Dalam bahasa Jepang, kaizen berarti perbaikan berkesinambungan (Imai, 1998). Istilah ini mencakup pengertian perbaikan yang melibatkan semua orang baik manajer dan karyawan dan melibatkan biaya dalam jumlah tak seberapa. Filsafat kaizen berpandangan bahwa cara hidup hidup kita apakah itu kehidupan kerja atau kehidupan sosial maupun kehidupan rumah tangga hendaknya berfokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Meski perbaikan dalam kaizen bersifat kecil dan berangsur, namun proses kaizen mampu membawa hasil yang dramatis mengikuti waktu (Imai, 1998).
Konsep Utama Kaizen
Manajemen harus belajar untuk menerapkan konsep dan sistem yang mendasar tertentu dalam rangka mewujudkan strategi kaizen (Imai, 1998):
1. Kaizen dan Manajemen
Dalam konteks kaizen, manajemen memiliki dua fungsi utama : pemeliharaan dan perbaikan. Pemeliharaan berkaitan dengan kegiatan untuk memelihara teknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada, dan menjaga standar tersebut melalui pelatigan serta disiplin. Di bawah fungsi pemeliharaan ini, manajemen mengerjakan tugas-tugasnya sehingga semua orang dapat mematuhi prosedur pengoperasian standar (standard opertional procedure – SOP). Perbaikan, pada sisi lain, berkaitan dengan kegiatan yang diarahkan pada peningkatan standar yang ada. Pandangan manajemen Jepang terhadap manajemen dalam hal ini dapat disimpulkan secara singkat sebagai Pemeliharaan dan Perbaikan Standar.
2. Proses versus Hasil
Kaizen menekankan pola pikir berorientasi proses, karena proses harus disempurnakan agar hasil dapat meningkat. Kegagalan mencapai hasil yang direncanakan merupakan cermin dari kegagalan proses. Manajemen harus
II-2 menemukan dan mengenali serta memperbaiki kesalahan pada proses tersebut. Kaizen berfokus pada upaya manusia suatu orientasi yang sangat berbeda dengan orientasi hasil yang diterapkan di Barat.
3. Mengutamakan Kualitas
Tujuan utama dari kualitas, biaya, dan penyerahan (QCD) adalah menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi. Tidak jadi soal bagaimana menariknya harga dan penyerahan yang ditawarkan pada konsumen, perusahaan tidak akan mampu bersaing jika kualitas produk dan pelayanannya tidak memadai.
4. Berbicara Dengan Data
Kaizen adalah proses pemecahan masalah. Agar suatu masalah dapat dipahami secara benar dan dipecahkan, masalah itu harus ditemukan dan dikenali untuk kemudian data yang relevan dikumpulkan serta ditelaah. Mencoba menyelesaikan masalah tanpa data adalah pemecahan masalah berdasarkan selera dan perasaan – seuatu pendekatan yang tidak ilmiah dan tidak objektif.
5. Proses Berikut Adalah Konsumen
Kebanyakan orang dalam bekerja selalu berhubungan dengan konsumen internal. Kenyataan ini hendaknya dipakai sebagai dasar komitmen untuk tidak pernah meneruskan produk cacat ataupun butiran infrmasi yang salah kepada proses berikutnya. Bila semua orang di dalam perusahaan mempraktekkan aksioma ini, konsumen yang sesungguhnya konsumen eksternal di pasar dapat dipastikan akan menerima produk atau jasa layanan berkualitas tinggi sebagai akibatnya.
Konsep Dasar Lean
Menurut Setiawati, 2013 menjelaskan bahwa Lean diartikan sebagai percepatan ataupun aksi yang cepat. Pemborosan (waste) merupakan segala sesuatu yang tidak perlu dan tidak memberikan nilai tambah (value added)
terhadap produk akhir. Konsep lean awalnya diperkenalkan dalam Toyota Production System dengan berbagai tools dan teknik yang dikombinasikan untuk mencapai perbaikan proses
Pengertian Umum 5S
5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) yang merupakan lima langkah penataan dan pemeliharaan tempat kerja dikembangkan melalui upaya intensif dalam bidang manufaktur. Perusahaan jasa layanan dapat melihat adanya konteks yang paralel dalam rangkaian proses “jalur produksi” mereka yang dapat berbentuk prosedur permintaan proposal, penutupan laporan keuangan, aplikasi plos asuransi, atau permintaan jasa hukum dari klien.
Standarisasi, 5S, dan penghapusan pemborosan (Muda) adalah tiga pilar utama dari gemba kaizen dalam melakukan perbaikan dengan pendekatan akal sehat, berbiaya rendah pada manajemen. Kaizen pada setiap perusahaan, baik perusahaan manufaktur atau bukan, harus dimulai dengan tiga kegiatan ini: standarisasi, 5S, dan penghapusan pemborosan (Imai, 1998).
Ingin memahami konsep Kaizen secara lebih praktis dan mudah diterapkan di lingkungan kerja? Ikuti pelatihan Kaizen bersama MK Academy Bandung dan pelajari langsung strategi peningkatan kualitas, efisiensi proses, hingga budaya continuous improvement yang relevan untuk kebutuhan industri saat ini. Untuk info pelatihan dan pendaftaran bisa hubungi kami di 081315178523.


