Gelombang antusiasme pemudik tahun ini bener-bener nggak ada lawan! Memasuki awal Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat angka yang cukup fantastis. Sebanyak 564 ribu tiket kereta api untuk periode angkutan Lebaran 2026 ludes dipesan masyarakat. Angka ini diprediksi bakal terus meroket tajam mengingat puncak arus mudik yang semakin dekat.
Data terbaru menunjukkan kalau masyarakat sudah mulai curi start buat mengamankan perjalanan pulang kampung. Tren ini membuktikan kalau kereta api masih jadi pilihan nomor satu buat warga yang mau menghindari kemacetan horor di jalan raya.
Rute Favorit Masih Didominasi Jawa Tengah dan Timur
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebutkan kalau penjualan tiket untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen bener-bener dinamis. Beberapa rute yang jadi primadona alias paling cepat habis adalah tujuan Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, hingga Jember.
“Sampai pembaruan per 1 Maret 2026, ketersediaan kursi untuk periode pralebaran (11-20 Maret) masih ada sekitar 89.000 kursi, tapi jumlah ini terus berkurang tiap menitnya,” ujar Franoto.
Buat kamu yang incar kereta ekonomi, siap-siap adu cepat. Kereta-kereta seperti KA Bengawan (Pasar Senen-Purwosari), KA Airlangga (Pasar Senen-Surabaya Pasarturi), dan KA Matarmaja jadi yang paling diincar karena harganya yang lebih ramah di kantong.
Prediksi Puncak Arus Mudik 2026
Kapan sih sebenarnya puncak kepadatan itu terjadi? Berdasarkan data pemesanan, lonjakan penumpang diperkirakan bakal mencapai titik tertinggi pada:
| Periode | Estimasi Tanggal |
| Puncak Mudik Gelombang 1 | 13 Maret 2026 (Jumat) |
| Puncak Arus Mudik Utama | 18 – 19 Maret 2026 (H-3 Lebaran) |
| Puncak Arus Balik | 24 – 28 Maret 2026 |
Banyak pekerja yang diprediksi mulai ambil cuti lebih awal di tanggal 13 Maret buat menghindari penumpukan massa di stasiun pada hari-hari terakhir menjelang Lebaran.
Gaya mudik yang makin terorganisir lewat aplikasi digital bikin persaingan dapet tiket makin sengit. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, sempat memberikan catatan soal fenomena ini. Menurutnya, sistem antrean online milik KAI sudah jauh lebih stabil, tapi volume peminat memang luar biasa besar.
“Kereta api sekarang jadi tulang punggung mudik nasional. Kapasitasnya besar, jadwalnya pasti, dan relatif lebih nyaman. Nggak heran kalau orang rela begadang buat war tiket jam 12 malam,” ungkapnya dalam sebuah diskusi transportasi baru-baru ini.
Di sisi lain, beberapa penumpang di media sosial sempat mengeluhkan harga tiket yang terasa lebih “pricey” dibandingkan hari biasa. Menanggapi hal itu, pihak KAI menjelaskan kalau mereka menerapkan tarif batas atas dan bawah yang tetap sesuai regulasi, namun karena permintaan tinggi, tiket dengan subkelas murah memang lebih dulu ludes.
Ada yang beda di tahun 2026 ini. KAI mulai mengoperasikan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan. Inovasi ini dapet jempol dari banyak pihak karena formasi kursinya yang nggak lagi tegak lurus 90 derajat. Dengan ruang kaki yang lebih luas, perjalanan jauh ke Jawa Timur nggak bakal bikin badan pegal-pegal lagi.
Tips Anti Gagal Amankan Tiket Sisa
Kalau kamu termasuk tim yang belum dapet tiket, jangan panik dulu. Coba lakuin trik ini:
-
Cek Berkala Jam 01.00 – 03.00 WIB: Biasanya ada tiket yang canceled karena pemesan sebelumnya gagal bayar. Tiket ini bakal balik lagi ke sistem secara otomatis.
-
Gunakan Fitur Connecting Train: Di aplikasi Access by KAI, kamu bisa pilih rute sambungan kalau rute langsung sudah habis. Misalnya, transit dulu di Bandung atau Cirebon.
-
Pantau Kereta Tambahan: KAI biasanya bakal merilis perjalanan tambahan kalau antrean sudah terlalu panjang.
Bagi yang mau cek ketersediaan real-time, kamu bisa langsung meluncur ke situs resmi di booking.kai.id atau lewat aplikasi Access by KAI.
Sumber Berita:
