Warung Soto di Cimanggu Bogor Ludes Terbakar, Kebocoran Gas Jadi Pemicu

Bogor – Suasana pagi di kawasan Cimanggu, Kota Bogor, mendadak heboh setelah sebuah warung soto legendaris dilalap si jago merah. Warung Soto Mie Ohim yang sudah puluhan tahun jadi langganan warga, ludes terbakar akibat dugaan kebocoran gas. Peristiwa ini terjadi pada Senin pagi dan sempat bikin arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat karena banyak warga yang berhenti untuk melihat langsung kejadian tersebut.

Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran, api pertama kali terlihat dari bagian dapur. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menjalar ke hampir seluruh bangunan warung. Material bangunan yang didominasi kayu dan triplek bikin api cepat merambat. Beberapa tabung gas di dalam warung juga sempat meletup kecil, memperparah situasi di lokasi.

“Dugaan awal dari kebocoran gas di area dapur. Saat itu warung sedang persiapan buka, tiba-tiba muncul bau gas menyengat, lalu api langsung menyambar,” ujar salah satu petugas Damkar Kota Bogor di lokasi kejadian.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga kondisi benar-benar aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena seluruh peralatan masak, meja kursi, hingga stok bahan makanan hangus terbakar.

Pemilik warung, Ohim, tampak terpukul melihat tempat usahanya rata dengan tanah. Warung soto ini bukan sekadar tempat jualan, tapi juga sumber penghidupan utama bagi keluarganya dan beberapa karyawan. “Sedih banget, tapi alhamdulillah enggak ada yang kenapa-kenapa. Soal rezeki, nanti bisa dicari lagi,” kata Ohim dengan mata berkaca-kaca.

Ketua RT setempat, Roni, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, memang tercium bau gas dari dalam warung. Beberapa warga sempat mengingatkan, namun api keburu menyambar. “Api cepat banget membesar. Warga langsung panik, tapi untung Damkar datang cepat,” jelasnya.

Peristiwa ini juga jadi pengingat soal pentingnya keamanan instalasi gas di tempat usaha kuliner. Kebocoran kecil saja bisa berujung bencana besar kalau tidak segera ditangani. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor mengimbau para pelaku usaha kuliner untuk rutin mengecek kondisi selang, regulator, dan tabung gas. “Jangan tunggu ada kejadian. Pengecekan rutin itu wajib,” tegasnya.

Di media sosial, kabar kebakaran ini langsung ramai dibicarakan. Banyak warganet menyampaikan dukungan dan doa agar pemilik warung diberi kekuatan. Beberapa pelanggan bahkan membuka wacana penggalangan dana untuk membantu proses pemulihan. “Semoga Mang Ohim bisa bangkit lagi. Soto terenak di Cimanggu, sayang banget kalau sampai tutup permanen,” tulis akun @kulinerbogor.id di Instagram.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengecek sisa-sisa instalasi gas dan peralatan dapur. Meski dugaan awal mengarah ke kebocoran gas, hasil resmi tetap menunggu pemeriksaan menyeluruh.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kebakaran akibat gas elpiji di kawasan permukiman dan tempat usaha. Data Dinas Damkar Kota Bogor mencatat, sepanjang tahun lalu, puluhan kasus kebakaran dipicu oleh kebocoran gas, baik di rumah tinggal maupun warung makan. Faktor utama biasanya selang getas, regulator longgar, atau pemasangan tabung yang tidak tepat.

Pengamat keselamatan publik, Budi Santoso, menilai masih rendahnya kesadaran soal standar keamanan jadi masalah utama.

“Banyak pelaku usaha fokus ke produksi dan penjualan, tapi aspek safety sering diabaikan. Padahal, dampaknya bisa fatal,” ujarnya. Ia menyarankan pemerintah daerah lebih gencar melakukan sosialisasi dan inspeksi rutin ke tempat-tempat usaha kuliner.

Di tengah musibah ini, solidaritas warga Cimanggu patut diacungi jempol. Sejak pagi, warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Beberapa pedagang sekitar juga memberikan bantuan makanan dan minuman untuk keluarga korban. Suasana haru terasa kental, tapi semangat kebersamaan juga begitu kuat.

Ohim sendiri mengaku belum memikirkan kapan akan kembali membuka warungnya. Saat ini, ia fokus membereskan sisa-sisa bangunan dan mengurus administrasi. “Pelan-pelan saja. Yang penting sekarang bersih dulu, nanti baru pikirin bangun lagi,” ucapnya.

Bagi para pelanggan setia, harapan terbesar tentu melihat Warung Soto Mie Ohim kembali berdiri. Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kenangan dan kebersamaan yang terbangun selama bertahun-tahun. “Makan di sini itu bukan sekadar kenyang, tapi ada cerita. Semoga bisa buka lagi,” tutup Dedi.

Sumber:

More From Author

Cara Mudah Mencegah Mention dari Nomor Tak Dikenal di WhatsApp

Kendaraan Ramah Lingkungan Bikin Udara Lebih Sehat, Ini Temuan Studinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *