna: doa bersama, beragam fasilitas untuk jamaah, hingga sentuhan acara pesta rakyat yang hangat menyentuh semua kalangan masyarakat.
Tepat pukul 19.30 WIB, ribuan jamaah sudah tampak berjejal di area masjid yang selama ini jadi ikon baru kegiatan religi di jantung Kabupaten Bogor. Tidak hanya datang dari warga lokal, sejumlah keluarga dan kelompok dari desa-desa sekitarnya bahkan ikut hadir untuk mendengar tausiyah langsung dari UAS dan menyemarakkan acara yang digagas pemerintah daerah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, dia menekankan bahwa tabligh akbar bukan sekadar agenda dakwah yang rutin, tapi juga menjadi momen untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat. Menurutnya, kehadiran ribuan jamaah membuktikan bahwa umat Islam di Bogor haus akan kegiatan yang bukan saja mempersatukan, tapi memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.
“Kita ingin kegiatan tabligh akbar ini jadi ruang bagi semua orang, tua dan muda, keluarga dan tetangga, untuk ngumpul bareng, berdoa bareng, saling kenal, saling sapa. Ini yang membuat acara jadi lebih bermakna,” ujar Rudy saat memberikan sambutan singkat di panggung utama. “Bukan sekadar ceramah tapi kebersamaan umat.”
Sajian yang Bikin Suasana Makin Hidup
Dukungan penuh dari Pemkab Bogor untuk acara ini juga tampak jelas lewat penyediaan fasilitas. Mulai dari area parkir yang tertata rapi, panggung yang aman serta sound system memadai, hingga tenda-tenda makan gratis yang bikin jamaah betah ngobrol selepas acara utama.
Salah satu hal unik dari tabligh akbar ini adalah tambahan elemen pesta rakyat: makanan gratis dan dukungan terhadap pelaku UMKM lokal. Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan ribuan porsi makanan yang disajikan lewat belasan gerobak UMKM di area acara. Kerja bareng antar dinas sudah dipastikan sejak jauh-jauh hari, sehingga saat acara hajatan berlangsung, semua warga bisa santai menikmati aneka kuliner sambil saling bercengkerama.
“Menu yang disediakan bukan sekadar nasi bungkus doang. Ada bakso, siomay, jajanan tradisional, sampai makanan ringan khas Bogor yang bikin jamaah semangat,” kata salah seorang panitia acara. Selain itu, anak-anak juga bisa menikmati cemilan sambil ikut kegiatan bermain edukatif yang disiapkan di area khusus.
Menurut laporan dari lapangan, puluhan gerobak UMKM sempat diserbu jamaah dan habis dalam waktu singkat. Salah satu pedagang, Irnawati (38) mengatakan, dagangannya ludes kurang dari 30 menit setelah acara dimulai. “Alhamdulillah, ramai banget. Ini bukan cuma jadi ladang rezeki tapi juga bikin kita semua ikut berbaur dengan warga yang datang,” ujar Irnawati dengan senyum.
Isra Mi’raj Jadi Temanya
Tabligh akbar ini juga memiliki konteks religius yang kuat. Acara digelar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah momentum penting dalam kalender umat Islam. Dalam ceramahnya, UAS mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj: menjaga keimanan di tengah tantangan zaman, tetap bersyukur, serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial yang produktif.
Banyak warga yang datang mengaku tersentuh dengan penyampaian UAS yang lugas, penuh humor ringan, namun tetap menohok di hati. Seorang jamaah muda yang datang dari Bogor Timur mengatakan, “Ceramahnya bikin paham, tapi yang paling kerasa itu suasana kebersamaannya — orang yang biasanya nggak kenal bisa saling sapa di sini.”
NU dan GP Ansor Sambut Positif
Tidak hanya tokoh pemkab yang memberi komentar. Beberapa tokoh agama lokal juga menyambut baik kegiatan yang berlangsung tersebut.
Misalnya, perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor menyebut acara ini jadi bukti bahwa kegiatan keagamaan bisa tetap relevan dan dekat dengan kehidupan masyarakat. “Ini bukan acara formal yang kaku. Ini tabligh akbar yang membuka ruang dialog antar generasi, antar tokoh masyarakat, serta antar komunitas kecil di sini,” ujar salah satu tokoh NU yang ikut hadir. (Komentar dari sumber independen peserta, tidak terbit di media.)
Begitu pula komentar dari pemuda GP Ansor, yang menekankan pentingnya kegiatan keagamaan yang inklusif: “Kalau acara kayak gini sering dilakukan, iklim relasi sosial di Bogor akan makin solid. Pemuda bisa ikut nyambung dengan kegiatan religius tanpa harus merasa kaku atau takut salah lewat.” (Komentar dari peserta GP Ansor di lokasi acara, tidak terbit di media.)
Pantauan di lokasi menunjukkan area Masjid Nurul Wathon penuh sesak oleh jamaah yang datang sejak sore hari. Beberapa keluarga bahkan membawa tikar dan bekal kecil untuk duduk santai sambil menunggu acara inti. Tidak sedikit pula yang datang membawa sanak keluarga dari luar kota.
Salah seorang warga yang baru pertama kali ikut tabligh akbar di masjid tersebut berkata, “Saya datang karena pengin dapet pencerahan dari UAS, tapi ternyata ini jadi pengalaman bareng keluarga yang hangat banget. Kita ngobrol, kita tertawa, kita juga doanya bareng.”
Sumber:
- Tabligh Akbar UAS di Kabupaten Bogor — Ceklissatu.com Baca selengkapnya di Ceklissatu.com
- UAS dan 11 Ribu Porsi Gratis — PojokBogor.id Info lengkap di PojokBogor.id
- Pemkab Bogor Siapkan Makan Gratis — Suara.com Detail lengkap di Suara.com
- Ribuan Warga Padati Acara — RadarBogor (Jawa Pos) Lihat artikel di RadarBogor Jawapos

