Mahkota Binokasih, Warisan Kerajaan Sunda yang Sarat Nilai Sejarah

Mahkota Binokasih jadi salah satu peninggalan budaya Sunda yang sampai sekarang masih bikin banyak orang penasaran. Bukan cuma karena bentuknya yang mewah dan terbuat dari emas, tapi juga karena cerita panjang di balik pusaka ini yang berkaitan langsung dengan kejayaan Kerajaan Sunda dan Sumedang Larang.

https://images.openai.com/static-rsc-4/eWRwBAhW5ilOYlNQ4aFSC8OJjks4Ov-MafD9OAAunyvZQHqYFY5AtRrWNjadNBNCB7RTEki5VFn4QLgUa0wyihkPwQUxoeDJrL3uepkyc8ORM8EfAFWnINNcZPZGH2EyIbtRum5YWsDbvzpGUlO__1Fp5khOGAqAMhltrE5JuJ23bJ4RkM4B3uiaXzOrttd8?purpose=fullsize

Nama Mahkota Binokasih belakangan kembali ramai dibicarakan setelah sejumlah agenda budaya Sunda dan kirab pusaka digelar di Jawa Barat. Banyak generasi muda mulai mencari tahu sejarah mahkota yang disebut sebagai simbol legitimasi kekuasaan raja-raja Sunda tersebut.

Mahkota ini dikenal dengan nama lengkap Makuta Binokasih Sanghyang Pake. Dalam sejarahnya, pusaka tersebut dibuat pada masa Raja Galuh, Sanghyang Bunisora Suradipati sekitar abad ke-14. Mahkota kemudian dipakai oleh para raja Sunda hingga masa Kerajaan Pajajaran runtuh akibat serangan Kesultanan Banten pada tahun 1579.

Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, Mahkota Binokasih berhasil diselamatkan oleh para bangsawan Sunda saat kondisi kerajaan sedang kacau. Pusaka itu lalu dibawa ke Sumedang Larang dan diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun sebagai simbol bahwa Sumedang dianggap menjadi penerus warisan Kerajaan Sunda.

Sampai sekarang, Mahkota Binokasih disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Jawa Barat. Banyak wisatawan datang khusus untuk melihat langsung pusaka tersebut karena dianggap punya nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.

Mahkota ini disebut memiliki berat sekitar 8 kilogram dan dibuat dari emas dengan hiasan batu giok. Nilainya bahkan ditaksir mencapai miliaran rupiah. Tapi bagi budayawan Sunda, harga bukan hal utama. Yang jauh lebih penting adalah makna filosofis dan identitas budaya yang melekat pada pusaka tersebut.

Budayawan Sunda Luky Djohari Soemawilaya pernah menjelaskan bahwa kata “Binokasih” memiliki arti kasih sayang. Filosofi itu dianggap menggambarkan nilai hidup masyarakat Sunda yang menjunjung kebersamaan, gotong royong, serta sikap saling menghormati. Komentar tersebut juga diperkuat dalam rangkaian Kirab Mahkota Binokasih yang beberapa kali digelar di Jawa Barat.

Selain menjadi simbol kekuasaan, Mahkota Binokasih juga dianggap sebagai pengingat bahwa peradaban Sunda pernah memiliki pengaruh besar di Nusantara. Banyak sejarawan melihat pusaka ini bukan sekadar benda kerajaan, melainkan bukti nyata perjalanan panjang budaya Sunda yang tetap bertahan sampai sekarang.

Kirab budaya Mahkota Binokasih yang sempat digelar di Bogor, Ciamis, dan Sumedang juga mendapat perhatian besar dari masyarakat. Ribuan warga datang menyaksikan prosesi tersebut karena dianggap punya nilai historis dan emosional yang kuat bagi masyarakat Sunda.

Beberapa warga yang hadir dalam kirab budaya bahkan mengaku bangga karena generasi muda mulai tertarik mempelajari sejarah lokal. Menurut mereka, warisan seperti Mahkota Binokasih bisa menjadi cara untuk mengenalkan budaya Sunda dengan pendekatan yang lebih dekat dan modern.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan juga sempat memberikan komentar soal pentingnya menjaga benda pusaka seperti Binokasih. Dalam kunjungannya ke Sumedang, disebutkan bahwa nilai terbesar dari mahkota tersebut bukan hanya material emasnya, tetapi fakta bahwa Nusantara punya warisan budaya yang luar biasa kaya.

Banyak pengamat budaya menilai perhatian publik terhadap Mahkota Binokasih menunjukkan bahwa minat terhadap sejarah lokal mulai tumbuh lagi. Konten sejarah Sunda kini juga makin sering muncul di media sosial, video dokumenter, hingga festival budaya daerah.

https://images.openai.com/static-rsc-4/7lfu-O2AXMOFSxTcsuEBEJlSnZGYISU3i3XLAW2N-C2Z2ZTp1vWCfvsowYSz6ifTOc6sCPygd4yYB3AdIqq2pEUP-iliCNGKfSMlmiZZPg1BWvWKWR7znatw3wVTZd03Ka4jExdIhpzGi7VM19GdzrazEabAh6BPLgdgYZrVConrtPyEHEFdtAzV9Ug2u_0x?purpose=fullsize
https://images.openai.com/static-rsc-4/Z7572WrF1hofzm9OQgf_1BPjQuTHNUOCGfjrlxLPN2I-zEQQfMRScc13oEEFZ1dKHbuBn6gPUKW3IIkN50iBB6xNrbqVnA0LDfc2L7TNITLZK931KKACa_UyJzTJtZaMrmi1pR8Lu6roQhiR5i0HFHtLeyEPgaPjlga4rR_PEWRLXNuM1AXCtupXMaJ5o3u5?purpose=fullsize

Mahkota Binokasih bukan cuma simbol masa lalu, tapi juga jadi pengingat bahwa budaya lokal punya cerita besar yang layak terus dijaga. Dari ruang museum di Sumedang, pusaka ini tetap hidup lewat cerita sejarah, kirab budaya, hingga rasa bangga masyarakat Sunda terhadap identitas leluhurnya.

Sumber:
Liputan6
detikJabar
ANTARA News
Okezone

Sejarah Berdirinya IPB dan Perannya dalam Dunia Pertanian Modern

Cara Kerja Jaringan Komputer LAN yang Banyak Dipakai di Dunia IT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *