Kalau dengar kata akuntansi, banyak orang langsung kepikiran soal laporan keuangan, angka, pajak, atau spreadsheet yang bikin pusing. Padahal dalam praktik bisnis, akuntansi punya banyak cabang dan fungsi yang beda. Dua yang paling sering dipakai perusahaan adalah akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
Meski sama-sama berhubungan dengan data keuangan, cara kerja dan tujuan keduanya ternyata cukup jauh berbeda. Banyak perusahaan bahkan memakai dua sistem ini sekaligus supaya operasional dan strategi bisnis bisa berjalan lebih rapi.
Akuntansi Keuangan Fokus ke Laporan Resmi Perusahaan
Akuntansi keuangan biasanya dipakai untuk menyusun laporan keuangan resmi perusahaan. Data yang dihasilkan nantinya diberikan kepada pihak luar seperti investor, bank, auditor, sampai pemerintah.
Isi laporannya meliputi neraca, laporan laba rugi, arus kas, dan perubahan modal. Semua data harus akurat karena dipakai untuk melihat kondisi perusahaan secara keseluruhan.
Akuntansi jenis ini punya aturan yang cukup ketat karena harus mengikuti standar tertentu seperti PSAK atau IFRS. Jadi penyusunannya nggak bisa sembarangan.
Contohnya, ketika sebuah perusahaan ingin mencari investor baru, maka laporan dari akuntansi keuangan jadi bahan utama untuk melihat apakah bisnis tersebut sehat atau tidak.
Menurut artikel di Kompas.com, akuntansi keuangan memang dirancang untuk menghasilkan laporan finansial perusahaan secara menyeluruh yang nantinya digunakan pihak internal maupun eksternal.
Akuntansi Manajemen Lebih Dipakai untuk Strategi Internal
Kalau akuntansi keuangan fokus ke laporan resmi, akuntansi manajemen lebih banyak dipakai buat kebutuhan internal perusahaan.
Data yang dibuat biasanya digunakan manajer atau pimpinan untuk mengambil keputusan bisnis. Misalnya menentukan harga produk, menghitung biaya produksi, mengevaluasi performa tim, sampai membuat strategi pengembangan usaha.
Karena dipakai secara internal, laporan akuntansi manajemen cenderung lebih fleksibel dan detail. Bahkan beberapa perusahaan membuat laporan harian atau mingguan agar kondisi bisnis bisa dipantau lebih cepat.
Di artikel Jurnal by Mekari dijelaskan kalau akuntansi manajemen lebih berorientasi pada kebutuhan pengambilan keputusan internal perusahaan.
Jadi kalau akuntansi keuangan lebih banyak melihat “apa yang sudah terjadi”, maka akuntansi manajemen sering dipakai untuk menentukan “langkah apa yang harus dilakukan berikutnya”.
Perbedaan Paling Terlihat Ada di Pengguna Laporannya
Salah satu pembeda paling gampang dilihat ada pada siapa yang memakai laporannya.
Akuntansi keuangan dipakai oleh pihak luar seperti:
- Investor
- Bank
- Auditor
- Pemerintah
- Pemegang saham
Sedangkan akuntansi manajemen lebih dipakai oleh pihak dalam perusahaan seperti:
- Direktur
- Supervisor
- Manager operasional
- Tim produksi
- Divisi pemasaran
Karena target pengguna berbeda, format laporan yang dibuat juga nggak sama.
Laporan akuntansi keuangan biasanya formal dan standar. Sementara laporan akuntansi manajemen lebih bebas menyesuaikan kebutuhan perusahaan.
Cara Penyajian Datanya Juga Berbeda
Akuntansi keuangan cenderung menyajikan data global perusahaan. Jadi seluruh transaksi digabung untuk melihat kondisi bisnis secara umum.
Berbeda dengan akuntansi manajemen yang lebih detail. Bahkan satu divisi saja bisa punya laporan tersendiri.
Contohnya perusahaan makanan bisa membuat laporan biaya produksi khusus untuk satu produk tertentu. Dari situ manajemen bisa tahu apakah produk tersebut masih menguntungkan atau justru perlu evaluasi.
Menurut artikel di IDN Times, laporan akuntansi manajemen biasanya dibuat berdasarkan kebutuhan perusahaan dan bisa disusun kapan saja saat dibutuhkan.
Keduanya Sama-Sama Penting untuk Bisnis
Walaupun berbeda fungsi, dua jenis akuntansi ini sebenarnya saling melengkapi. Akuntansi keuangan membantu perusahaan menjaga transparansi dan kredibilitas bisnis di mata pihak luar. Sedangkan akuntansi manajemen membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat dan efisien.
Tanpa akuntansi keuangan, perusahaan bakal kesulitan mendapatkan kepercayaan investor atau lembaga keuangan. Tapi tanpa akuntansi manajemen, bisnis juga bisa kesulitan berkembang karena minim analisis internal. Makanya perusahaan besar biasanya punya tim khusus untuk masing-masing bidang ini.
Buat mahasiswa atau fresh graduate, memahami perbedaan dua bidang ini juga penting sebelum menentukan jalur karier. Ada yang lebih cocok bekerja sebagai auditor dan financial accountant, ada juga yang lebih nyaman di bidang budgeting, business analyst, atau strategic planning. Dunia kerja saat ini juga makin banyak mencari tenaga akuntansi yang bukan cuma bisa input angka, tapi juga mampu membaca kondisi bisnis dari data yang ada.
Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen memang sama-sama berkaitan dengan angka dan laporan perusahaan. Tapi tujuan, pengguna, hingga cara penyajiannya punya perbedaan cukup besar. Akuntansi keuangan lebih fokus pada laporan resmi untuk pihak luar perusahaan, sedangkan akuntansi manajemen dipakai untuk membantu strategi internal bisnis. Kalau dipahami dengan benar, dua bidang ini justru bisa jadi senjata penting buat membuat perusahaan lebih stabil sekaligus berkembang lebih cepat.
