Bogor – Upaya mendorong swasembada pangan terus digencarkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bogor. Salah satu langkah nyata terlihat dari Gerakan Tanam Jagung Serentak yang digelar Polsek Cisarua, yang melibatkan petani lokal, pemerintah desa, serta unsur masyarakat.
Kegiatan ini jadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap program nasional penguatan ketahanan pangan. Selain menambah produksi jagung, gerakan ini juga bertujuan membangkitkan semangat petani agar lahan tidur kembali produktif.
Kapolsek Cisarua menyampaikan, penanaman jagung dilakukan di sejumlah titik lahan potensial yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. Dengan sistem tanam serentak, diharapkan panen bisa berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami ingin mendorong kemandirian pangan dari desa. Jagung dipilih karena cocok dengan kondisi lahan di wilayah Cisarua dan mudah dibudidayakan. Selain itu, jagung punya nilai ekonomi cukup tinggi bagi petani,” ujar salah satu perwira Polsek Cisarua saat kegiatan berlangsung.
Langkah ini sejalan dengan program Polri yang secara nasional terus menggalakkan penanaman jagung serentak di berbagai daerah. Di Kabupaten Bogor sendiri, gerakan tanam jagung menjadi bagian dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta kelompok tani setempat.
Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Bogor, sepanjang 2025 luas tanam jagung di wilayah ini mencapai sekitar 300 hektare dengan total produksi mendekati 1.000 ton. Capaian ini dinilai cukup positif, meski masih terus didorong agar semakin meningkat di tahun 2026.
Gerakan tanam jagung serentak Polsek Cisarua tidak hanya melibatkan aparat kepolisian, tetapi juga menggandeng kelompok tani, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Kolaborasi ini dianggap penting agar program berjalan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
Ketua Kelompok Tani di wilayah Cisarua, Ahmad Sopian, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, dukungan langsung dari aparat kepolisian membuat petani lebih semangat dan merasa diperhatikan.
“Biasanya petani jalan sendiri. Tapi sekarang ada pendampingan, ada motivasi. Ini bikin kami makin yakin untuk serius mengembangkan jagung sebagai komoditas unggulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil panen jagung tak hanya dijual ke pasar lokal, tapi juga dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan ternak dan industri kecil. Dengan begitu, roda ekonomi desa ikut bergerak.
Program swasembada pangan selama ini kerap dianggap hanya bisa dicapai lewat proyek besar berskala nasional. Namun, langkah Polsek Cisarua membuktikan bahwa gerakan kecil di tingkat lokal justru bisa memberi dampak nyata.
Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Dedi Rahman, menilai pendekatan berbasis komunitas seperti ini jauh lebih efektif. Menurutnya, ketahanan pangan akan kuat jika dimulai dari desa.
“Kalau desa-desa mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, ketergantungan pada pasokan luar otomatis berkurang. Model kolaborasi seperti di Cisarua ini patut dicontoh daerah lain,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program, termasuk pendampingan teknis, akses bibit unggul, serta jaminan penyerapan hasil panen.
Di lapangan, kegiatan tanam jagung serentak disambut antusias warga. Sejak pagi, petani dan aparat tampak bahu-membahu mengolah lahan, menanam bibit, hingga melakukan penyiraman awal.
Salah seorang warga, Yayan (45), mengaku senang bisa ikut terlibat langsung. Ia berharap gerakan ini terus dilakukan secara rutin.
“Kalau rutin, hasilnya pasti kerasa. Kami jadi punya tambahan penghasilan dan stok pangan juga aman,” ujarnya.
Tak hanya itu, keterlibatan anak muda desa juga mulai terlihat. Sejumlah pemuda dilibatkan dalam proses penanaman dan perawatan, sekaligus diberikan edukasi soal pertanian modern dan pengelolaan hasil panen.
Gerakan tanam jagung serentak yang dilakukan Polsek Cisarua merupakan bagian dari komitmen besar Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Secara nasional, Polri telah menggulirkan berbagai program pertanian, mulai dari penanaman jagung, padi, hingga distribusi hasil panen ke Bulog.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Seperti yang disampaikan jajaran Polres Bogor, penanaman jagung akan terus dilanjutkan dengan sistem tanam ulang agar produksi tidak terputus.
Ke depan, Polsek Cisarua berharap gerakan ini bisa menjadi pemantik lahirnya berbagai inovasi pertanian lokal. Mulai dari pengembangan varietas unggul, pemanfaatan teknologi pertanian sederhana, hingga pemasaran digital hasil panen.
Dengan semangat gotong royong, swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang bisa dicapai bersama.
“Kalau semua pihak mau terlibat, bukan tidak mungkin Cisarua bisa jadi salah satu sentra jagung unggulan di Bogor,” pungkas Kapolsek Cisarua.
Sumber:
Penulis: Admin YS

