Komponen-komponen Dalam 5S
Dalam memperkenalkan pemeliharaan tempat kerja, seperti Indonesia, perusahaan barat seringkali lebih suka menggunakan anonim bahasa inggris daripada bahasa jepang 5S, seperti “Kampanye 5S” atau “Kampanye 5C” (Imai, 1998).
A. Seiri (Ringkas/Pemilahan)
Seiri merupakan kegiatan penyusunan, dalam arti memilah semua peralatan, bahan, dan lain-lain di tempat kerja dan menyimpan benda yang perlu saja (memilah antara sesuatu yang perlu dan yang tidak perlu), sekaligus memastikan bahwa barang yang diperlukan disimpan dalam jangkauan supaya lebih efisien dengan memperhatikan frekuensi pemakaian. Benda lainnya dapat disimpan atau dibuang jika tidak perlu. Hal ini dapat mengurangi ketidakefektifan dalam bekerja (Osada, 2002).
Adapun tujuan seiri adalah:
- Menetapkan kriteria bertujuan untuk mengeliminasi yang tidak diperlukan.
- Belajar melakukan stratifikasi manajemen, lakukan prioritas.
- Mampu melakukan orientasi pada penyebab.
Kegiatan-kegiatan Seiri antara lain:
- Menyingkirkan yang tidak di perlukan.
- Membersihkan tempat kerja.
- Orientasi kepada penyebab terhadap kekotoran dan kebocoran.
- Mengatur kembali gudang.
- Mengecek penutup dan lantai untuk mencegah kebocoran.
- Menghilangkan debu dan rumput.
- Penerapan visual management seperti pemberian label.
B. Seiton (Rapi/Penataan)
Seiton merupakan kegiatan yang fokus kepada perlunya tempat kerja yang teratur. Teratur dalam hal ini berarti menyusun peralatan dan material-material agar cepat dan mudah mencarinya sewaktu dibutuhkan. Peralatan harus disimpan pada tempatnya berada dan biasa digunakan untuk menghilangkan gerakan atau aktivitas yang tidak perlu (Osada, 2002).
Adapun tujuan Seiton adalah:
- Membuat fix barang-barang di tempat kerja.
- Layout dan penempatan yang efisien (termasuk safety dan quality).
- Meningkatkan produktivitas dengan menghilangkan waktu yang dibutuhkan untuk mencari sesuatu.
Kegiatan-kegiatan Seiton antara lain:
- Membenahi tempat penyimpanan barang.
- Segala sesuatu harus jelas tempatnya.
- 30 detik pengambilan barang dan penempatan barang.
- Penyetandaran sistem file.
- Dibuat zone dan indikasi untuk penempatan barang.
- First in-first out dan menata papan pengumuman.
- Dibuat safety line lurus dan sudutnya jelas.
- Penempatan material, spare part, tools, peralatan, sesuai dengan fungsinya.
C. Seiso (Resik/Pembersihan)
Seiso merupakan kegiatan untuk menciptakan tempat kerja yang selalu bersih. Perlunya untuk membersihkan tempat kerja tiap akhir shift. Kuncinya adalah kebersihan harus senantiasa dilakukan sehari-hari, bukan hanya pada saat tempat kerja sudah kotor (Osada, 2002).
Tujuan dilakukannya Seiso adalah sebagai berikut:
- Derajat kebersihan disesuaikan dengan kebutuhan. Pencapaian nihil kotoran
dan nihil debu. - Menemukan masalah kecil pada saat inspeksi kebersihan.
- Mengerti bahwa kebersihan merupakan bagian dari inspeksi.
Kegiatan-kegiatan Seiso di antaranya adalah:
- Mengatur prosedur kebersihan harian.
- Melakukan kebersihan di area kerja.
- Melakukan inspeksi cleaning dan memperbaiki masalah kecil yang ada diarea kerja.
- Membersihkan tempat yang tidak diperhatikan orang.
- Membuat prioritas 5S.
Sasaran Seiso meliputi beberapa hal berikut ini yaitu :
- Area Penyimpanan
Kategori ini termasuk bermacam-macam barang dan tempat. - Peralatan
Kita harus selalu merawat mesin kita sendiri dan menjaga kebersihan serta
kerapiannya. - Lingkungan
Bila tempat dimana kita bekerja setiap hari tertutup dengan debu yang
melekat, kita akan dengan mudah mengalami depresi
D. Seiketsu (Rawat/Pemantapan)
Pemantapan juga berarti memelihara keadaan bersih yang, dalam konteks 5S, mencakup pertimbangan lain seperti warna, bentuk, pakaian dan sebagainya yang memberikan suasana bersih. Pemantapan juga dianggap sebagai pengulangan pemilahan, penataan, dan pembersihan serta sebagai kesadaran dan aktivitas tetap untuk memastikan bahwa keadaan 5S dipelihara. Ini berarti melaksanakan aktivitas 5S dengan teratur sehingga keadaan tidak normal tampak, dan melatih keterampilan untuk menciptakan dan memelihara kontrol visual (Osada, 2002).
Tujuan dilakukannya pemantapan yaitu (Osada, 2002):
- Standar manajemen untuk memelihara 5S.
- Melakukan inovasi dengan visual management sehingga ke-abnormalan dapat
terlihat dengan jelas.
Kegiatan-kegiatan Seiketsu meliputi :
- Manajemen secara visual dan penyetandaran 5S (tanda ok, tanda arah, tanda arah buka dan tutup, dan lain-lain).
- Daerah yang berbahaya ditandai dengan benar.
- Pemberian kode warna pipa dan label tanda peringatan.
E. Shitsuke (Rajin/Pembiasaan)
Merupakan kegiatan untuk membentuk kebiasaan, terkait dengan melakukan pekerjaan berulang-ulang sehingga secara alami dilakukan dengan benar. Ini merupakan cara mengubah kebiasaan buruk dan menciptakan kebiasaan baik. 5S tidak akan berhasil tanpa pembiasaan (Osada, 2002).
Tujuan dilakukan Shitsuke yaitu :
- Partisipasi penuh dalam hal pengembangan kebiasaan dalam hal mematuhi
aturan di tempat kerja. - Melakukan komunikasi dan umpan balik secara rutin.
Kegiatan-kegiatan untuk memperoleh Shitsuke yaitu:
- Semua melakukan cleaning dan menyediakan waktu untuk olahraga dengan
rutin. - Kenakan alat safety dengan baik.
- Latihan terhadap penanganan keadaan darurat (emergency).
- Pembuatan manual 5S.
- Pembiasaan disiplin ditempat kerja.
Ingin memahami konsep Kaizen secara lebih praktis dan mudah diterapkan di lingkungan kerja? Ikuti pelatihan Kaizen bersama MK Academy Bandung dan pelajari langsung strategi peningkatan kualitas, efisiensi proses, hingga budaya continuous improvement yang relevan untuk kebutuhan industri saat ini. Untuk info pelatihan dan pendaftaran bisa hubungi kami di 081315178523.


