Dunia olahraga lagi-lagi dikejutkan dengan banyaknya bintang lapangan yang harus menepi gara-gara musuh bebuyutan bernama ACL (Anterior Cruciate Ligament). Mulai dari lapangan hijau sepak bola sampai lantai keras basket, cedera ini seakan jadi “momok” yang bisa menghentikan karier seseorang dalam sekejap. Terbaru, nama-nama besar seperti Takumi Minamino dari Timnas Jepang dan bintang IBL Indonesia, Reza Guntara, harus merasakan pahitnya meja operasi akibat robekan ligamen ini.
Kenapa ACL Begitu Menakutkan?
Buat yang belum tahu, ACL itu adalah urat di dalam lutut yang fungsinya menjaga stabilitas tulang supaya nggak geser ke depan dan belakang. Masalahnya, atlet sering banget melakukan gerakan pivot (mutar badan mendadak), lari zig-zag, atau mendarat setelah melompat dengan posisi kaki yang nggak pas.
Pas gerakan itu terjadi dengan tekanan yang terlalu besar, terdengar suara “pop” yang khas, dan seketika lutut bakal terasa lepas. Inilah yang bikin atlet sekelas Rodri (Manchester City) atau Dani Carvajal (Real Madrid) harus absen panjang di musim 2024/2025 kemarin.
Atlet Wanita Lebih Berisiko?
Menariknya, penelitian medis menunjukkan kalau atlet wanita punya risiko 2 sampai 8 kali lebih tinggi terkena cedera ACL dibanding pria. Hal ini disebabkan faktor anatomi panggul yang lebih lebar dan pengaruh hormonal yang bikin ligamen cenderung lebih lentur tapi gampang robek kalau terkena benturan atau salah tumpuan.
Melansir dari laman RS JIH, pertumbuhan tulang pada atlet remaja yang lebih cepat dari otot juga jadi pemicu kenapa banyak talenta muda sudah kena cedera parah sebelum masa keemasannya tiba.
Meskipun kedengarannya horor, para ahli medis menekankan kalau teknologi kedokteran sekarang sudah makin canggih. Menurut dr. Aditya Jayamanggala, Sp.OT, seorang spesialis ortopedi, penanganan yang tepat sejak awal sangat menentukan masa depan si atlet.
“Cedera ACL memang menghantui, dari amatir sampai pro. Tapi dengan manajemen nyeri yang benar, fisioterapi intens, dan operasi jika diperlukan, peluang untuk kembali ke performa puncak tetap terbuka lebar,” ungkapnya dalam ulasan medis di Hermina Hospitals.
Hal senada juga disampaikan oleh manajemen klub Pelita Jaya Jakarta terkait cedera Reza Guntara. Mereka fokus pada proses rehabilitasi jangka panjang karena pemulihan ACL biasanya makan waktu 6 sampai 12 bulan. Nggak bisa buru-buru kalau mau hasilnya maksimal.
Cegah lebih baik daripada mengobati, kan? Biar nggak kena nasib yang sama, ada beberapa tips simpel yang bisa dilakukan para weekend warrior maupun atlet serius:
-
Pemanasan Dinamis: Jangan cuma regang-regang santai. Lakukan high knees, lunges, dan gerakan yang bikin otot kaki “bangun”.
-
Perkuat Otot Hamstring & Core: Otot paha belakang yang kuat bakal membantu kerja ACL dalam menopang lutut.
-
Teknik Mendarat yang Benar: Pastikan lutut ditekuk sedikit saat mendarat dari lompatan, jangan sampai posisi lutut menekuk ke arah dalam (valgus).
-
Sepatu yang Pas: Pakai sepatu sesuai jenis lapangan. Licin sedikit bisa berakibat fatal buat tumpuan kaki.
Daftar “korban” ACL terus bertambah. Di kancah NBA, Kyrie Irving dari Dallas Mavericks baru-baru ini dikonfirmasi mengalami robekan ACL pada Maret 2025 yang membuatnya harus menyudahi musim lebih awal. Begitu juga di Liga 1 Febri Haryadi kembali terkena cedera ACL saat sesi latihan bersama PERSIS Solo,ini merupakan yang kedua kalinya bagi Febri Haryadi.
Statistik menunjukkan kalau sekitar 70% cedera ACL sebenarnya terjadi tanpa kontak langsung dengan pemain lain (non-contact). Artinya, ini murni soal kontrol tubuh dan kesiapan fisik masing-masing individu saat beraksi di lapangan.
Sumber:
- Antara News: Reza Guntara operasi ACL, absen di awal musim IBL 2026
- Indozone Arena: Alami Cedera ACL, Takumi Minamino Terancam Absen di Piala Dunia 2026
- Mainbasket: Cedera ACL Lutut Kiri, Perjalanan Kyrie Irving Musim Ini Berakhir
- RS JIH: Strategi Pencegahan Cedera ACL pada Atlet Remaja
- Hermina Hospitals: Cedera ACL; Menakutkan Bagi Para Atlet
