Saat bikin jaringan komputer, banyak orang masih bingung soal perbedaan hub dan switch. Bentuknya memang mirip, sama-sama punya banyak port LAN, tapi cara kerjanya beda jauh. Buat kebutuhan kantor, sekolah, warnet, sampai setup jaringan rumah, pemilihan perangkat ini bisa berpengaruh ke kecepatan internet dan stabilitas koneksi.
Hub sempat populer di awal perkembangan jaringan komputer. Tapi sekarang switch lebih sering dipakai karena dianggap lebih pintar dan efisien. Walau begitu, hub masih kadang dipakai untuk kebutuhan tertentu yang sederhana.
Menurut penjelasan dari Coursera, hub bekerja dengan cara menyebarkan data ke semua perangkat yang terhubung. Jadi ketika satu komputer mengirim data, semua perangkat lain ikut menerima sinyal tersebut meski sebenarnya tidak membutuhkan data itu.
Berbeda dengan switch. Perangkat ini bisa membaca alamat tujuan data atau MAC Address, lalu mengirim data hanya ke perangkat yang dituju saja. Karena itulah switch dianggap lebih cepat dan lebih stabil dibanding hub.
Cara Kerja Hub yang Simpel
Hub bisa dibilang perangkat jaringan generasi lama. Cara kerjanya sederhana karena hanya meneruskan data tanpa memilah tujuan. Semua data dilempar ke seluruh port yang tersedia.
Karena semua perangkat menerima data yang sama, lalu lintas jaringan jadi lebih padat. Akibatnya, koneksi bisa melambat kalau banyak perangkat aktif bersamaan.
Dalam artikel dari TechTarget dijelaskan kalau hub bekerja pada Layer 1 atau physical layer di model OSI. Itu sebabnya hub tidak punya kemampuan untuk mengatur jalur data secara cerdas.
Meski begitu, hub punya harga yang lebih murah dibanding switch. Untuk jaringan kecil dengan aktivitas ringan, perangkat ini masih bisa dipakai.
Beberapa teknisi lama bahkan menyebut hub cocok untuk praktik dasar jaringan komputer karena sistem kerjanya mudah dipahami oleh pemula.
Switch Lebih Pintar dan Efisien
Switch hadir sebagai pengembangan dari hub. Perangkat ini mampu mengenali perangkat tujuan sehingga data tidak dikirim secara acak.
Saat ada komputer mengirim data, switch akan mencatat alamat perangkat tujuan lalu mengarahkan data hanya ke port yang sesuai. Hasilnya, jaringan jadi lebih cepat dan tabrakan data atau collision bisa dikurangi.
Menurut penjelasan dari GeeksforGeeks, switch bekerja pada Layer 2 OSI dan mendukung full duplex. Artinya perangkat bisa mengirim dan menerima data secara bersamaan.
Hal ini bikin switch jauh lebih stabil untuk kebutuhan modern seperti transfer file besar, meeting online, gaming, sampai streaming video resolusi tinggi.
Di forum komunitas Reddit, beberapa pengguna IT juga menyebut hub sudah mulai jarang dipakai karena performanya kalah jauh dibanding switch. Salah satu komentar bahkan menyebut switch sebagai perangkat “smart” sementara hub dianggap hanya “menyebarkan” data tanpa arah yang jelas.
Perbedaan Utama Hub dan Switch
Kalau dilihat sekilas, keduanya memang mirip. Tapi ada beberapa hal yang bikin hub dan switch punya performa berbeda:
- Hub mengirim data ke semua perangkat
- Switch mengirim data langsung ke perangkat tujuan
- Hub lebih lambat saat trafik ramai
- Switch lebih stabil untuk banyak pengguna
- Hub biasanya lebih murah
- Switch lebih aman dan efisien
Berdasarkan ulasan dari Kompas Tekno, switch sekarang jadi pilihan utama di banyak jaringan komputer karena kemampuannya mengatur distribusi data lebih efektif.
Mana yang Lebih Cocok Dipakai?
Kalau kebutuhan cuma untuk jaringan kecil dengan aktivitas ringan, hub sebenarnya masih bisa digunakan. Misalnya untuk latihan jaringan komputer atau koneksi perangkat sederhana.
Tapi kalau dipakai untuk kantor, sekolah, studio, atau rumah dengan banyak perangkat aktif, switch jelas lebih direkomendasikan. Kecepatan transfer data lebih stabil dan performa jaringan juga lebih aman.
Switch juga cocok buat kebutuhan internet modern yang serba cepat. Apalagi sekarang aktivitas digital makin padat, mulai dari cloud storage, video conference, sampai smart device yang terus terkoneksi ke jaringan.
Banyak teknisi jaringan lebih memilih switch karena minim gangguan dan lebih mudah dikembangkan ketika jumlah perangkat bertambah.
Jadi kalau ditanya mana yang lebih cocok dipakai, jawabannya tergantung kebutuhan. Namun untuk penggunaan harian yang lebih lancar dan efisien, switch jadi pilihan yang paling banyak direkomendasikan.
Sumber:


